Monthly Archives - Mei 2020

Bulan suci Ramadhan tidak menyurutkan rencana Israel untuk melakukan tindakan kejahatan, bahkan Jumat terakhir Ramadhan ini, Israel justru mengerahkan pasukannya untuk menyerang Al-Aqsha. Allah Swt berfirman: “Berangkatlah kalian baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41) Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dalam salam kepada baginda Nabi Muhammad Saw., para keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya dalam kebaikan hingga hari kiamat. Sesungguhnya tentara penjajah Zionis Israel bersama para pemukim ekstrimis Yahudi, telah mengumpulkan seluruh elemen mereka dan kroni-kroninya, untuk melakukan penyerangan besar-besaran terhadap Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, pada hari Jumat tanggal 29 Ramadhan 1441. Penyerangan tersebut adalah upaya nyata untuk melakukan perubahan baru yang sangat berbahaya bagi Al-Aqsha. Selain itu untuk menerapkan pembagian Al-Aqsha dari segi tempat dan waktu, dengan penuh kebrutalan dan memanfaatkan kondisi dunia yang sedang menghadapi wabah Corona. Mahkamah Zionis hari ini (Kamis, 28 Ramadhan 1441) telah mengumumkan keputusan, melegalkan entitas Zionis untuk menyerang Masjid Al-Aqsha secara terang-terangan, demi menyulut amarah umat Islam dan melumpuhkan aktivitas dalam beberapa hari ke depan. Akan tetapi umat Islam bersama para ulamanya tidak akan pernah terpedaya dengan kejahatan Zionis ini. Bersama ini, kami yang bertanda tangan di atas pernyataan ulama dunia ini, baik atas nama institusi atau personal, dalam menyikapi kejahatan Zionis tersebut, maka kami menegaskan hal-hal sebagai berkut: Pertama: Para ulama menegaskan bahwa penyerangan kali ini berbeda dengan kejahatan penyerangan sebelum-sebelumnya. Bahkan penyerangan yang kita hadapi saat ini paling berbahaya; karena penyerangan kali ini dipersiapkan Zionis untuk meningkatkan fase kejahatan Zionis, dari mengontrol penuh keluar masuk Masjid Al-Aqsha menjadi fase penguasaan operasi Zionis di dalam Masjid Al-Aqsha, serta menguasai seluruh bagian Masjid Al-Aqsha. Hal ini merupakan pencapaian kejahatan terbesar, dengan memanfaatkan kondisi kesibukan dunia menghadapi pandemik Corona, serta penutupan Masjid Al-Aqsha karena alasan pandemik ini. Perkembangan kejahatan ini belum pernah terjadi sebelumya. (Potret saat polisi Israel berada di dalam kompleks Masjid Al Aqsha dan terjadi bentrokan dengan jama’ah muslim/The Times Of Israel) Penyerangan kali ini sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Zionis, bahwa Masjid Al-Aqsha menjadi milik Zionis secara legal, mereka menjadi pemillik dan penguasa penuh Masjid Al-Aqsha. Apa yang dilakukan Zionis ini adalah kejahatan terburuk dalam upaya menghancurkan Al-Aqsha. Allah Swt. berfirman: “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menghalangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk menghancurkannya? Mereka tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapatkan kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. Al-Baqarah: 114) Kedua: Para ulama menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsha yang diberkahi adalah hak mutlak kaum Muslimin; seluruh bagian bangunannya, dindingnya, dan juga pagarnya. Kejahatan apa pun yang dilakukan kepada Al-Aqsha dan seluruh bagian-bagiannya, maka telah melakukan kejahatan terhadap tempat suci ketiga yang paling disucikan bagi seluruh umat Islam, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Oleh karenanya, wajib bagi seluruh umat untuk bergerak cepat dengan segenap kemampuan yang dimiliki, untuk menghentikan kejahatan Zionis ini. Para Ulama juga mengecam sikap diam negara-negara Muslim dan kelesuan dalam merespon kejahatan Zionis, baik secara pemerintahan maupun kerakyatan, karena hal ini justeru memberikan lampu hijau bagi Zionis, bahkan menyemangati mereka untuk semakin menjadi-jadi kejahatannya terhadap tempat suci kita, negeri-negeri kita, dan umat kita. Allah Swt. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit * Jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa kalian dengan siksa yang pedih dan digantinya (kalian) dengan kaum yang lain, dan kalian tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Taubah: 38-39) Ketiga: Para ulama menegaskan, bahwa organisasi dan personil pejabat yang ceroboh melakukan normalisasi dengan Zionis, maka dia ikut serta dalam melakukan kejahatan terhadap rakyat, umat, dan tempat suci kita. Maka ia bertanggung jawab bersama dengan Zionis atas kebiadaban, kebrutalan, dan kejahatan sistematis terhadap Masjid Al-Aqsha yang diberkahi. Para ulama juga menegaskan, bahwa kecerobohan mereka tidak akan menguntungkan sama sekali, baik di dunia maupun di akhirat. Allah Swt. berfirman: “Maka kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” (QS. Al-Maidah: 52) Simak Informasi Menarik Lainnya: 7 Aksi Penutupan Masjid Al Aqsa Dari Tahun Ke tahun https://aqsainstitute.org/2020/03/31/7-aksi-penutupan-masjid-al-aqsa-dari-tahun-ke-tahun/ Keempat: Para ulama menuntut Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan seluruh kementerian wakaf dunia, agar segera bergerak semaksimal mungkin, bekerjasama dengan berbagai elemen resmi negara untuk menghentikan kejahatan Zionis yang sistematis ini, dan menghalangi penyerangan yang akan dilakukan pada hari-hari ke depan. Para ulama juga menyerukan kepada para khatib, da’i, dan mubalig untuk menghadirkan Al-Quds dan Al-Quds dalam khutbah-khutbah mereka di atas mimbar, majelis ilmu di masjid-masjid, kegiatan pers, dan live streaming melalui media sosial. Hendaknya “Penistaan Al-Aqsha” menjadi tema khutbah Jumat, di setiap tempat yang masih menyelenggarakan Shalat Jumat di seluruh dunia. Kelima: Para ulama meminta kepada seluruh ulama, da’i, dan para khatib, terutama para ulama dan khatib Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang merupakan dua saudara kembar Masjid Al-Aqsha, agar mengumpulkan kekuatan mereka dan mengeluarkan segenap kemampuan, untuk menjelaskan tentang kewajiban umat Islam demi menghadapi Zionis sang perampok, menjelaskan penyerangan-penyerangan yang terjadi berulang kali terhadap Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, dan menjelaskan kewajiban mendukung para penjaga Al-Aqsha dan Al-Quds, serta bahaya normalisasi dengan Zionis terhadap seluruh umat Islam, Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha yang diberkahi. Allah Swt. berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai permbuat perhitungan.” (QS. Al-Ahzab: 39) Baca Juga: Deal Of The Century, Duplikasi Apartheid Masa Kini https://aqsainstitute.org/2020/03/31/deal-century-duplikasi-apartheid-masa-kini/ Keenam: Para ulama mengulang kembali tuntutan mereka kepada pemerintah Otoritas Palestina, agar benar-benar menghentikan secara sungguh-sungguh dan totalitas dari berbagai bentuk hubungan dengan entitas Zionis, memutus segala macam ikatan kerjasama dengan Zionis, dan beralih kepada pilihan perlawanan dan jihad di jalan Allah, bersama para anak bangsa Palestina para penjaga dan mujahid. Para ulama juga mengulang kembali tuntutan mereka kepada seluruh negara dunia, untuk menghentikan segala bentuk hubungan politik, ekonomi, dan budaya dengan entitas Zionis yang merampas Al-Quds dan Al-Aqsha, dan menutup kedutaan entitas Zionis di negara-negara Dunia Islam, sebagai sikap mulia yang dicatat sejarah dan dikenang lintas generasi. Tetapi jika tidak, sejarah justru akan mencatat kehinaan mereka dan penggadaian mereka terhadap tempat Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Saw. Ketujuh: (Khadijah Khuwais, Penjaga Masjid Al Aqsa/Internasional Aqsa Institute) Para ulama menyampaikan penghormatan kepada para pahlawan Al-Quds, baik laki-laki maupun perempuan dari para Murabithun dan Murabathat, yang senantiasa menghembuskan kemulian iman di hati mereka dan kecintaan terhadap Masjid Al-Aqsha, menjadi penebus Al-Aqsha, dan mempertahankannya. Mereka adalah simbol kepahlawanan dan keberanian. Allah Swt. berfirman: “(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut naman-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang. (36) Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari kiamat). (37)” (QS. An-Nur: 36-37) Hari ini, para ulama juga menyeru mereka bersama seluruh anak bangsa Palestina para penjaga dan mujahid di tanah terjajah tahun 1948 dan di Tepi Barat, yang memungkinkan datang ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi: untuk melakukan syaddur-rihal (pergi dengan persiapan) segera ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi; demi menghadang dan menggagalkan upaya penyerangan Masjid Al-Aqsha, dan agar tetap bertahan dalam menjaga Al-Aqsha, meskipun jika Mahkamah Zionis membatalkan penyerangan Al-Aqsha. Sesungguhnya pergi berjihad ke Masjid Al-Aqsha untuk menunaikan keinginan kaum Muslimin demi mendapatkan haknya atas Masjid Al-Aqsha secara sempurna tanpa terkurangi, serta untuk menghalangi penyerangan Zionis Yahudi, adalah kewajiban yang syar’i bagi setiap yang mampu dengan jiwa dan harta. Kedelapan: Para ulama menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menolong penduduk Al-Quds dan Palestina yang pergi berjihad ke Masjid Al-Aqsha dan melakukan ribath di sekitar Al-Aqsha dengan berbagai dukungan macam dukungan, baik moril maupun materil. Para ulama juga meminta seluruh umat Islam untuk turun ke jalanan dan lapangan umum, bagi daerah yang dibolehkan dalam kondisi pandemik Corona, untuk menyuarakan pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsha, mengecam kebrutalan, dan membongkar segala rencana jahat Zionis. Allah Swt. berfirman: “Dan katakanlah, “Bekerjalah kalian, maka Allah melihat pekerjaan kalian, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.” (QS. At-Taubah: 105) Baca Juga: Curahan Hati Hanady Halawani Penjaga Setia Masjid Al Aqsa https://aqsainstitute.org/2020/01/16/curahan-hati-hanady-halawani-penjaga-setia-masjid-al-aqsa/ Kesembilan: Para ulama menyeru seluruh anak bangsa Palestina di berbagai tempat dan berbagai faksinya, untuk mengaktivasi amal jihadi dalam berbagai sarana yang memungkinkan, merapatkan barisan, menyatukan langkah, dan menjadikan Zionis merasakan akibat dari kejahatan mereka, dengan mengancam kehidupan dan eksistensi mereka, karena itulah kekayaan termahal yang mereka miliki. Allah Swt. berfirman: “Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah maha melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 96) Wahai umat Islam di manapun berada! Sesungguhnya Masjid Al-Aqsha hari ini berada pada saat yang sangat membutuhkan seluruh kesungguhan dan kerja keras. Siapapun yang memilih membela Al-Aqsha maka ia menemukan jalan kemenangan dan kemuliaan, sedangkan siapa yang berpaling dari jalan ini maka ia memperbodoh dirinya sendiri, dan orang-orang yang zalim akan mengetahui kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali. Dialihbahasakan oleh: Ahmad Musyafa’ Direktur International Aqsa Institute Peserta Konferensi Pers Virtual Ulama Dunia (Kamis, 28 Ramadhan 1441 H www.aqsainstitute.org - Aqsa Institute

PERNYATAAN SIKAP ULAMA DUNIA Tentang MOBILISASI ZIONIS UNTUK MENYERANG AL-AQSHA PADA JUMAT TERAKHIR RAMADHAN 1441

Bulan suci Ramadhan tidak menyurutkan rencana Israel untuk melakukan tindakan kejahatan, bahkan Jumat terakhir Ramadhan ini, Israel justru mengerahkan pasukannya untuk menyerang Al-Aqsha.   Allah Swt berfirman: “Berangkatlah kalian baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.”  (QS. At-Taubah: 41)   Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dalam salam kepada baginda Nabi Muhammad Saw., para keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh [...]

Read more...