Media Al-Quds Dibungkam Israel

Media Al-Quds Dibungkam Israel

Potret kamera yang hancur di kantor stasiun TV Palestina/foto: Middle East Monitor

Penjajahan dalam bentuk baru semakin digencarkan oleh Israel, selain melakukan diskriminasi baik secara fisik maupun mental kepada penduduk Palestina, kini membungkam Media Al-Quds di Yerusalem menjadi jalan baru yang ditempuh.

 

Aqsainstitute.org— Berita serta kabar terbaru dari Al-Quds Palestina selama ini dikabarkan langsung oleh para jurnalis yang berada di tempat kejadian perkara. Para jurnalis tidak hanya bekerja dengan sepenuh jiwa, tetapi juga mempertaruhkan nyawa.

Israel tentu tidak tinggal diam membiarkan kekejamannya diberitakan, bahkan menjadi tajuk utama di koran-koran. Sehingga Israel pun mengambil langkah cepat dengan membungkam media Al-Quds yang selalu menyampaikan berita terkait laku kejam Israel terhadap Kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa.

Bagaimana pembungkaman terhadap Al-Quds ini dapat terjadi?

International Aqsa Institute, lembaga kajian Palestina dan kajian Timur Tengah, telah menyajikan informasi selangkapnya untuk Sahabat sekalian.

 

Al Quds Dibungkam Demi Melancarkan Deal of The Century

Potret salah satu kios Koran di kota Gaza/foto: Middle East Monitor

Israel menuduh bahwa media Al-Quds adalah bagian dari teroris, karena telah menyebarkan kebencian dengan laporan berita mengenai kekerasan yang dilakukan oleh para tentara Israel. Berita-berita yang disajikan Al-Quds mengusik pihak Israel, sehingga mereka pun bersikukuh untuk menutup kantor beritanya.

Diungkapkan sejumlah berita, bahwa pembungkaman terhadap Al-Quds TV berkaitan erat dengan rencana proposal Deal of The Century yang belum lama ini digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berkoalisi bersama Israel yang diwakili oleh Netanyahu.

Demi melincinkan implementasi dari Deal of The Century, maka Israel harus mengambil langkah membungkam media ini. Selain Al-Quds, televisi Al-Aqsa yang berada di Gaza juga telahsetelah penutupan satelit Al-Ketab yang disiarkan langsung dari Gaza.  Alasan lain yang mengemuka dari tutupnya beberapa kantor berita ini, adalah diakibatkan oleh krisis keuangan yang melanda. Namun apabila ditelisik lebih lanjut, krisis keuangan ini juga berakar dari pembatasan gerak terhadap media yang diberlakukan oleh Israel.

Pengepungan yang dilakukan Israel terhadap media di Palestina berkaitan dengan Deal of The Century, yang bertujuan untuk menghentikan suara-suara yang menentang rencana Trump dan Netanyahu. Mereka berupaya membuat agar Palestina terkesan menyetujui rencana proposal Deal of The Century yang ditawarkan.

 

Baca juga: Perpindahan Kiblat Punya Kaitan Erat Dengan Al-Aqsa

 

 

Langkah Terbaru Serangan Israel Terhadap Palestina

Saat salah seorang jurnalis Palestina terluka akibat serangan peluru karet tentara Israel saat meliput bentrokan yang terjadi/foto:Press TV 

Gagasan Israel yang menyatakan bahwa media adalah teroris bukan kali ini saja terjadi, melainkan selama masa invasi Israel ke Lebanon tahun 2004 silam, Israel juga menyebutkan bahwa media Libanon, Al-Manar sebagai media teroris yang berafiliasi dengan Hizbullah.

Serikat Jurnalis Palestina menyebutkan bahwa yang dilakukan Israel adalah sebuah langkah terbaru melakukan serangan terhadap organisasi media di Palestina, dalam hal ini Al-Quds. Emad al-Efranji, manajer Al-Quds TV di Palestina, mengatakan bahwa tindakan Israel ini sebagai rencana untuk menyembunyikan kejahatannya terhadap rakyat Palestina.

“Israel menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh agensi media kita terhadap ideologi kolonialisnya. Karena kita berfokus pada hak-hak sah rakyat Palestina, terutama Yerusalem, dan misi kita untuk mengungkap apa yang disebut Deal of The Centruy Trump.” al-Efranji menambahkan.

Sahabat Aqsa, tindakan diskriminasi Israel tentunya tidak telepas dari misi mereka untuk dapat menjalankan rencana proposal Deal of The Century. Berbagai cara akan ditempuh demi melegitimasi kekuasaanya dan menguasai Al-Quds seutuhnya. Mari kita terus memberikan dukungan dan do’a terbaik kepada saudara-saudara kita yang tengah berjuang untuk kemerdekaan Al-Quds dan kebebasan Masjid Al-Aqsa di Palestina sana. (itari/aqsainstitute)

Komentar

Share this post