Haruskah Umat Muslim Kunjungi Al-Quds?

Haruskah Umat Muslim Kunjungi Al-Quds?

Kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds/foto: Dunia Express

Membahas mengenai keistimewaan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa di dalamnya, seakan tidak ada habis-habisnya. Mari ketahui bersama mengapa umat Muslim dianjurkan untuk mengunjunginya.

 

Aqsainstitute.org— Kota Yerusalem atau Al-Quds menjadi kota suci urutan ketiga bagi umat Islam di seluruh dunia, setelah Kakbah di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Keberadaan Al-Quds ini menjadi penting karena keberadaan dari Masjid Al-Aqsa yang diberkahi.

Masjid yang menjadi kiblat pertama umat Islam ini memiliki keistimewaan dan keberkahannya tersendiri tersebab di tempat inilah yang menjadi kiblat pertama umat Islam, serta tentunya menjadi tempat Isranya Nabi Muhammad Saw.

Dengan berbagai macam keistimewaan yang dimiliki tempat ini, maka haruskah setiap umat muslim mengunjungi Masjid Al-Aqsa, di kota Al Quds setelah mengunjungi Kakbah dan Masjid Nabawi?

Temukan jawabannya dalam sajian informasi dari International Aqsa Institute, lembaga kajian Palestina dan kajian Timur Tengah, mengenai ‘Haruskah Umat Muslim Kunjungi Al-Quds?’

 

  1. Anjuran Pergi Mengunjungi Al-Quds

Sebagai seorang muslim, tentu hendaknya kita menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan. Juga tidak lupa dengan memperhatikan hadis-hadis yang telah disabdakan Rasulullah Saw., sebagai pelengkap hukum serta anjuran dalam menuntun kehidupan di dunia ini.

Termasuk di dalamnya adalah perintah untuk mengunjungi Kota Al-Quds, terlebih mengunjungi Masjid Al-Aqsa, tertuang dalam hadis yang telah disabdakan Rasulullah Saw., sebagai berikut ini:

Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah Saw., bersabda: “Janganlah engkau melakukan perjalanan yang memaksakan diri kecuali ke tiga masjid. Masjid Al-Haram, Masjida ar-Rasul Saw., dan Masjid Al-Aqsa” (Al-Bukhari dan Muslim)

 

  1. Keutamaan Shalat di Baitul Maqdis Memperoleh Ampunan Dosa

Potret Kompleks Masjid Al-Aqsa menjelang malam hari/foto:Middle East Eye

Sebagai kiblat pertama umat Islam, tentu keistimewaan Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsa tidak lantas berhenti kala arah kiblat dipindahkan menuju Kakbah di Mekah. Masjid Al-Aqsa ini masih saja menyimpan keistimewaan bagi setiap umat Islam yang melaksanakan shalat di sana, seperti dijelaskan dalam hadis berikut ini:

Dari Abu Dzar r.a. berkata, kami saling bertukar pikiran bersama Rasulullah Saw., manakah yang lebih utama Masjid Rasulullah atau Baitul Maqdis. Rasulullah Saw., bersabda: “sekali shalat di masdjidku lebih utama empat kali daripada Baitul Maqdis, dan ia adalah sebaik-baik tempat shalat. Dan hampir-hampir tiba masanya seseorang memiliki tanah seukuran kekang kudanya, dari tempat itu ia melihat Baitul Maqdis lebih baik dari dunia keseluruhan, atau lebih baik dari dunia dan seisinya.”(Al-Hakim, al-Mustardak (8553))

Dalam hadis tersebut diterangkan, bahwa jika menegakkan shalat di Baitul Maqdis atau Masjid Al Aqsa memiliki keutamaanya sendiri. Melaksanakan shalat di Baitul Maqdis juga dijelaskan Rasulullah Saw., dapat memperoleh ampunan dari dosa sebagaimana layaknya bayi yang baru dilahirkan sang ibu.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash ketika berada di dinding rumahnya di Thaif, dikatakan padanya, bumi yang tenang.. Ia berkata, aku mendengar Rasulullah Saw., bersabda: “Sesungguhnya Sulaiman bin Dawud a.s. meminta kepada Allah tiga hal dan diberikan dua, dan kami berharap agar beliau mendapatkan yang ke tiganya; beliau pun meminta ketepatan dalam memutuskan kebijakan, Allah pun mengabulkannya.

Ia meminta kerajaan yang tidak diberikan kepada siapapun setelahnya, Allah pun mengabulkannya. Ia juga memohon kepada Allah agar siapapum yang keluar dari rumahnya tidak ada keinginan lain kecuali hanya untuk shalat di Masjid ini, maka kesalahannya keluar darinya seperti anak yang baru dilahirkan ibunya. Maka kami berharap agar Allah Swt. mengabulkannya.” (Musnad Ahmad (6644))

 

Baca juga: Mengapa Rasulullah Saw., Harus Isra Dulu Sebelum Mi’raj?

 

 

  1. Baitul Maqdis Negeri Mahsyar dan Mansyar

Potret Kompleks Masjidil Aqsa yang dipenuhi jamaah yang sedang berdo’a/foto:Middle East Eye

Dari Maimunah binti Sa’ad r.a. isteri Nabi Muhammad Saw., berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw., Wahai Rasulullah!” fatwakan kepada kami tentang Baitul Maqdis? Beliau menjawab “Ia adalah negeri mahsyar (perkumpulan) dan mansyar (penebaran). Datanglah kalian dan shalatlah kalian di sana, karena satu kali shalat di sana sama dengan seribu kali shalat di tempat lain.

Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak mampu mendatanginya?”, beliau menjawab, “kirimkan minyak untuk menyalakan lampu yang ada di dalamnya. Siapa yang melakukan hal itu maka ia seperti telah mendatanginya”(Ibnu Majah (1407))

Ibnu Taimiyah berkata, “Dalil-dalil tersebut menunjukan bahwa sesungguhnya kekuasaan kenabian itu ada di Syam. Tempat perkumpulan (hasyr) di sana. Segala penciptaan dan akhir segala urusan kembali kepada Baitul Maqdis dan sekitarnya. Di sanalah akan dikumpulkan semua makhluk. Islam pada akhir zaman pun akan berkuasa di sana” (Majmu Al-Fatawa, Vol,27 Hal.44)

Selain keutamaan serta pahala yang akan Sahabat dapatkan apabila mengunjungi kota Al-Quds, terutama Masjid Al-Aqsa atau Baitul Maqdis, sejatinya masih terdapat hadis-hadis lainnya yang membahas secara khusus mengenai keistimewaan bumi Isra Mi’raj.

Pembahasan lebih terperinci dapat Sahabat temukan dalam Buku Hadis Arbain Maqdisiyah (Kumpulan hadis keistimewaan Baitul Maqdis) karya Syekh Dr. Muraweh Mosa Naser Nassar, salah satu pendiri Ikatan Ulama Palestina juga menjabat sebagai Sekretaris Komite Al-Quds dalam Ikatan Ulama Internasional.

Sahabat juga bisa mendapatkan penjelasan hadis secara lebih mendalam dan  komprehensif, serta diulas oleh para pakar di bidangnya dalam Program Kajian Bedah Buku Hadis Arbain Maqdisiyah yang dapat Sahabat hadirkan langsung ke tempat tinggal berada untuk mengisi kajian majelis taklim, komunitas, maupun tabligh akbar yang dapat digelar di Masjid Alun-alun Kota, maupun bertempat di Masjid Kecamatan. (itari/aqsainstitute)

 

Komentar

Share this post