7 Aksi Penutupan Masjid Al-Aqsa Dari Tahun Ke Tahun

7 Aksi Penutupan Masjid Al-Aqsa Dari Tahun Ke Tahun

Potret sejumlah warga Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan ketat polisi dan militer/foto:Middle East Monitor

Penutupan sementara Masjid Al-Aqsa tidak hanya terjadi kali ini saja, Masjid suci nan istimewa ini sering kali ditutup secara sepihak oleh tentara Israel tanpa alasan yang jelas.

 

Aqsainstitute.org— Kondisi Masjid Al-Aqsa pada bulan Maret ini tengah menjadi perhatian, manakala Dewan Wakaf Islam yang bertugas untuk mengawasi situs-situs suci umat Islam di Yerusalem memutuskan untuk menutup Masjid Al-Aqsa sebagai langkah preventif untuk pencegahan Virus Corona atau Covid-19 ini.

Namun patut kita ketahui bahwa penutupan Masjid Al Aqsa ini tidak hanya terjadi kali ini, pihak Israel telah berulang kali menutup Masjid suci sehingga umat Muslim di Palestina tidak dapat melaksanakan salat di sana. Berikut International Aqsa Institute, lembaga kajian Palestina dan kajian Timur Tengah sajikan informasinya untuk anda.

 

  1. Maret 2020

Potret Kompleks Masjid Al-Aqsa saat sepi/foto: Arah

Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang tengah melanda banyak Negara, membuat Departemen Wakaf Islam yang mengawasi situs-situs suci Muslim di Yerusalem mengumumkan bahwa Masjid Al-Aqsa akan ditutup sementara. Langkah ini diambil sebagai tindakan perlindungan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Direktur Masjid Al-Aqsa, Omar Kiswani menyebutkan bahwa semua kegiatan ibadah dan berdoa dapat dilakukan di bagian luar Masjid Al-Aqsa. Penutupan sementara ini juga diberlakukan di Masjid-masjid yang berada di Tepi Barat, bahkan menyerukan untuk umat Islam agar melaksanakan salat di rumah masing-masing saja.

 

  1. 18 Februari 2019

Kendati Dewan Wakaf Islam tengah menutup sementara Masjid Al-Aqsa, pihak Israel juga berulang kali pernah menutup Masjid Al-Aqsa. Namun, penutupan yang dilakukan oleh Israel ini tidak berkaitan dengan penjagaan dan antisipasi terhadap suatu wabah apapun.

Penutupan yang dilakukan oleh Israel jelas merupakan sebuah aksi untuk mencegah umat Muslim beribadah di Masjid yang suci itu. Seperti yang terjadi pada 18 Februari 2019, di mana pasukan Israel menutup pintu ke Masjid Al-Aqsa dan melecehkan jamaah Muslim ketika mereka mencoba mengakses Masjidil Aqsa untuk beribadah.

Potret umat Islam di Palestina, saat akan menggelar salat Jumat di Kompleks Masjidil Aqsa /foto: Middle East Monitor

  1. 18 Februari 2019

Masih pada tanggal yang sama, pasukan Israel yang menutup pintu akses menuju Masjid Al-Aqsa, tidak luput melakukan tindakan pelecehan terhadap jamaah Muslim ketika mereka mencoba mengakses kompleks Masjid Al-Aqsa.

Upaya menghalangi umat Muslim ini kontras sekali dengan perlakuan terhadap pemukim ilegal Israel yang juga berusaha untuk memasuki Masjid Al Aqsa. Dikabarkan ada sekitar 70 pemukim Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsa pada saat itu. 

 

  1. 15 November 2017

 147 orang pemukim ilegal Israel mendatangi Masjid Al-Aqsa di pagi hari, pada 15 November 2017 lalu. Pihak Israel kemudian dengan cepat menutup akses Gerbang Maghrabi pada pukul 10:30 pagi, setelah para pemukim ilegal diberi akses masuk ke situs suci milik umat Muslim itu.

Potret saat pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa, termasuk anggota kelompok Israel Women for the Mount Temple/foto:Middle East Monitor

 

  1. 8 Oktober 2017

500 pemukim illegal Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa, disaat yang bersamaan orang-orang Israel juga berkumpul di luar tembok kompleks Masjid untuk melakukan ritual keagamaan mereka.

Orang-orang Israel melakukan sebuah upacara yang sangat begitu dekat pada area kompleks masjid, kemudian meneriakkan janji untuk membangun gunung yang diduga merupakan simbolisasi dari kuil Yahudi di situs Al-Aqsa.

 

  1. 14 Juli 2017 

Langkah penutupan Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh Israel tidak hanya berupa buka-tutup akses menuju kompleks masjid. Tetapi, langkah kejahatan Israel semakin menjadi-jadi manakala pada 14 Juli 2017 silam, Israel menutup Masjid Al-Aqsa dan salat Jumat dilarang untuk pertama kalinya sejak 1969.

 

  1. 21 Agustus 1969

Diskriminasi yang dilakukan terhadap Masjid Al-Aqsa tidak hanya sebatas  penutupan akses masuk dan birokrasi penjagaan yang begitu sulit. Melainkan, perusakan yang bersifat fisik dan pembakaran pun pernah terjadi.

21 Agustus 1969 silam, seorang Yahudi berkewarganegaraan Australia, Denis Michael Rohan, membakar Masjid Al-Aqsa, sehingga sebagian Masjid Al Kibli mengalami kerusakan parah dan menyebabkan hancurnya artefak Islam yang tak ternilai harganya. (itari/aqsainstitute)

Sumber: Aljazeera, Middle East Monitor

Komentar

Share this post