Khutbah Jum’at: Isra Miraj dan Kewajiban Bela Masjid Al-Aqsa

IAI-Khutbah Jum’at_ Kewajiban Membela Masjidil Aqsa-www.aqsainstitute.org (1)-min

Khutbah Jum’at: Isra Miraj dan Kewajiban Bela Masjid Al-Aqsa

Oleh, Ustadz Ahmad Musyafa’, Lc., M.Pd.I.

Direktur International Aqsa Institute (IAI)

 

|”Rasulullah Saw.  telah menitipkan perintah kepada kita semua untuk menjaga Masjidil Aqsa, sebagai warisan yang  harus selalu kita jaga ”

مُّسْلِمُونَ وَأَنتُم إِلَّا تَمُوتُنَّ ۦ وَلَا تُقَاتِهِحَقَّ ٱللَّهَ ٱتَّقُوا۟ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ يَٰٓأَيُّهَا

 

aqsainstitute.org— Melalui mimbar ini, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan umumnya para jama’ah sekalian, untuk sama-sama meningkatkan taqwa kepada Allah Swt. dengan sebenar-benar taqwa, yaitu dengan menjalakan segala perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dibulan ini, bulan Rajab, umat muslim juga mengingat kembali sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. dengan adanya peristiwa agung yang terjadi kepada Nabi Muhammad Saw. yaitu peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

Hadirin yang dimuliakan Allah Swt., ada beberapa orang yang bertanya kenapa Nabi Muhammad Saw. di Isra kan oleh Allah Swt. dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, kalau seandainya kepentingan Isra Mi’raj ini hanya untuk menerima perintah salat.

Kenapa Nabi Muhammad Saw. tidak langsung di Mi’raj kan? Kenapa tidak langsung diangkat oleh Allah Swt.? Dari Msjidil Haram langsung ke Sidaratul Muntaha langsung ke langit ke 7 bertemu dengan Allah Swt. Digambarkan di dalam Al-Qur’an, betapa dekatnya Nabi Muhammad Saw. bersama dengan Allah Swt.

Setidaknya ada 5 alasan kenapa Nabi Muhammad di Isra kan terlebih dahulu dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.

 

Alasan yang pertama

Adalah “Rabbulmasjidainil muqoddasaini.

Mengikat dua mesjid suci, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Hanya ada dua masjid ini yang Allah Swt. sebutkan di dalam Al-Qur’an, dan penyebutan dua masjid ini didalam satu ayat, yaitu di sutah Al-Isra ayat yang pertama.

 

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ – 17:1

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Q.S Al-Isra (17): 1)

Allah Swt. mengikat dua masjid ini dengan satu ayat, di dalam satu ayat disebutkan dua masjid. Sehingga ini menjadi isyarat kepada kita bahwa kedua masjid ini tidak boleh dipisahkan. Kedua masjid ini tidak boleh dilalaikan oleh umat Islam, umat Nabi Muhammad Saw.

Dan dua masjid ini adalah dua masjid yang pertaman kali dibangun di atas muka bumi ini bersama dengan alam peradaban manusia, oleh nabi Adam As. atas perintah dari Allah Swt.  berdasarkan hadis Rasulullah Saw. yang artinya:

 

“Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”.

(HR Ahmad dari Abu Dzar).

 

Mau Undang Syekh Palestina Gratis ke Kotamu? Klik di sini!

 

Bagaimana dengan Nabi Ibrahim As.? Nabi Ibrahim bukan yang meletakan pertama kali pondasi Masjidil Aqsa. Tetapi Nabi Ibrahim meninggikan bangunan pondasi Masjidil Aqsa. Redaksi Allah sebutkan di dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ – 2:127

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah (2): 127)

 

Tatkala Ibrahim dan Ismail meninggikan bangunan Masjidil Haram. Ayat yang lain menunjukan bahwa Nabi Ibrahim ketika datang ke Mekkah, ketika diperintahkan untuk berdakwah di Mekkah, Masjid Haram sudah ada sebelum kedatangan nabi Ibrahim As.

 

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ – 14:37

“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim (14): 37)

Artinya Masjidil Haram telah ada sebelum datangnya Nabi Ibrahim As. Berdasarkan ayat dan hadist ini para ulama menguatkan bahwa yang pertama membangun Masjidil Haram itu orangnya sama dengan yang membuat Masjidil Aqsa, yaitu Nabi Adam As.

 

Simak juga: Khutbah Jumat “Deal of The Century, Al Aqsha Diambang Bahaya”

 

Alasan yang kedua adalah hijrah.

Isra dan Miraj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa adalah gerbang menuju langit. Bahwa Nabi Isa As. ketika dikejar-kejar oleh orang Yahudi untuk dibunuh, kemudian diselamatkan oleh Allah Swt. diangkat kelangit melaui apa? Melalui Masjidil Aqsa.

Nanti Nabi Isa kembali akan diturunkan pada akhir zaman, untuk membunuh Dajjal, untuk menghancurkan Yajuj dan Ma’juj. Di mana diturunkan? Di Masjidil Aqsa, dan Nabi Muhammad Saw. untuk itulah didatangkan terlebih dahulu ke Masjidil Aqsa. Karena Masjidil Aqsa merupakan gerbang pintu menuju langit untuk bertemu dengan Allah Swt, hamba-hamba pilihan Allah ketika diangkat ke langit pintu gerbangnya melalui Masjidil Aqsa.

 

Alasan yang ketiga, kenapa Rasulullah di Isra kan ke Masjidil Aqsa

Bahwa dalam peristiwa Isra dan  Mi’raj menobatkan Nabi Muhammad Saw. sebagai pemimpin dunia. Takhsin immaamatu dunya. ketika pada malam Isra dan Mi’raj Allah menghadirkan seluruh nabi-nabi, mulai dari Nabi Adam As., sampai dengan Nabi terakhir Nabi Muhammad Saw., dalam riwayat disebutkan ada 120.000 Nabi, 315 Rasul malam hari itu dihadirkan oleh Allah Swt.

Semuanya dikumpulkan oleh Allah Swt. di Masjidil Aqsa, tidak ada masjid lain di atas muka bumi ini yang digunakan berkumpulnya orang-orang mulia yang digunakan jamaah orang-orang yang dipilih oleh Allah Swt. Malam hari itu semua nabi-nabi sholat bersama Nabi Muhammad Saw, dan seluruh nabi-nabi makmum kepada Nabi Muhammad Saw, artinya nabi-nabi yang sebelumnya menjadi raja, Nabi Daud As., Nabi Sulaiman As., Nabi Ibrahim As menjadi orang yang begitu dimuliakan disebutkan di dalam Al-Qur’an inni ja’iluka linnasi imama.

 Wahai Ibrahim As. saya jadikan engkau sebagai pemimpin dunia, malam hari itu semuanya makmum kepada nabi Muhammad Saw., sehingga Nabi Muhammad Saw. mendapatkan gelar imamul anbiya wal mursalin, imamnya para Nabi dan Rosul.

 

Alasan yang keempat

Adalah bahwa, dalam peristiwa Isra dan Mi’raj Allah Swt pertemukan dengan semua nabi-nabi untuk menyambungkan risalah kenabian bahwa seluruh nabi-nabi risalahnya sama, kemudian dengan hadirnya khotamunnabiyyin, nabi akhir zaman yaitu Nabi Muhammad Saw, seluruh nabi-nabi mewariskan risalah kenabian kepada nabi Muhammad Saw.

 

Baca Juga: Masjid Istiqlal Indonesia, Salah Satu Jembatan Kebebasan Palestina

 

 

Alasan yang kelima

Adalah bahwa Masjidil Aqsa dijadikan sebagai al-qiblatull ulaa, kiblat yang pertama bagi umat Islam, kiblat yang pertama bagi seluruh nabi-nabi, makanal anbiya illa wa hulida, wa da’a au hajarol ila baitil maqdis. Tidak ada nabi-nabi kecuali mereka Allah Swt. hijrahkan ke Baitul Maqdis, atau lahir di Baitul Maqdis, atau berdakwah di baitul maqdis.

Oleh karenanya, kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw. berkewajiban untuk menjaga masjid suci ini, di mana masjid ini sejak tahun 1967 telah dikuasai oleh Zionis Israel, oleh orang-orang Yahudi. Kemudian dua tahun setelah itu tepatnya pada tanggal 21 Agustus 1969 masjid ini dibakar oleh orang Yahudi.

IAI-Khutbah Jum’at_ Kewajiban Membela Masjidil Aqsa-www.aqsainstitute.org (3)

(Keterangan: Pembakaran masjid di Kompleks Masjidil Aqsa/foto:Hidayatullah )

Saat itu perdana menteri Israel yang keempat namanya Goldamer, dia mengatakan seperti ini.

Setelah kami membakar Masjid Al Aqsa, semalam suntuk kami tidak bisa tidur. Kami takut umat Islam dari seluruh penjuru dunia akan menuntut balas pada tempat Isra dan Mi’raj nabinya, akan menuntut balas kiblat pertamanya, akan menuntut balas tempat yang begitu dicintai oleh nabinya Nabi muhammad Saw.Tetapi ketika kami melihat matahari terbit, dan tidak ada bahaya apapun yang menimpa kami, maka kami berkesimpulan bahwa kami sedang berhadapan dengan umat yang tidur terlelap.

Orang Yahudi mengatakan bahwa kita umat Nabi Muhammad Saw. yang mengaku cinta kepada Nabi Muhammad Saw, dikatakan oleh orang Yahudi sebagai umat yang terlelap. Bagaimana mungkin Nabi Muhammad Saw. diceritakan  oleh Sayyidah Aisyah r.a. Laa yanamu rasul, hatta yakro bani israil. Nabi muhammad Saw. tidak pernah tidur malam sebelum membaca surah Al Isra. Artinya, Rasulullah Saw mengenang beliau begitu dimuliakan oleh Allah Swt.

Beliau diangkat derajatnya oleh Allah Swt dan ketika diakhir hayat beliau, beliau ketika ditanya oleh seorang sahabatu asobi’ “Ya Rasullallahu illa dzulina bilkafa bima yantahu nafsa ya Rasulullah ”

“Ya Allah Swt., Ya Rasulullah Saw. manakala engkau telah dipanggil Allah Swt., manakal engkau telah meninggal ya Rasulullah Saw., apa yang engkau perintahkan kepada kami ya Rasulullah Saw.?”

Apa jawaban Rasulullah Saw.?

“Alaika fii baitil maqdis” “Alaika fii baitil maqdis”  pergilah kalian ke Baitul Maqdis, pergilah kalian ke Baitul Maqdis. Kenapa yang dipilih Rasulullah Saw. ke Baitul Maqdis, bukan ke Mekkah, bukan ke Madinah?

Dan akhir hayat kehidupan kita semuanya, kehidupan dunia ini akan dihancurkan oleh Allah Swt., Malaikat Israfil akan meniupkan Sangkakala dimulai dari dalam Masjidil Aqsa, Mustami’ yauma yunadil munadil fii makanin qorim.” Perhatikan suatu hari nanti, akan ada yang memanggil, akan ada yang meniupkan sangkakala sebagai tanda terjadinya hari kiamat, dari mana? Miim makanin qorim, dari tempat yang dekat dengan Masjidil Aqsa.

 

Maka bagaimana mungkin kita mengharap syafaat Nabi Muhammad Saw., bagaimana mungkin kita berdo’a meminta minum telaga Nabi Muhammad Saw., sementara kita lalaikan masjid yang begitu dihormati Nabi Muhammad Saw., begitu dicintai Nabi Muhammad Saw.. Bahkan Rasulullah Saw. berpesan kepada kita sebagai umatnya, untuk menjaga masjid ini.

Mudah-mudahan kita semuanya dengan doa kita, dengan harta kita, dengan perhatian kita ikut andil  di dalam membebaskan Masjidil Aqsa, karena masjid ini terancam diruntuhkan oleh Zionis Israel pada 15 Mei 2018. Donald Trump akan  mengeksekusi keputusannya yang dulu disepakati pada 6 Desember 2017.

Oleh karenanya kaum muslimin, kita mempunyai kewajiban untuk membela masjid ini warisan Nabi Muhammad Saw. Baarakallahuli walakum fiilqur’ani’adzim wa wanafa’ni iyyakum minalbihi fiil ayati wa dzikril hakim. (itari/aqsainstitute)

Sumber: Khutbah Jum’at Ustaz Ahmad Musyafa, Lc., M.Pd.I

Komentar

Share this post