Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi Saat Jadi Pemimpin Alquds

Kajian Palestina_Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi Saat Jadi Pemimpin Alquds(1)_www.aqsainstitute.org - Aqsa Institute

Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi Saat Jadi Pemimpin Alquds

Shalahuddin Al-Ayyubi memiliki cita-cita yang sangat tinggi yaitu meninggal dalam keadaan mulia, sehingga seluruh perbuatannya selalu mencerminkan keteladanan luar biasa.

 

aqsainstitute.orgShalahuddin Al-Ayyubi adalah seorang ksatria yang sangat tegas, gagah, berani, dan memiliki idealisme tersendiri dalam menjalankan misi menaklukkan Alquds dan membebaskan umat muslim dari segala bentuk penindasan.

 

Akan tetapi ia juga merupakan sosok yang sangat menjaga kerendahan hati dan melakukan segala kegiatan positif yang bermanfaat bagi umatnya. Berikut lembaga kajian Palestina, International Aqsa Institute menyajikan kisah keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi untuk anda.

 

Shalahuddin Membatalkan Perjalanan Haji

Kajian Palestina_Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi Saat Jadi Pemimpin Alquds(2)_www.aqsainstitute.org - Aqsa Institute

Keterangan: Ilustrasi Shalahuddin Al-Ayyubi dengan panji kebesarannya (Foto: Muslim Obsession)

 

 

Pada saat Shalahuddin menjadi seorang pemimpin di Kota Alquds, ia meniatkan diri untuk memenuhi rukun Islam ke 5 yakni melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Saat Shalahuddin bersiap-siap untuk berangkat, ia menerima surat dari hakim Mesir.

 

Dalam surat tersebut tertulis, “Tengoklah kondisi kaum muslimin dan tinggalkan haji karena negeri-negeri telah runtuh, perekonomian juga runtuh, dan banyak fitnah mulai berkobar. Maka dari itu, jangan pergi haji dan meninggalkan negeri-negeri, karena (menjaga negeri-negeri muslimin) lebih baik dari ibadah haji.”

 

Shalahuddin menerima surat tersebut dengan santun. Ia membatalkan kepergiannya ke Baitullah dan langsung bertindak mengedepankan maslahat kaum muslimin. Shalahuddin memperbaiki kondisi di Alquds dan memakmurkan Masjid Al-Aqsa, kemudian berkeliling ke negeri-negeri Syam untuk melihat kondisi rakyat.

 

Menjaga Diri dari Harta Rakyat

Kajian Palestina_Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi Saat Jadi Pemimpin Alquds(3)_www.aqsainstitute.org - Aqsa Institute

Keterangan: Ilustrasi Shalahuddin Al-Ayyubi yang mengutamakan kepentingan rakyat (Foto: Tipsiana)

 

Suatu hari saudara Shalahuddin yang bernama Al-Adil mengirim surat permintaan sebidang tanah di Aleppo untuk keperluan yang tidak jelas.

 

Shalahuddin membalas surat tersebut dengan mengatakan, bahwa tanah itu milik umat muslim dan tidak dijual. Kemudian ia menjelaskan kepada saudaranya itu, bahwa tugasnya sebagai pemimpin adalah menjaga harta benda milik umat bukan untuk menguasainya dan berbuat zalim.

 

Hal tersebut merupakan keteladanan yang luar biasa, karena di zaman sekarang ini banyak pemimpin-pemimpin yang tidak mengindahkan amanah bahkan menghianatinya.

 

Shalahuddin Selalu Mendahulukan Musyawarah

Kajian Palestina_Keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi Saat Jadi Pemimpin Alquds(4)_www.aqsainstitute.org - Aqsa Institute

Keterangan: Ilustrasi Shalahuddin Al-Ayyubi musyawarah dengan seluruh pasukannya (Foto: Kiblat Network)

 

Setiap hendak melakukan sesuatu untuk urusan umatnya, Shalahuddin tidak pernah melupakan musyawarah. Ia bermusyawarah dengan para ulama, pemimpin, dan para komandan pasukan. Jika mereka tidak sependapat dengannya, Shalahuddin selalu memasang wajah hormat, santun, dan tidak marah.

 

Seperti itulah keteladanan sosok penakluk Alquds, Shalahuddin tidak hanya memiliki sifat yang idealis dan tegas layaknya seorang pemimpin. Akan tetapi ia juga memiliki keteladanan yang luar biasa, yakni kemuliaan hatinya. Tidak heran jika rakyatnya sangat mencintainya. (izzah/aqsainstitute)

 

Sumber: Ensiklopedi Palestina Bergambar- Dr. Thariq As-Suwaidan

Komentar

Share this post