KHUTBAH JUMAT SERUAN INTERNASIONAL BELA AL-AQSHA

Kajian Palestina_KHUTBAH JUMAT SERUAN INTERNATIONAL BELA AL-AQSHA(1)_www.aqsainstitute.org

KHUTBAH JUMAT SERUAN INTERNASIONAL BELA AL-AQSHA

Oleh:

Ahmad Musyafa’, Lc., M.Pd.I.

Direktur International Aqsa Institute (IAI)

(Jumat, 31 Januari 2020)

 

 

Khutbah Pertama

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ حَبَّبَ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوْبِنَا. وَكَرَّهَ إِلَيْنَا اْلكُفْرَ وَاْلفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ. وَجَعَلَنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. فَضْلًا مِنْهُ وَنِعْمَةً، سُبْحَانَكَ رَبِّي سَبْحَانَكَ، لَا علَمَ لَنَا إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَكَ أَنْتَ اْلعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، وَلاَ فَهْمَ لَنَا إِلاَّ مَا فَهَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْجَوَّادُ اْلكَرِيْمُ.

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَالْمَلَكُوْتُ، وَلَهُ الْعِزَّةُ وَالْجَبَرُوْتُ، وَهُوَ اْلحَيُّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا وَمُعَلِّمَنَا وَقَائِدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَمَلَائِكَتُهُ، إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي، يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. فَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلَكرِيْمِ، وَعَلَى آلِهِ وَأْصْحَابِهِ وَمَنْ نَهَجَ نَهْجَهُ وَاسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ وَاقْتَفَى أَثَرَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ…

 

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ…! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. وَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بسم الله الرحمن الرحيم، يَا أَيُّهَا اَّلذِيْنَ آمَنوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

 

Kajian Palestina_KHUTBAH JUMAT SERUAN INTERNATIONAL BELA AL-AQSHA(2)_www.aqsainstitute.org - Aqsa Institute

Keterangan : Kubah As-Shakhrah salah satu situs umat muslim yang ada di kompleks Masjid Al-Aqsa (Foto: IDN Times)

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…!

 

Masjid adalah rumah Allah. Pusat ibadah bagi para hamba di muka bumi untuk menyembah Allah subhanahu wa ta’ala. Bagi kaum Muslimin, masjid adalah tempat yang sangat dimuliakan, sangat dihormati, dan sangat diagungkan. Masjid bahkan menjadi pusat dan titik nadir dalam jantung masyarakat Muslim, karena itulah Nabi Muhammad Saw, memulai dakwahnya di Madinah dengan membangun Masjid. Adalah Masjid Quba’ yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad Saw., manakala beliau baru pertama menginjakkan kakinya di tanah Madinah dalam peristiwa hijrah ke Madinah.

 

Sehingga dengan demikian, siapapun yang menghalangi orang-orang Muslim datang menuju rumah Allah, atau melarang aktivitas keagamaan di dalam Masjid, menghambat masjid untuk dijadikan sebagai tempat berdzikir, bahkan melakukan tindakan yang mengarah kepada penghancuran rumah Allah, maka disebut sebagai tindakan puncak kezaliman. Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Quran:

 

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا، أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوْهَا إِلَّا خَائِفِيْنَ، لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

( البقرة: 114)

 

“Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang menghalangi menyebut nama Allah dalam masjid-mesjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalam-Nya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. Al-Baqarah: 114).

 

Ayat ini menjadi kecaman keras bagi siapapun yang semena-mena terhadap rumah Allah. Menodai Masjid manapun saja di atas muka bumi ini. Tetapi sungguh ironis, penistaan dan penodaan justeru terjadi terhadap masjid yang mempunyai kedudukan Istimewa bagi Kaum Muslimin. Bukan sembarang masjid. Kiblat Pertama Umat Islam. Tempat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Satu-satunya tempat yang dipilih Allah untuk mengumpulkan seluruh nabi dan rasul, untuk shalat berjamaah bersama Imâmul Anbiya’ wal Mursalin (imamnya para nabi dan rasul), Nabi Muhammad shalallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Zionis Israel tidak hanya menghalangi saudara-saudara Muslim kita untuk shalat di Masjid Al-Aqsha, tapi mereka berupaya dengan serius untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha, untuk diganti dengan bangunan baru yang mereka sebut dengan Haikal Sulaiman. Berbagai upaya strategis mereka lakukan untuk mengambil alih Masjid Suci Al-Aqsha dari kaum Muslimin. Penggalian terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha hingga kini terus berjalan. Pembangunan kuil-kuil Yahudi di sekeliling Masjid Al-Aqsha semakin banyak. Pengepungan dan pelarangan kaum Muslimin untuk shalat di Masjid Al-Aqsha terus terjadi setiap hari.

 

Bahkan pengepungan selama tiga Jumat ini meningkat drastis, karena Israel berambisi untuk menguasai salah satu bagian penting dari Masjid Al-Aqsha, yaitu Baaburrahmah (pintu Ar-Rahmah). Menyikapi kejahatan Zionis Israel yang semakin brutal ini, Imam dan Khatib Masjid Al-Aqsha menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin di Baitul Maqdis, untuk meramaikan Shalat Subuh Jumat hingga Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha. Bahkan seruan ini diteruskan hingga ke seluruh dunia Islam.

 

 

Baca Juga: Curahan Hati Hanady Halawani Penjaga Setia Masjid Al-Aqsa

Kajian Palestina_KHUTBAH JUMAT SERUAN INTERNATIONAL BELA AL-AQSHA(3)_www.aqsainstitute.org

Keterangan: Kompleks Masjid A-Aqsa di Alquds yang hingga kini masih dalam kepungan zionis Israel (Foto:Good News)

 

Kaum Muslimin rahimakumullah…!

 

Kenapa Baaburrahmah? Karena mereka ingin menghapus jejak sejarah Islam di Masjid Al-Aqsha. Mereka ingin membersihkan Al-Aqsha dari situs-situs peninggalan Islam. Semuanya secara bertahap akan diganti dengan simbol-simbol Yahudi. Di depan gerbang Baaburrahmah ini terdapat ratusan kuburan para sahabat dan tabi’in. Di bagian dalam Pintu Ar-Rahmah Ini terdapat sebuah Mushalla, di tempat inilah Imam Abu Hamid Al-Ghazali menulis karyanya yang fenomenal, Ihya’ Ulumuddin. Melalui pintu ini juga, dulu Nabi Isa ‘alaihissalam keluar kemudian diangkat ke langit, diselamatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari kejaran orang-orang Yahudi untuk disalib.

 

Inilah strategi yang dilakukan oleh Zionis Israel untuk menguasai Masjid Al-Aqsha. Secara bertahap mereka menguasai bagian-bagian penting dari Masjid Al-Aqsha. Agar menguasai secara keseluruhan dari Masjid Al-Aqsha. Strategi yang sama telah sukses dilakukan oleh Zionis Israel dalam mengambil alih Masjid Al-Ibrahimi di Hebron. Hingga kini dua per tiga dari Masjid Al-Ibrahimi telah dikuasai oleh Zionis Israel. Di Masjid Al-Ibrahimy ini terdapat kuburan Nabi Ibrahim, Nabi Ishak dan Nabi Ya’qub. Ketiga makam ini telah dikuasi oleh Zionis Israel, jejak Islam pun sudah hilang diganti dengan symbol-simbol Yahudi.

 

Kejahatan Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha adalah pelanggaran HAM internasioal secara terang benderang. Tapi kenapa para pemimpin dunia, institusi keamanan dunia bungkam tidak berani bersikap tegas terhadap palanggaran ini. Bahkan pelanggaran ini terang-terangan didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump telah menyatakan penerapan poin-poin “Deal of Century” (kesepakatan satu abad). Poin yang paling krusial adalah bahwa kota Alquds yang didalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha akan diberikan kepada Israel. Diresmikan sebagai ibukota Israel. Kaum Muslim yang ingin shalat di Masjid Al-Aqsha harus izin terlebih dahulu ke Israel.

 

Kontan saja keputusan brutal ini menyulut amarah Kaum Muslimin. Disuarakan lantang para Imam dan Khatib dari dalam Masjid Al-Aqsha, seperti Syaikh Dr. Ikrimah Sabri yang menyerukan agar seluruh Kaum Muslimin yang mampu agar datang memenuhi Masjid Al-Aqsa. Masjid Al-Aqsha dalam bahaya! Selama tiga Jumat berturut-turut, kaum Muslimin Palestina menunjukkan kesigapannya menyambut seruan Imam dan Khatib Masjid Al-Aqsha. Setiap Jumat dimulai dari Subuh berjamaah dipenuhi kaum Muslimin, demi menjaga dan mempertahankan Masjid Suci Al-Aqsha yang diberkahi.

 

Syaikh Ikrimah Shabri yang menyuarakan lantang, memobilisasi umat untuk memadati Masjid Al-Aqsha, ternyata membuat gusar para penjajah. Akibatnya, beliau diasingkan dan tidak boleh lagi berada di Masjid Al-Aqsha. Nasib yang sama juga dialami imam dan khatib Al-Aqsha yang lain. Bagi mereka yang menjaga kesucian Al-Aqsha, “Al-Aqsha lebih mahal harganya dibandingkan nyawa kami. Kami putra Al-Aqsha. Tidak akan pernah meninggalkan Al-Aqsha,” demikian ketegasan sikap Syiakh Ikrimah Shabri, imam besar dan khatib Masjid Al-Aqsa.

Kajian Palestina_KHUTBAH JUMAT SERUAN INTERNATIONAL BELA AL-AQSHA(4)_www.aqsainstitute.org

Keterangan : Nama-nama situs di dalam Kompleks Masjid Al-Aqsa (Foto: Nindri Anto)

 

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah…!

 

Seruan Internasional Jumat ketiga ini mengambil tema “Jumat Amarah”. Sedangkan Gerakan Subuh berjamaah mengambil tema “Fajar Kemenangan. Menunjukkan amarah kaum Muslimin yang tidak rela tempat sucinya dinodai. Penolakan terhadap keputusan Deal of Century nya Donald Trump. Menujukkan kepada dunia bahwa Kaum Muslimin di Palestina menjadi garda terdepan dalam membela, menyelamatkan, dan mempertahankan Kiblat Pertama Islam. Diikuti oleh seluruh kaum Muslimin di seluruh dunia.

 

Apakah Masjid Al-Aqsha milik orang Palestina saja? Tentu saja tidak. Masjid ini disebutkan di dalam Al-Quran. Puluhan hadis dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. menjelaskan tentang kemuliaan dan keutamaan Masjid Suci Al-Aqsha. Maka jelas masjid ini milik seluruh umat Islam di seluruh dunia. Al-Aqsha tidak bisa dipisahkan dari Masjidil Haram di Makkah. Bahkan para ulama Baitul Maqdis menegaskan, bahwa membela Masjid Al-Aqsha hukumnya fardhu ain. Kewajiban individu setiap Muslim. Semuanya akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala. Kewajiban membela Masjid Al-Aqsha, menguatkan dan menyertai perjuangan Kaum Muslimin mempertahankan Masjid Al-Aqsha dari kepungan Zionis Israel, sama dengan kewajiban shalat lima waktu.

 

Sayyidah Maimunah binti Sa’ad pernah meminta fatwa kepada Nabi Muhammad Shalallallahu ‘alaihi wasallam tentang Baitul Maqdis.

 

عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ سَعَدٍ، مَوْلَاةِ النَّبِيِّ   قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ،  قَالَ: ((أَرْضُ الْمَحْشَرِ، وَالْمَنْشَر،ِ اِئْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِي غَيْرِهِ))، قُلْتُ: أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَتَحَمَّلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: ((فَتُهْدِي لَهُ زَيْتًا يُسْرَجُ فِيهِ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ كَمَنْ أَتَاهُ)).

 

Dari Maimunah binti Sa’ad r.a. pembantu Nabi Saw. berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw., Wahai Rasulullah! fatwakan kepada kami tentang Baitul Maqdis?” Beliau menjawab, “Baitul Maqdis adalah negeri mahsyar (perkumpulan) dan mansyar (penyebaran). Datang dan shalatlah kalian di Baitul Maqdis, karena satu kali shalat di Baitul Maqdis sama dengan seribu kali shalat di tempat lain”. Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak mampu mendatanginya?” Beliau menjawab, “Kirimkan minyak untuk menyalakan lampu yang ada di dalamya. Siapa yang melakukan hal itu maka ia seperti telah mendatanginya”.

 

Hadis ini menegaskan, bahwa Masjid Al-Aqsha merupakan negeri padang Mahsyar. Tempat dikumpulkanya manusia setelah Hari Kebangkitan Akhirat. Shalat di Masjid Al-Aqsha pahalanya dilipatgandakan hingga 1000 kali, dibandingkan dengan masjid yang lain, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kita diperintahkan untuk mendatanginya dan shalat di dalamnya.

 

Tetapi jika kondisinya tidak memungkinkan untuk datang ke Masjid Al-Aqsha karena kondisi tertentu, seperti kondisi yang dialami Sayyidah Maimunah; seorang perempuan, jarak yang jauh dengan alat transportasi tidak memadahi, saat itu masih berada dalam kekuasaan Romawi. Atau kondisi yang terjadi saat ini, bahwa Masjid Al-Aqsha dikuasai oleh Zionis Israel. Sehingga tidak mudah bisa masuk ke dalam Masjid Al-Aqsha. Ternyata kondisi tersebut tidak serta merta menggugurkan kewajiban kita terhadap Masjid Al-Aqsha.

 

Jika tidak memungkinkan datang ke Masjid Al-Aqsha, maka diganti dengan kewajiban lain yang semua orang bisa melakukannya. Dalam redaksi hadisnya, diperintahkan untuk mengirimkan minyak yang digunakan untuk menyalakan lampu Masjid Al-Aqsha. Diterjemahkan dalam bahasa modern seperti sekarang adalah, mengirimkan apapun saja untuk menjaga Al-Aqsha, agar lampunya jangan sampai redup, agar lampunya tidak pernah padam, agar Masjid Suci Al-Aqsha tidak pernah berhenti beraktifitas, agar bangunannya tidak rusak, agar orang-orang bisa dengan leluasa menjalankan ibadah di dalamnya.

 

Tapi realitas yang terjadi di Masjid Al-Aqsha hari ini, justeru Masjid ini berada dalam ancaman untuk dikuasai Zionis Israel. Sudah pernah dibakar sehingga mimbar Nuruddin Az-Zanky rusak total. Para penjaganya (murabithun dan murabithath) banyak ditangkap dan dibunuh oleh penjajah Zionis Israel. Maka kewajiban dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam itu telah tiba. Menguatkan dan mendukung saudara-saudara kita sesama Muslim di Baitul Maqdis, yang sedang berjuang menjaga dan mempertahankan Masjid Suci Al-Aqsha dari ancaman Zionis Israel.

 

Bagi kita yang  jauh dari Masjid Al-Aqsha, tidak pernah menggungurkan kewajiban kita untuk membela Masjid Al-Aqsha. Kalau untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima, haji ke Baitullah Al-Haram di Mekkah, bagi yang tidak mampu mendapatkan rukhshah (keringanan), gugur kewajiban hajinya. Tetapi untuk datang ke Al-Aqsha atau membela Masjid Al-Aqsha tidak ada rukhshah. Kewajiban selalu melekat kepada siapapun yang mengaku umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika tidak mampu datang, maka kewajiban untuk membela Masjid Al-Aqsha, menolong dan membantu menguatkan para penjaga Al-Aqsha tetap melekat pada setiap individu Muslim, di manapun mereka berada.

Kajian Palestina_KHUTBAH JUMAT SERUAN INTERNATIONAL BELA AL-AQSHA(5)_www.aqsainstitute.org

Keterangan :Jamaah Masjid Al-Aqsa sedang melaksanakan salat (Foto:Kiblat Network)

 

Jamaah Jumat rahimakumullah…!

 

Maka menguatkan mereka penjaga Al-Aqsha adalah kewajiban. Mendukung perjuangan mereka adalah fardlu ain, bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Sebaliknya, meninggalkan mereka sendirian adalah melalaikan kewajiban Allah. Meninggalkan arahan dan petuah baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semua kita akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah, apa yang telah kita lakukan untuk membela dan memuliakan tempat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini.

 

Demikian agung kedudukan Baitul Maqdis bagi kita, umat Nabi Muhammad. Negeri ini juga sangat dicintai Rasulullah Saw. maka sewajarnya kita yang mengaku umat Nabi Muhammad Saw. mencintai semua yang dicintainya. Semoga kita termasuk diantara orang-orang yang dipilih Allah, sebagai para pembebas Baitul Maqdis. Menunaikan kewajiban kita kepada Allah. Membuktikan cinta kita kepada baginda Rasulullah Saw.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ،

 

 

Baca Juga:10 Muslihat Israel Kuasai Palestina

 

Khutbah Kedua

إِنَّ اْلحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ،

اَشْهَدُ اَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرْيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ محمد، وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا محمد، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْم، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ محمد، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْم، فِي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بسم الله الرحمن الرحيم، ياَ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ، وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.

وَيَا مَعَاشِرَ الْمُسِلِمِيْنَ، ادْعُوا اللهَ تَعَالَى وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِالْإِجَابَة، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسِلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اللَّهُمَّ أَعِزَّنَا بِاْلإِسْلَامِ وَأَعِزَّ الْإِسْلَامَ بِنَا، اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وْاْلوَبَاءَ وَالشَدَائِدَ وَالْمِحَنَ وَاْلِفَتَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذِهِ اِنْدُوْنِيْسِيَا وَمِنْ سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسِلِمِيْنَ عَامَّةً، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. ِ

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا اْلمُسْتَضْعَفِيْنَ الْمُحَاصَرِيْنَ فِي غَزَّة، وَالْمُرَابِطِيْنَ وَاْلمُرَابِطَاتِ فِي بَيْتِ اْلمَقْدِسِ، رُحْمَاكَ بِهِمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ الْمُعْتَدِيْنَ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَلْقِ فِي قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ باِلْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلَبغَيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، اذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

 

Lampiran untuk draft khutbah jumat bela Baitul Maqdis : https://drive.google.com/file/d/1-ARFicd6g7LuW20uWXGEzVAbkGiLYi3m/view?usp=drivesdk

 

Komentar

Share this post