Perluasan Pemukiman Ilegal di Palestina, Tahap Pertama Kejahatan Israel

Keterangan: Pembangunan Pemukiman Yahudi di Alquds (Foto: CNN Indonesia) - Aqsa Institute

Perluasan Pemukiman Ilegal di Palestina, Tahap Pertama Kejahatan Israel

Israel memiliki berbagai rencana untuk melakukan penjajahan terhadap tanah Palestina. Mereka tidak akan berhenti sampai mendapatkan tanah tersebut.

 

Aqsainstitute.org Israel membuat pemukiman terbesar di Alquds Timur. Pemukiman tersebut bernama Nof Tzion yang termasuk lingkungan makmur dan dikelilingi oleh lingkungan besar Palestina yakni Jabbar Mukkaber.

 

Pembangunan pemukiman tersebut merupakan tahap pertama Israel melakukan ekspansi terhadap tanah Palestina. Bagaimana proses pembangunan tersebut? Berikut lembaga kajian Palestina, International Aqsa Institute sajikan informasinya untuk anda!

 

Lingkungan Makmur Yahudi dan Orang Palestina Terusir

Kajian Palestina_Perluasan Pemukiman Ilegal Tahap Pertama Kejahatan Israel(2)_www.aqsainstitute.org - Aqsa Institute

Keterangan: Penghancuran Rumah Penduduk Palestina untuk Pembangunan Pemukim Israel (Foto: Antara News)

 

Pemukiman Nof Tzion didirikan oleh investor Yahudi sejak awal tahun 2000, dan penduduk Yahudi sudah pindah ke Alquds dari delapan tahun lalu. Hingga saat ini sudah ada 96 keluarga Yahudi yang tinggal di kompleks Alquds.

 

Tahukah sahabat Aqsa? Orang-orang Yahudi mendirikan pemukiman yang relatif makmur dengan apartemennya menghadap Kota Tua/Alquds. Pemukinan tersebut hasil dari merampas tanah orang Palestina. Hingga hari ini hampir satu juta penduduk Palestina terusir dari rumahnya, dan mereka tinggal di berbagai pengungsian di Timur Tengah.

 

Baca Juga : Kajian Seven Series Ungkap 7 Rahasia Dibalik Tanah Palestina 

 

Ekspansi Pemukiman Yahudi Masih pada Tahap Pertama

Kajian Palestina_Perluasan Pemukiman Ilegal Tahap Pertama Kejahatan Israel(3)_www.aqsainstitute.org - Aqsa Institute

Keterangan: Pembangunan Pemukiman Yahudi di Alquds (Foto: CNN Indonesia)

Wilayah yang dijadwalkan untuk penjajahan merupakan subjek sengketa hukum yang panjang. Sejak 10 tahun lalu, seorang pengusaha Palestina, Bashar al-Masri mencoba membeli tanah di Alquds untuk mencegah pembangunan pemukim Yahudi.

 

Akan tetapi pengusaha Palestina itu digagalkan oleh Rami Levy seorang pengusaha asal Australia, salah satu pendiri Skype. Dirinya membeli tanah di Alquds tersebut kemudian dibangunkan supermaket. Sejak saat itu, izin pembangunan apartemen Yahudi dilancarkan.

 

Menurut aktivis pemukiman dan anggota dewan Alquds, Arieh King, ekspansi pemukiman tersebut hanyalah tahap pertama. Kemungkinan ada 300 unit rumah yang akan disetujui untuk dibangun.

 

Sahabat Aqsa, hal ini tentu sangat merugikan penduduk Palestina. Terlebih pada  bulan November 2019, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mengklaim bahwa pemukiman warga Israel di Palestina yang diduduki tidak lagi dianggap tidak sah.

 

Hal ini menjadi keputusan sewenang-wenang negara pro-Israel yang kesekian kalinya, karena sebelumnya AS mengakui Alquds sebagai ibu kota negeri Zionis serta menghentikan bantuan untuk para pengungsi Palestina.(izzah/aqsainstitute)

 

Sumber: CNN Indonesia, Haaretz

Komentar

Share this post