Sekolah Tinggi Dai al-Aqsa Cetak Pakar Kepalestinaan di Indonesia

Kajian tentang Palestina_Sekolah Dai Al-Aqsa Cetak Pakar Kepalestinaan di Indonesia 4

Sekolah Tinggi Dai al-Aqsa Cetak Pakar Kepalestinaan di Indonesia

Sekolah Dai al-Aqsa yang diadakan oleh International Aqsa Institute bertujuan untuk  mencetak pakar Palestina dan Al-Aqsa.

Lembaga kajian Palestina, International Aqsa Institute mengadakan Sekolah Tinggi Dai al-Aqsa untuk pertama kalinya. Sekolah Dai al-Aqsa adalah sekolah yang mengajarkan ilmu tentang Palestina dan al-Aqsa.

Sekolah tersebut diadakan pada tanggal 13 Oktober  hingga 10 November 2019, di Cileunyi, Kab. Bandung, Jawa Barat.

Tujuan diadakannya Sekolah Dai al-Aqsa ini adalah untuk memperkuat sumber daya manusia yang unggul dalam bidang ilmu Palestina dan Al-aqsa. Selanjutnya, SDM tersebut akan diproyeksikan di berbagai bidang kegiatan yang berkaitan dengan Kepalestinaan.

Kajian tentang Palestina_Sekolah Dai Al-Aqsa Cetak Pakar Kepalestinaan di Indonesia 1

Ulama Nasional Turut Menjadi Pengajar di Sekolah Dai (Foto: Dok. IAI)

 

Menurut direktur operasional Aqsa Institute, Ahmad Dzikri Alhakim, Lc, Sekolah Dai ini memiliki perbedaan dengan sekolah dai di lembaga lainnya. Pembedanya di Aqsa Institute, para peserta ditujukan untuk menjadi pakar atau memiliki spesialis di bidang Palestina dan al-Aqsa.

Selain itu, Sekolah Dai al-Aqsa ini menghadirkan pengajar yakni para ulama-ulama yang sudah berkecimpung lama di dunia keislaman. Di antaranya ada beberapa syekh dari Palestina yang merupakan pakar di bidang hadis, Alquran dan tafsir, serta pakar dalam ilmu-ilmu syar’i yang sedang atau telah menempuh jenjang doktoral di Timur Tengah.

 

Kajian tentang Palestina_Sekolah Dai Al-Aqsa Cetak Pakar Kepalestinaan di Indonesia 2

Para Peserta Mendapatkan Materi tentang Kepalestinaan dari Ulama Palestina
(Foto: Dok. IAI)

“Ada pula para asatidz lulusan Timur Tengah dari Mesir, Sudan, Libya, dan Pakistan. Para asatidz juga memberikan beberapa materi seperti sirah nabawi, ilmu dakwah atau ilmu-ilmu ma’arif yang berkaitan dengan Kepalestinaan.” Ucap Dzikri.

Sekolah Dai al-Aqsa angkatan pertama diikuti oleh peserta dari berbagai kota di Indonesia, seperti Aceh, Makassar, Solo, Jambi, dan Jakarta. Daerah asal yang beragam membuat peserta dapat  menikmati pertemanan dengan nilai tambah budaya, bahasa, serta pengalaman yang mereka bawa dari kotanya masing-masing.

Kajian tentang Palestina_Sekolah Dai Al-Aqsa Cetak Pakar Kepalestinaan di Indonesia 3

Para Peserta Sedang Menyimak Materi di Dalam Kelas(Foto: Dok. IAI)

Bukan hanya itu, di Sekolah Dai al-Aqsa juga, selain mendapatkan materi tentang Kepalestinaan, peserta akan mendapatkan ekstrakulikuler setiap akhir pekan, seperti dakwah sosial media, marketing, lomba panahan, public speaking dan lain sebagainya.

Sahabat Aqsa, menarik sekali kan Sekolah Tinggi Dai al-Aqsa? Tenang saja, Insyaallah sekolah ini akan menjadi program berlanjut yang diadakan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu tahun. Bagi sahabat yang berminat, tunggu dan pastikan jangan sampai ketinggalan informasi berikutnya.(izzah/iai)

Komentar

Share this post