fbpx

Bukti Cinta, Sejarah Mencatat Jasa Indonesia Pada Palestina

Bukti Cinta, Sejarah Mencatat Jasa Indonesia Pada Palestina

“Manusia adalah makhluk sosial yang sudah seharusnya saling membantu. Hal ini dibuktikan Indonesia yang selalu mengirimkan bantuan untuk Palestina.”

Pada sebuah ceramah tentang Palestina, Ustad Salim A Fillah menjelaskan pengorbanan Palestina dengan tulus kepada Indonesia.

Pada tahun 1944, saat Indonesia menjemput kemerdekaan, Palestina menjadi negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia. Saat negara-negara lain belum memutuskan sikapnya, sebuah pengakuan atas kemerdekaan diwakilkan oleh mufti besar Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini.

Tak hanya memberi dukungan, ada juga Muhammad Ali Taher yang memberikan bantuan harta kepada H. Agus Salim untuk bekal perjalanan keliling dunia. Perjalanan tersebut untuk menjalin diplomasi dan mencari dukungan dari negara lain.

Ceramah Tentang Palestina_Bukti Cinta, Sejarah Mencatat Jasa Indonesia Pada Palestina(2)_www.infoabadi.org

Mufti Besar Palestina dan Muhammad Ali Taher Bantu Kemerdekaan Indonesia (Foto: Portal Islam)

Banyak ulama Indonesia yang mengisi kajian Palestina membahas tentang persaudaraan Indonesia-Palestina. Hal ini, tidak lain untuk mengingatkan, bahwa masih ada saudara sesama muslim yang belum merdeka dan wajib untuk kita bantu.

Persaudaraan Palestina-Indonesia sudah terjalin sejak pertama kali kemerdekaan Indonesia. Hingga kini, hubungan tersebut terus dijaga oleh Indonesia dengan cara membantu meringankan kesulitan yang dialami Palestina saat ini. Inilah jasa Indonesia untuk Palestina.

Indonesia Berjasa dalam Pembuatan Mimbar di Al-Aqsa

Ceramah Tentang Palestina_Bukti Cinta, Sejarah Mencatat Jasa Indonesia Pada Palestina(3)_www.infoabadi.org

Mimbar Kayu Ukiran, Karya Pengrajin Asal Jepara (Foto: masjidalaqsanet)

Peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tahun 1969 yang dilakukan oleh Zionis, mengakibatkan beberapa bangunan masjid hancur.

Indonesia menjadi bagian dalam merenovasi bangunan masjid tersebut, bersama muslim dari berbagai negara.

Pengrajin dari Jepara hadir untuk membuat mimbar ukiran. Meskipun keadaan tidak stabil, mimbar ini dapat diselesaikan selama waktu empat tahun.

Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB

Ceramah Tentang Palestina_Bukti Cinta, Sejarah Mencatat Jasa Indonesia Pada Palestina(4)_www.infoabadi.org

Presiden RI, Jokowi Desak Perdamaian PBB untuk Palestina (Foto:joSS)

Penyerangan yang terus terjadi di sekitar masjid Al-Aqsa membuat banyak warga Palestina kesulitan beribadah. Hal ini tentu membuat berbagai negara geram menyaksikan kekejaman itu, terlebih juga dengan Indonesia.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah Indonesia tegas menanggapi pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa, serta mengecam keras atas perbuatan Israel tersebut.

Selain itu Jokowi desak PBB agar lebih tegas, Beliau mengatakan dalam pidatonya pada 22 Juli 2017 di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

“Indonesia meminta kepada PBB, kepada Sekjen PBB, agar Dewan Keamanan PBB dapat segera melakukan sidang untuk membahas krisis yang ada di komplek Masjid Al Aqsa,”

Indonesia Berikan Hidangan Buka Puasa untuk Palestina

Ceramah Tentang Palestina_Bukti Cinta, Sejarah Mencatat Jasa Indonesia Pada Palestina(5)_www.infoabadi.org

Lembaga Abadi Berikan Hidangan Buka Puasa untuk Palestina (Foto: Dok. Abadi)

Indonesia memberikan hidangan buka puasa selama sebulan diberikan kepada Palestina termasuk para pengungsi di dalam negeri.

Banyak lembaga-lembaga di Indonesia, yang bergerak menghimpun donasi kemanusiaan Palestina dan menyalurkannya. Hal ini tentu karena dukungan kuat dari masyarakat Indonesia.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang tinggi dari masyarakat Indonesia untuk Palestina.

Indonesia Pernah Kirimkan Pasukan Perdamaian

Ceramah Tentang Palestina_Bukti Cinta, Sejarah Mencatat Jasa Indonesia Pada Palestina(5)_www.infoabadi.org

Lembaga Abadi Berikan Hidangan Buka Puasa untuk Palestina (Foto: Dok. Abadi)

Saat Palestina kembali diserang oleh Israel, pada tahun 2014. Indonesia langsung bertindak dengan mengirimkan 1900 pasukan perdamaian.

Pasukan perdamaian tersebut dikerahkan untuk menjaga ketegangan supaya tidak semakin memanas. Bahkan sebagian pasukan ini, melindungi beberapa situs penting khususnya masjid Al-Aqsa.

Jalinan persaudaraan ini membuat dampak baik, setidaknya meringankan beberapa kesulitan yang dirasakan oleh warga Palestina. Semoga bangsa Indonesia untuk   terus digencarkan, sampai Palestina menjemput kemerdekaan. (izzah/iai)

Sumber: Hidatullah, Boobastis, Detik News

Komentar

Share this post