fbpx

5 Fakta Pembakaran Masjid Al-Aqsha Tahun 1969

5 Fakta Pembakaran Masjid Al-Aqsha Tahun 1969

Upaya pembakaran Masjid Al-Aqsha adalah salah satu bentuk penistaan dan menyakiti hati seluruh umat muslim di dunia. Pembakaran ini dilangsungkan atas restu Israel.

aqsainstitute.org – Peristiwa memilukan dalam sejarah umat Islam terjadi pada 21 Agustus 1969. Dennis Michael Rohan, serorang Kristen kebangsaan Australia, menyalakan api di dalam Masjid Al-Qibli. Akibat kesengajaan ini, masjid Al-Aqsa terbakar dan banyak bangunan yang roboh.

Namun, tak banyak orang yang mengetahui bahwa masjid suci kebanggaan umat Islam ini pernah mengalami peristiwa pembakaran. Berikut Aqsa Institute sajikan informasi mengenai fakta-fakta di balik tragedi pembakaran Masjid Al Aqsha.

1. Alasan Pembakaran Masjid

Pembakaran masjid menjadi satu di antara rangkaian penistaan yang dilakukan Israel terhadap situs-situs suci negeri anbia, salah satunya Masjid Al Aqsha. Hal tersebut dilakukan Israel dengan motif pembangunan kuil Solomon di lokasi masjid.

2. Terbakarnya Bagian Penting Masjid

edukasi palestina-Mimbar di Masjid Al-Aqsa (1898 and 1934) (2)-merahputih.com

Keterangan: Mimbar di Masjid Al-Aqsa (1898 and 1934). (Foto: merahputih.com)

Baca juga : Al-Aqsha Risalah Cinta dari Bumi Anbiya

3. Dalang Pembakaran Masjid Diklaim Sakit Jiwa

edukasi palestina - dennis rochan - www.aqsainstitute.org

Keterangan: Penangkapan Rohan, tersangka pembakaran Masjid Al-Aqsha (Foto: middleeastmonitor.com)

Seorang turis kristen asal Australia, Dennis Michael Rohan, ditangkap pada tanggal 23 Agustus. Rohan yang mengaku sebagai ‘utusan tuhan’ ini mengungkapkan bahwa motif kejahatannya itu didasari keinginannya untuk mempercepat dibangunnya kuil Solomon. Setelah penangkapannya, Rohan dinyatakan gila dan dirawat di rumah sakit jiwa.

Pada tanggal 28 Agustus, 24 negara mayoritas Muslim mengajukan keluhan kepada Dewan Keamanan PBB. Menurut Duta Besar Yordania (Mohammad El-Farra), tersangka merupakan teman Israel yang dibawa oleh Badan Yahudi untuk bekerja dengan Israel. Badan Yahudi mengatur agar Rohan bekerja di Kibbutz selama beberapa bulan, sehingga ia bisa belajar bahasa Ibrani dan mendapatkan lebih banyak pengajaran Zionis.

4. Nihilnya Tindakan Tegas dari Bangsa Arab

edukasi palestina-Perdana Menteri perempuan pertama, Golda Meir (3).haaretz.com

Keterangan: Perdana Menteri perempuan pertama, Golda Meir (Foto: haaretz.com)

 

Sumber:

Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha-Tim Aspac For Palestina, Middle East Monitor

 

 

Komentar

Share this post