fbpx

Klarifikasi Isu Buku Sekolah Tanpa Peta Palestina di Maroko

Klarifikasi Isu Buku Sekolah Tanpa Peta Palestina di Maroko

Sempat memanas di sejumlah media sosial dan situs ternama baik itu dalam atau luar negeri tentang isu adanya buku pelajaran yang menghapus peta Palestina dan menggantinya dengan Israel. Dengan cepat pula kabar ini menyebar luas.

Hal ini sontak menuai protes dari berbagai kalangan, sehingga membuat Menteri Pendidikan Nasional Maroko, Said Amzazi merasa perlu untuk meluruskan berita ini. Said lantas membuat konferensi pers yang menjelaskan bahwa isu itu tidak benar.

Para aktivis media social juga menyebutkan, informasi yang beredar adanya buku sekolah berbahasa perancis untuk kalangan anak-anak itu sempat menyebar di pasar, terbukti dengan adanya pameran beberapa buku tersebut.

Baca juga: Al-Aqsha, Risalah Cinta Dari Bumi Anbiya

Para aktivis ini menyatakan kasus ini adalah pemanasan dari langkah Israel beserta sekutunya Amerika Serikat untuk rencana yang mereka namai Deal of Century. Hal tersebut bertujuan untuk memalsukan realita yang ada dan mendukung penjajahan Zionis Israel atas Palestina dimakan dibuktikan dengan nama Palestina dalam peta yang terganti dengan Israel.

Didalam buku tersebut tampak negara Israel menduduki wilayah Palestina sepenuhnya dan situs-situs religi seperti Masjid al-Aqsha diakui sebagai situs milik Israel. Tak hanya itu, disebutkan bahwa ibukota Israel tidak lagi Tel Aviv, melainkan Yerusalem.

“Israel adalah negara Yahudi yang dibentuk pada tahun 1948 Masehi dan kini ditinggali oleh masyarakat Arab Palestina dan Yahudi Israel,” tulis buku tersebut dalam keterangan negara Israel.

Padahal yang kita ketahui bersama bahwa kompleks seluas 14.4 hektare dan di dalamnya termasuk Masjid Qubbatu Ash-Shakhrah (Kubah Emas) dan Masjid Jami Al-Qibli (kubah abu-abu) tersebut adalah berada di kota al-Quds atau Yerusalem di Negara Palestina.

Jadi wajar saja jika ada upaya dari Israel atau sekutu-sekutunya untuk memanipulasi pemahaman generasi mendatang melalui buku sekolah sangat ditentang keras oleh umat Islam seluruh dunia.

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS. Ali Imron: 54)

Komentar

Share this post