fbpx

Keistiqamahan Warga Al-quds Mendatangi Masjid Al-Aqsha Di Bulan Ramadhan

Keistiqamahan Warga Al-quds Mendatangi Masjid Al-Aqsha Di Bulan Ramadhan

Sekalipun berada di tengah paparan konflik dengan Israel, semangat beribadah warga Palestina tidak pernah luntur. Mereka tahu bahwa kapanpun nyawa bisa melayang terkena bom atau tembakan senjata Israel. Namun tekad untuk ke Masjid dan menjalankan berbagai ibadah sunnah dalam mengisi bulan Ramadhan tetap teguh.

Setiap bulan Ramadhan tiba, ribuan warga Palestina tetap menyerbu berbagai masjid untuk berbuka bersama ataupun menjalankan ibadah shalat tarawih pada malam harinya. Terutama di Masjid Al-Aqsha. Masjid kiblat shalat pertama di dunia sebelum di ka’bah. Masjid bersejarah yang selalu menjadi rebutan antara tentara Israel dan warga Palestina.

Ratusan ribu warga Palestina selalu memadati Masjid yang sudah ada sejak jaman Rasulullah ini. Jamaah akan datang lebih banyak lagi saat Ramadhan berada di 10 hari terakhir. Warga Palestina akan berbondong-bondong datang untuk melaksanakan iktikaf berharap bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Malam yang pahalanya lebih baik daripada 1.000 malam. Dan malam ini hanya ada di bulan Ramadhan.

Baca juga: Transformasi Semangat Perjuangan Palestina dalam Nasi Maqlubah

Kedatangan mereka bukan berarti tanpa ada ancaman. Berbagai penjagaan ketat tentara Israel selalu mengawasi mereka. Dan tidak ada kata ampun bagi siapapun untuk mendapat tembakan mati saat mereka tidak taat aturan yang telah ditetapkan oleh tentara Israel. Terutama jika masjid Al-Aqsha berada dalam kekuasaan tentara Israel.

Tidak sedikit yang menjadi korban, kehilangan nyawa hanya demi bisa beribadah khusyuk di masjid Al-Aqsha ini. Namun apakah mereka selalu gentar? Tidak! Mereka selalu istiqomah datang dan beribadah di Masjid Al-Aqsha ini. Tanpa rasa takut.

Ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita umat muslim di Indonesia. Dengan predikat sebagai negara paling banyak penduduk muslimnya, Indonesia tercatat mempunyai jutaan masjid yang tetsebar di seluruh pelosok negeri. Jalan beberapa meter saja sudah ketemu masjid yang selalu memberikan kenyamanan dan keamanan untuk beribadah.

Namun sayangnya sebagian masjid di Indonesia tidak seramai masjid di Palestina. Terutama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Semoga cerita keistiqamahan warga Palestina ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap bisa datang ke masjid meski rasa malas melanda.

Komentar

Share this post