Transformasi Semangat Perjuangan Palestina dalam Nasi Maqlubah

Transformasi Semangat Perjuangan Palestina dalam Nasi Maqlubah

Aqsainstitute.org – Maqlubah merupakan salah satu makanan khas Palestina yang terdiri dari campuran nasi dan daging. Sekilas, hidangan ini mirip dengan nasi liwet, makanan khas Indonesia. Bukan sekedar nasi, Maqlubah yang secara bahasa yang berarti ‘terbalik’, memiliki  filosofi dan sejarah perjuangan rakyat Palestina.

Menurut legenda, penduduk kota Al Quds menghidangkan ‘bazanjaniyah” atau sekarang dikenal dengan sebutan maqlubah saat Shalahuddin Al Ayyubi berhasil membebaskan kota tersebut. Mereka merayakannya dengan menyantap hidangan maqlubah.

Sebutan Maqlubah ini muncul pertama kali, ketika Sang Pembebas (Shalahuddin) bertanya tentang makanan yang dihidangkan tersebut. “Apa nama makanan yang dibalik (maqlubah) ini?”

Baca juga: Sempurnakan Ramadan-mu bersama IAI dengan Berbagai Kajian Ilmu

Menurut Hanadi Halawani, salah seorang Murabithah al-Aqsha, hidangan kemenangan ini bermakna, keteguhan, ketegaran, tekad dan kekukuhan. Kami balikkan saat menghidangkannya di hadapan mereka, seolah kami mengatakan: “Amati sesuka hatimu karena waktu akan berganti, sang pemenang yang akhirnya akan menertawakanmu. Kami yakin hari akan berganti dengan semerbaknya kemenangan, ketentraman, dan kebanggaan”

“Setiap kali kalian menekan kami maka itu berati kemenangan mendekat. Maka kami merayakannya di depan kalian dengan cara yang sama saat kami merayakannya dengan maqlubah.” Hanadi menambahkan.

Semangat rakyat Palestina dalam menjaga al-Aqsha dan sekelilingnya tak pernah diragukan. Tak ada kata lelah atau menyerah, semua dilakukan sesuai dengan risalah-Nya.

Baca juga: Sepekan di Lombok, Syekh Ashim Tularkan Semangat Perjuangan Shalahuddin al-Ayyubi

Mengingat tugas menjaga al-Aqsha dan Palestina juga berlaku untuk seluruh Muslim dunia, Intenational Aqsa Institute (IAI) berupaya menularkan semangat perjuangan yang sama kepada masyarakat Indonesia, khususnya para wanita dengan filosofi perjuangan yang terdapat dalam nasi maqlubah.

Upaya tersebut dikemas dalam sebuah kajian sejarah dengan nama “Nasi Liwet Palestina (Maqlubah)”.  Bukan sekedar kajian sejarah, peserta juga akan diajak menyaksikan langsung demo memasak Nasi Liwet Palestina (Maqlubah) oleh Koki handal Palestina yaitu Chef Heba Jouda.

“Nasi Liwet Palestina (Maqlubah)” akan hadir di kota-kota di berbagai penjuru Indonesia. Semoga dengannya terbangun semangat untuk peduli terhadap kondisi Masjid al-Aqsha yang kini dijajah, serta saudara-saudara kita yang tengah berjuang di Palestina. (history/internationalaqsainstitute)

Hadirkan “Nasi Liwet Palestina (Maqlubah)” di sekolah, majelis, dan lingkungan tempat tinggal anda dengan menghubungi narahubung kami di 081 5800 5700 atau klik disini.

Komentar

Share this post