fbpx

Bangun Jalur Wisata Bawah Tanah, Israel Rusak Bangunan Islam di Al-Quds

Bangun Jalur Wisata Bawah Tanah, Israel Rusak Bangunan Islam di Al-Quds

Aqsainstitute.org – Baru-baru ini, Organisasi Elad Yahudi dan Otoritas Arkeologi Israel membuat sebuah lubang besar di bawah tembok al-Quds. Lubang tersebut menjadi salah satu upaya untuk memudahkan wisatawan Yahudi memasuki  Taman Nasional Ir. David di Silwan, dan menuju  daerah Taman Arkeologi dekat Tembok Buraq di Masjid al-Aqsha.

Surat kabar Israel, Haaretz mengatakan bahwa proyek pembangunan Taman Nasional Ir. David  yang dikelola Organisasi Elad telah menggali beberapa terowongan untuk menghubungkan jalur yang mereka sebut dengan ‘Jalan Peziarah’.

Saat ini ada dua terowongan yang tengah disempurnakan pengerjaannya oleh Zionis. Pertama jalur drainase di al-Quds yang yang berakhir di dinding Buraq. Kedua, terowongan  yang konon sudah digali  sejak zaman Bizantium  yang berakhir di Taman Arkeolog, dekat Tembok Buraq.

Baca juga: 4 Keputusan Persatuan Organisasi Yahudi Tanggapi Dibukanya Kembali Bab Ar-Rahmah

Sejak otoritas Israel mulai menguasai al-Aqsha pada tahun 1967, berbagai upaya penistaan dan ancaman dilakukan dengan berbagai bingkai, salah satunya penggalian terowongan di bawah dan sekitar masjid. Upaya penistaan tersebut tak lain adalah untuk mewujudkan misi mereka menguasai al-Aqsha dan membangun ‘kuil khayalan’ di atasnya.

Para arkeolog Yahudi sudah puluhan tahun melakukan kegiatan penggalian di bawah tanah dan sekeliling al-Aqsha dengan alasan mengungkap peninggalan sejarah Kuil Sulaiman yang mereka yakini. Namun, tak ada satu pun barang peninggalan yang mereka temukan. Berbagai kecaman pun datang dari berbagai pihak.

Untuk mempertahankan upaya penggalian tersebut, mereka berdalih membuat-buat penamaan versi mereka atau menghubung-hubungkan nama-nama peninggalan yang ada agar bernuansa dan beridentitas Yahudi. (history/internationalaqsainstitute)

Komentar

Share this post