fbpx

Penutupan ar-Rahmah Diperpanjang, Jemaah Muslim Tak Akan Gentar Datangi Al-Aqsha

Penutupan ar-Rahmah Diperpanjang, Jemaah Muslim Tak Akan Gentar Datangi Al-Aqsha


Kekalutan yang sebulan terakhir terjadi di al-Aqsha menuai banyak kecaman dari sejumlah pihak terutama dari umat Islam dunia.

Berbagai keputusan sepihak yang diterapkan Israel tentang Bab ar-Rahmah tak diindahkan oleh jemaah al-Aqsha, terutama yang tinggal di sekitar al-Quds.

Pengadilan Hakim al-Quds pada Ahad(17/03) menerima permintaan Kejaksaan Agung Israel untuk memperpanjang penutupan ar-Rahmah di Masjid al-Aqsha sampai 60 hari ke depan.

Dari kacamata Menteri Luar Negeri Palestina, keputusan tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi Israel di al-Aqsha.

Syekh Ikrimah Shabri, Ketua Lembaga Tinggi Islam, dalam Anadoulu Agency mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak sah dan tentunya tak patut untuk dipatuhi.

“Kami beranggapan bahwa Masjid Al-Aqsa tidak tunduk pada keputusan apa pun yang dikeluarkan oleh pengadilan Israel. Kami tidak akan mematuhi keputusan Israel apa pun yang terkait dengan Masjid Al-Aqsa.” ujarnya.

baca juga : 4 keputusan persatuan organisasi yahudi tanggapi dibukanya kembali bab ar-Rahmah

Masjid Bab ar-Rahmah pertama kali ditutup otoritas Israel pada tahun 2003. Ditutup karena dituding menjadi markas teroris dan kelompok radikal di Palestina.

Pada pertengahan Februari, keteguhan masyarakat Palestina khususnya yang berada di al-Quds berhasil membuka menggetarkan pasukan pendudukan dan berhasil membuka musala yang sudah enam belas tahun dikunci itu.

Tak terima dengan kemenangan tersebut, berbagai aksi disusun kaum Zionis mulai dari penahanan aktivis hingga penangkapan anggota Badan Wakaf Islam.

Pada Selasa (12/03), pihak Israel bahkan menutup seluruh gerbang al-Aqsha sehingga umat Islam tak bisa masuk dan salat di dalamnya.

Untuk beberapa waktu azan tak berkumandang di al-Aqsha. (history/internationalaqsainstitute)

Sumber: Palinfo, Middle East Monitor

Komentar

Share this post