4 Keputusan Persatuan Organisasi Yahudi Tanggapi Dibukanya Kembali Bab Ar-Rahmah

4 Keputusan Persatuan Organisasi Yahudi Tanggapi Dibukanya Kembali Bab Ar-Rahmah

Aqsainstitute.org- Dibukanya kembali Bab ar-Rahmah merupakan suatu kemunduran yang besar bagi kaum esktrimis Yahudi.  Menanggapi hal tersebut, Persatuan Organisasi Kuil menggelar pertemuan darurat pada Ahad (3/3) malam. Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah Robi dan aktivis organisasi Haikal Yahudi ini menghasilkan beberapa keputusan, antara lain:

Pertama, melakukan aksi akbar pada Kamis, 21 Maret 2019 untuk memasuki Musala ar-Rahmah serta menguasainya.

Kedua, bertekad membangun sinagog Yahudi di dalam lingkungan Musala Bab ar-Rahmah.

Ketiga, melakukan koordinasi terkait rencana aksi akbar yang akan dilaksanakan pada 21 Maret mendatang, yang bertujuan untuk menuntut pengusiran Badan Wakaf Islam dari Masjid al-Aqsa serta mengeluarkanya dari undang-undang Israel.

Keempat, mengumumkan kedaulatan Israel secara penuh terhadap Masjid al-Aqsha.

Baca juga: Al-Aqsha dalam Bahaya, Muslim Dunia Diseru untuk Siaga

Keempat keputusan ini kemudian dikirimkan ke berbagai partai politik Israel serta disebarluaskan melalui sejumlah akun media sosial. Mereka juga berjanji akan segera mengimplementasikan keputusan-keputusan tersebut.

Sementara itu, pihak keamanan Masjidil Aqsha mengingatkan, penjajah Israel terus berupaya mengambil alih kembali mushola Bab Rarahmah, lewat berbagai kebijakan deportasi terhadap sejumlah aparat pengamanan dan departemen wakaf Islam.

Dilansir dari Arab 48, Otoritas Israel memberi waktu sepekan kepada Dewan Wakaf untuk mempertimbangkan tuntutan mereka untuk kembali menutup Bab ar-Rahmah. Jika dalam seminggu tuntutan tersebut tak dipenuhi, mereka mengancam akan  menutupnya secara paksa.

Ketegangan akhir-akhir ini terjadi Masjid al-Aqsha menyusul aski muslim Palestina di al-Quds yang berhasil mengoyakkan pertahanan pasukan otoritas hingga akhirnya bisa membuka kembali Musala Bab ar-Rahmah yang telah ditutup Zionis Israel selama enam belas tahun lamanya. (history/internationalaqsainstitute)

 

Sumber: Palinfo, Arab 48

Komentar

Share this post