Al-Aqsha dalam Bahaya, Muslim Dunia Diseru untuk Siaga

Al-Aqsha dalam Bahaya, Muslim Dunia Diseru untuk Siaga

Menanggapi kekacauan yang akhir-akhir ini terjadi di al-Aqsha Syekh Abdul Adzim Salhab, Kepala Departemen Wakaf Islam (tengah) menyeru muslim dunia untuk bersiaga. (Foto: Al-jazeera)

Aqsa Institute, Palestina– Syekh Abdul Adzim Salhab, Kepala Departemen Wakaf Islam menegaskan, bersiaga dan berjaga di Masjidil Aqsha merupakan langkah terbaik sebagai upaya melindunginya. Beliau menegaskan, penutupan Gerbang ar-Rahmah (Gerbang Timur Al-Aqsha) merupakan penodaan dan penistaan terhadap kehormatan masjid.

Jum’at (15/2), pasukan Zionis menutup Gerbang ar-Rahmah dengan pagar besi.  Ketegangan pun sempat terjadi antara pasukan Zionis dengan muslim Palestina yang menuntut hak mereka memasuki kawasan ar-Rahmah dan kawasan lain di Masjid al-Aqsha (18/2). Puluhan  pemuda terluka, dan sejumlah peserta aksi ditangkap dan diinterogasi.

Gerbang ar-Rahmah ditutup otoritas Israel pada sejak Jumat (15/2).
(Sumber: Palestine News Network)

Meski saat ini gerbang telah kembali dibuka serta diperbaiki Departemen Wakaf, pasukan Zionis tetap memberikan pengawasan ketat terhadap jemaah muslim yang hendak salat di kawasan ar-Rahmah.

Seruan juga datang dari Ust. Ahmad Musyaffa, tim peneliti IAI ( International Alqsa Institute).

“Pintu ini (Gerbang ar-Rahmah ) akan dijadikan jalan baru bagi Zionis Israel untuk kuasai Masjid Al-Aqsha. Serukan kepada seluruh umat Islam dunia, al-Aqsha dalam bahaya”, ungkapnya.

Baca juga: Polisi Israel Aniaya Direktur Al-Aqsha

Selain penutupan gerbang, sejumlah Murabithah (wanita penjaga al-Aqsha) juga ditangkap dengan tuduhan menghalangi tugas kepolisian dan kunjungan para pemukim Yahudi. Salah satu Murabithah yang ditangkap yaitu  Hanady Halawani dan Khadijah Khuwais. Mereka juga dilarang memasuki Masjid al-Aqsha selama beberapa pekan.

Selama gerbang ditutup, jemaah muslim melaksanakan ibadah salat di luar gerbang ar-Rahmah.
(Sumber: Palestine News Network)

Hanady Halawani dan Khadijah Khuwais selama ini aktif menyuarakan pembebasan Al-Aqsha kepada masyarakat dunia. Hanady bahkan pernah datang ke Indonesia dan menularkan semangat perjuangan.

Seperti yang diserukan Syekh Salhab dan Ust. Ahmad Musyaffa, tak ada waktu untuk lalai dan berleha-leha. Al-Aqsha dala bahaya, saatnya bersatu, berjaga dan bersiaga.  (history/internationalaqsaintitute)

Sumber: Palinfo, Wafa

Komentar

Share this post