fbpx

Sebagai Upaya Yahudisasi, Masjid-masjid ini Telah Diubah Menjadi Museum

Sebagai Upaya Yahudisasi, Masjid-masjid ini Telah Diubah Menjadi Museum

Masjid Agung BeerSheeba Abad ke -19. (Sumber: Palestine Remembered)

Masjid Agung BeerSheeba Abad ke -19. (Sumber: Palestine Remembered)

Aqsa Institute, Palestina – Upaya yahudisasi Al-Quds terus digencarkan otoritas Israel di berbagai wilayah Palestina, terutama di Al-Quds. Kali ini, episode baru yahudisasi telah hadir dengan upaya mengubah masjid menjadi museum. Selain menguatkan nuansa keyahudian, upaya-upaya tersebut juga bertujuan untuk menghilangkan identitas Islam di Al-Quds yang dianggap secara sepihak sebagai ibukota Israel.

Berikut ini merupakan masjid-masjid yang kini telah berubah fungsi menjadi museum Yahudi.

 

1.Masjid Jami’ Al-Bahr, Tiberias

Di pekan pertama bulan Februari 2019 ini, otoritas Israel telah memulai rencananya untuk mengubah Masjid Jami’ Al-Bahr menjadi museum Yahudi. Sejumlah buldoser dengan roda rantainya menderu, menerobos masuk ke dalam aula masjid tak peduli dengan kesucian dan kemuliaan tempat tersebut.

Foto Masjid Jami’ Al-Bahr atau Masjid Agung al-Jisr di Tiberias. (Sumber: Palinfo)

Foto Masjid Jami’ Al-Bahr atau Masjid Agung al-Jisr di Tiberias. (Sumber: Palinfo)

Sebelumnya, otoritas pendudukan berupaya mengalih fungsikan masjid menjadi kafe dan bar. Padahal, mereka telah menyepakati perjanjian dengan Komisi Kebebasan Komite Pemantau Tinggi untuk tidak mengubah fungsi tempat ibadah tersebut.

 

2. Majid Qal’ah, Al-Quds

Masjid Qal’ah terletak di dalam benteng kawasan kampung lama, Yerussalem, di Perempatan Armenia. (Sumber: Islam Institute)

Masjid Qal’ah terletak di dalam benteng kawasan kampung lama, Yerussalem, di Perempatan Armenia. (Sumber: Islam Institute)

Hal serupa terjadi pada  Masjid Qal’ah (Benteng) yang berada di Al-Quds. Masjid yang dibangun oleh Sultan al-Nashir Muhammad bin Qalawun pada 1310 M ini diubah menjadi Museum Benteng Dawud. Israel menguasai masjid sejak Perang 1967.

Baca juga: Al-Aqsha Kembali Dinodai, Israel Membuka Pusat Yahudisasi di Selatan Masjidil Aqsha

Masjid Qal’ah menjadi saksi sejarah penting kejayaan dinasti Islam di Palestina. Pada 1532, Pemerintah Ottoman, merenovasi masjid ini dan menambahkan menara azan. Namun  kini, suara azan tak lagi menggema melewati celah-celah menara tersebut.

 

3. Masjid Agung Beer Sheba

Masjid agung yang kini beralih fungsi menjadi museum Beersheba. (Sumber: Britanicca)

Masjid agung yang kini beralih fungsi menjadi museum Beersheba. (Sumber: Britanicca)

Israel memberikan “kado pahit” pada akhir tahun 2011 lalu kepada Palestina dan umat Islam di seluruh dunia. Otoritas Israel mengubah Masjid Agung di kota Beer Sheba menjadi museum Yahudi.

Masjid Agung di Beer Sheba dibangun pada 1906 pada masa pemerintahan Khilafah Utsmaniyah dengan partisipasi warga Nagev. Pada 1948, Beer Sheba jatuh ke tangan penjajah Israel.

Berbagai upaya yahudisasi telah terjadi di Al-Aqsha. Penyerbuan, penggalian, hingga pembukaan pusat Yahudi kian gencar dilakukan. Kiblat pertama kita, Masjid Al-Aqsha, bisa jadi bernasib serupa apabila kita hanya berdiam diri tak menunjukan aksi nyata.

Al-Aqsha adalah tanggung jawab kita bersama. Kebebasannya merupakan suatu keniscayaan yang telah dijanjikan. Tentukanlah posisimu kawan! Menjadi generasi pembebas yang hebat atau hanya sekedar penikmat. Keduanya tentu berbeda di mata Sang Kuasa.   (history/internationalaqsanstitute)

 

Sumber: Palinfo, Paletine Remembered

Komentar

Share this post