fbpx

Memaknai Mundurnya Militer Zionis dari Jalur Gaza

Memaknai Mundurnya Militer Zionis dari Jalur Gaza

Oleh : Zaenal Masduqi.

Aqsainstitute.org – Adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan bahwa militer Zionis mundur dan keluar dari Gaza tahun 2005 bersama 7000 penduduk sipilnya.

Dalam konteks konflik Zionis Israel VS Palestina, hal tersebut merupakan peristiwa yang pertama kali terjadi setelah mencaploknya pada perang Arab-Israel pada tahun 1967. Bila dilihat dari sejarah konflik dengan Arab, maka mundurnya Zionis dari tanah jajahan Gaza adalah yang ketiga, pertama diawali dengan mundurnya mereka dari Gurun Sinai setelah babak belur dihajar militer Mesir dan Suriah pada perang Yom Kipur tahun 1973.

Kedua, mundurnya mereka dari Libanon Selatan setelah tempat itu tidak lagi menguntungkan bagi pertahanan dan mendapatkan Perlawanan sengit dari Hizbullah pada tahun 2000.

baca juga : Mengikhlaskan Perjuangan Membela Palestina untuk Allah Semata

Kembali ke persoalan mundurnya Zionis dari Gaza. Bila ditanya mengapa hal itu bisa terjadi ? Jelas akan ada jawaban yang tidak tunggal. Tulisan sederhana dan singkat ini hanyalah satu perspektif dalam membuka cakrawala tabir mengapa hal itu bisa terjadi?

Perlawanan bagi sebuah daerah terjajah terhadap penjajahnya adalah sebuah kewajiban, walaupun hanya dengan sebuah batu dan sebilah pisau yang berakibat pada hilangnya nyawa karena yang dihadapinya adalah senapan mesin otomatis nan canggih. Namun bermula dari batu dan pisau inilah serta seiring dengan waktu berubah menjadi AK-47, Kalashinof, bom syahid, rudal, roket, peluru anti tank dan pesawat yang membuat penjajah terkaget-kaget bahkan dunia karena roket-roket tersebut telah berhasil membuat hidup penjajah tidak nyaman.

Gemuruh dan sumber daya perlawanan terhadap penjajah yang melimpah inilah yang ditata secara apik oleh Gerakan Perlawanan Islam HAMAS yang berujung pada mundur nya Zionis dari Jalur Gaza tahun 2005.

Sejak tahun itulah Gaza secara de-pacto merdeka, tidak ada lagi lalu lalang tentara Zionis yang memeriksa di pos-pos militer dan tiap kali Zionis menyerang Gaza maka faksi perlawanan akan membalas dan menghadang.

baca juga : Al-Aqsa Barometer Umat: Kajian Sejarah Al-Aqsa dari Nabi Adam Hingga Akhir Zaman

Hikmah hengkangnya Zionis dari Gaza walaupun baru sebatas de-facto meningkat nya kemampuan dan taktik tempur faksi perlawanan dari mulai menangkap tentara penjajah dan menjadikannya alat barter dengan 1050 tahanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara Zionis hingga uji lab terhadap roket-roket miliknya supaya mempunyai kemampuan daya tempuh 75-160 KM bisa menjangkau kota-kota Zionis yang terjauh sekalipun, hal itu dibuktikan dalam perang 2014 dan daya rusak yang hebat.

Dengan paparan di atas sebenarnya negara Zionis yang diakui kekuatan militernya tetap dalam posisi terancam dan bisa jadi akan meninggalkan daerah-daerah jajahannya di Palestina terutama yang berbatasan dengan Gaza. Kalau sudah demikian tak perlu lagi dunia mengutuk dan tak butuh lagi PBB mengeluarkan resolusi. Mukjizat kemenangan akan turun bila segala pengorbanan untuk mencapainya telah ditumpahkan. Pencabutan blokade atas Gaza dan kemerdekaan Palestina tinggal menunggu waktu. Semoga…
Demangan Yogyakarta, 17 Januari 2019.

Komentar

Share this post