fbpx

Kiamat di Pelupuk Mata: Umar Abdul Aziz sebagai Pembaharu Agama Pertama

umar-bin-abdul-aziz

Kiamat di Pelupuk Mata: Umar Abdul Aziz sebagai Pembaharu Agama Pertama

Aqsainstitute.org Di antara Bisyârât nabawiyyah (tanda-tanda akhir zaman dalam hadis Rasulullah Saw.) adalah, diutusnya seorang atau sekelompok orang yang akan memperbaharui Islam, setiap 100 tahun.

Diriwayatkan dari Abu Dawud dalam bukunya, Sunan Abu Dauud, diceritakan dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. bersabda;

Sesungguhnya Allah senantiasa mengutus kepada umat ini, setiap 100 tahun, orang yang akan memperbaharui urusan agamanya.” (HR. Abu Dawud).

Mereka akan memperbaharui urusan agama, sehingga jalan menuju Allah Swt.tidak terhenti, meskipun kondisi dan iklim selalu berubah. Banyak ulama berpendapat bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah termasuk para pembaharu.

Baca juga: Karakteristik  Umat yang Dimenangkan Hingga Hari Kiamat

Diceritakan dari Nafi’, bahwa Ibnu ‘Umar r.a. berkata, aku mendengar dari Umar bin Khattab r.a. berkata; sesunguhnya dari keturunanku akan ada laki-laki yang wajahnya“syin”, kemudian memenuhi negeri dengan keadilan. Nafi’ berkata dari depannya, “tidaklah aku melihat kecuali itu ada pada Umar bin Abdul Aziz.” Diriwayatkan juga dari Sa’id bin Al-Musayib dan Na’im bin Hamad.

kiamat di pelupuk mata

Meski hanya sebentar, kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz pada masa Dinasti Umayyah terbilang sangat berhasil. Ia mampu mengembalikan makna khilafah sesuai pemahaman yang benar dengan mengikuti petunjuk Rasulullah Saw.

Beliau menerapkan sistem musyarawah untuk menentukan kepemimpinan, tanpa ada rasa ambisi mendapatkan jabatan kepemimpinan tersebut. Ketika tiba saatnya dibacakan wasiat dari pemimpin sebelumnya (yang masih keluarganya), Umar bin Abdul Aziz lah yang dinobatkan sebagai pemimpin. Namun, beliau langsung mengajukan pengunduran diri dan menyerahkan penentuan kepemimpinan kepada musyawarah. Setelah dilakukan musyawarah, hasil musyawarah mufakat pun tetap memilih Umar bin Abdul Aziz sebagai pemimpin. Umar bin Abdul Aziz dikenal menghapus sistem kepemimpinan berdasarkan keturunan.

Baca juga: Erdogan: Palestina Akan Berjaya Selama Muslim Terus Membela Hak, Keadilan, dan Kebebasan

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal menjelaskan tentang hadis yang berkaitan dengan para pemabaharu, beliau berpendapat bahwa masa 100 tahun pertama adalah Umar bin Abdul Aziz, sedangkan 100 yang kedua adalah Imam Asy-Syafi’i.

Ibnu Taimiyah memberikan komentar tentang hadis Islam yang asing, “Begitulah Islam, datang seperti secara asing, kemudian menjadi kuat hingga tersebar. Keasingan ini juga terjadi di wilayah dan waktu tertentu, kemudian Allah menegakkannya, seperti kepemipinan Umar bin Abdul Aziz. Banyak orang merasa asing dengan Islam, sampai-sampai mereka tidak mengenal kekharaman khamar. Maka Allah memenangkan yang sebelumnya dianggap asing”. (history/internationalaqsainstitute)

Sumber: Kiamat di Pelupuk Mata karya karya Prof. Dr. Muraweh Mosa Nassar

Komentar

Share this post