fbpx

8 Fakta Menarik yang Jarang Diketahui tentang Masjid Al-Aqsha

Masjid Al-aqsha

8 Fakta Menarik yang Jarang Diketahui tentang Masjid Al-Aqsha

Aqsainstitute.org

  1. Imam Al-Ghazali Pernah Tinggal dan Menulis Mahakarya Di Sana

Abu Hamid Al-Ghazali (Imam Al-Ghazali), seorang Tokoh terkemuka dalam kancah filsafat dan tasawuf, pernah tinggal di Al-Aqsa selama beberapa waktu. Beberapa sejarawan menyebutkan bahwa Abu Hamid merupakan salah satu Muslim paling berpengaruh dalam sejarah sejak zaman Nabi Muhammad Saw.

Di sana, ia menulis bukunya Ihyaa Ulum Ad-Diin (Kebangkitan Ilmu Agama), yang secara luas dianggap sebagai salah satu karya terbesar dalam literatur Islam serta menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca Umat Islam di dunia.

  1. Memiliki Harta Karun Manuskrip dalam Perpustakaan Khusus

Perpustakaan Al-Aqsha didirikan pada tahun 1923 oleh Dewan Legislatif Muslim Tertinggi. Ini merupakan perpustakaan dengan koleksi manuskrip berharga dan karya yang diterbitkan dalam studi Islam dan Arab.

  1. Tempat Nabi Saw. Diangkat Ke Langit, dan Mengimami Para Nabi

Dalam peristiwa Isra Mi’raj, sebagai salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, Nabi Muhammad Saw., diangkat ke langit dan menerima perintah salat untuk pertama kali dari Allah Swt.

Tak hanya itu dalam peristiwa yang sama, dengan seizin Allah Masjid Al-Aqsha juga menjadi tempat Nabi Saw. mengimami para Nabi meski pun mereka telah wafat.

  1. Pernah Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Pada masa kependudukan Romawi, kompleks Al-Aqsha pernah menjadi tempat pembuangan sampah. Ketika itu umat Yahudi tidak diperbolehkan tinggal di kota tersebut. Setelah Umar bin Khatab berhasil membebaskan kota dari Romawi, barulah dilakukan perawatan.

  1. Kiblat Pertama Umat Islam

Al-Aqsha merupakan satu dari tiga masjid suci dalam Islam, selain Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi. Hari ini, Ka’bah menjadi poros arah bagi setiap Muslim dalam melaksanakan ibadah salat (kiblat).

Jauh sebelum itu, Al-Quds menjadi kiblat pertama muslim di dunia dalam menunaikan salat. Selanjutnya, Nabi Muhammad Saw. memerintahkan untuk memindahkan arah kiblat ke Ka’bah di Masjid Al-Haram, Kota Mekkah.

  1. Bukan Hanya Terdiri dari Satu Bangunan Masjid
Masjid Al-Aqsha

          Suasana salat Jumat di Masjid Al-Aqsha, Palestina. (Foto: Maan News)

Bukan hanya terdiri dari satu bangunan masjid, Masjid Al-Aqsha merupakan sebuah kompleks masjid yang di dalamnya terdapat beberapa tempat salat, tempat belajar, perpustakaan, dan lain sebagainya.

PBB akhirnya menyematkan Istilah Al-Haram Ash-Sharif (The Noble Sanctuary) kepada Masjid Al-Aqsha sebagai upaya menghinari kebingungan.

  1. Kubbah Ash-Sakhrah Sering Disebut Masjid Al-Aqsha

Banyak orang keliru mengenai mana yang disebut dengan Masjid Al-Aqsha. Kubbah Ash-Sakhrah dengan ciri khas kubah emasnya sering kali dianggap sebagai Masjid Al-Aqsha.

Kubah masjid juga dikatakan menjadi kubbah pertama dalam arsitektur Islam,yang pada akhirnya kubah menjadi menjadi ciri pokok masjid-masjid di seluruh dunia.

  1. Menjadi Saksi Perjuangan Palestina

Sebelum diduduki otoritas Zionis, yaitu sejak masa Romawi dan Yunani, Al-Aqsha memang tak lepas dari upaya perebutan bahkan penghancuran. Pada tahun 700-an, Masjid Al-Aqsha pun pernah diguncang gempa bumi sehingga mengalami kerusakan yang parah.

masjid Al-aqsha

                                                    (Foto: Al-Ghad Press)

Sejak Israel mulai menduduki Kota Al-Quds sejak tahun 1967, berbagai peristiwa berdarah pun rawan terjadi di sana. Yang menjadi korbannya tak lain merupakan masyarakat Palestina yang berupaya mempertahankan masjid sucinya dari tangan zalim Zionis. (history/internationalaqsainstitute)

Komentar

Share this post