fbpx

Baitul Maqdis dan Misteri Hari Kiamat

Baitul Maqdis dan Misteri Hari Kiamat

Baitul Maqdis dan Misteri Hari Kiamat

“Dari Auf bin Malik berkata, aku mendatangi Rasulullah Saw. saat perang Tabuk dan beliau berada di kubah yang terbuat dari kulit, kemudian beliau bersabda, “Hitunglah enam tanda hari Kiamat; kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, dua kematian yang menimpa kalian seperti kambing, melimpahnya harta sehingga seorang diberi 100 dinar tetap marah tidak rela, fitnah yang masuk ke setiap rumah masyarakat Arab tanpa kecuali, perdamaian antara dan bangsa kulit kuning (Romawi), kemudian mereka mengingkari dan menyerang kalian dari 80 arah, setiap arah terdapat 12000 pasukan.” (H.R Bukhari: 3176)

Aqsainstitute.org -Hadits ini mengabarkan beberapa pertistiwa akhir zaman, sebelum datangnya hari Kiamat.  Di antaranya adalah kebebasan Baitul Maqdis. Ini menjadi berita gembira bagi bangsa Palestina dan kaum Muslimin pada umumnya bahwa apa yang sedang dialami kota suci umat Islam tersebut akan segera berakhir. Penderitaan bangsa Palestina akan segera selesai, dan perjuangan mereka akan menuai hasil dengan kemenangan yang nyata, kejayaan kembai untuk Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.

Baca juga: Syam Menjadi Parameter Tingkat Keimanan Umat Islam

Meski begitu, kapan terjadinya hari Kiamat (Kiamat Kubra) memang selalu menjadi misteri. Akan tetapi, tanda-tanda serta rentetan kejadian menuju hari tersebut banyak dijelaskan Rasulullah Saw. dalam berbagai keterangan.

Satu hal yang menarik, seluruh rentetan dan tanda-tanda datangnya hari Kiamat ternyata sangat berkaitan dengan Masjid Al-Aqsha dan Baitul Maqdis. Mulai dari peristiwa turunnya Imam Mahdi, kembalinya Khilafah Islamiyah, dilanjutkan dengan proses turunnya Nabi Isa di Menara Putih Damaskus, serta memuculnya Dajjal danYa`juj Ma`juj.

Sebagian dari kita mungkin bertanya, apa hubungannya Baitul Maqdis dengan semua rentetan tersebut? Benarkah Baitul Maqdis hanya akan bebas saat Hari Kiamat? Atau benarkah seluruh manusia akan dikumpulkan di Baitul Maqdis pada Hari Kiamat?

Kiamat di Pelupuk Mata

Sebuah mahakarya dari Syekh Muraweh Moussa, seorang ulama Palestina yang diterjemahkan oleh International Aqsa Institute (IAI) dengan tajuk “Kiamat di Pelupuk Mata”akan mengupas tuntas rentetan fenomena kejadian akhir zaman, bersumber dari Alquran dan Sunnah Nabawiyah yang shahih.

Bagi orang beriman, hari Kiamat adalah keyakinan mutlak. Semua meyakini bahwa hari itu pasti akan datang dan tidak ada tawar menawar lagi di dalamnya.

Maka dengan mengetahui tanda-tandanya,  tentu akan semakin mengokohkan keimanan, meningkatkan ibadah demi berbekal maksimal menuju akhirat, serta lebih serius menjalani kehidupan dunia yang fana ini. (history/internationalaqsainstitute)

Mari hadirkan “Bedah Buku Kiamat di Pelupuk Mata”  bersama International Aqsa Institute di kota-kota seluruh Indonesia.

Informasi kajian dan pembelian buku “Kiamat di Pelupuk Mata”: 0813 5800 5700

Komentar

Share this post