fbpx

Sikap terhadap Permasalahan Al-Aqsha: Memahami Prahara Palestina

Permasalahan Palestina

Sikap terhadap Permasalahan Al-Aqsha: Memahami Prahara Palestina

Aqsainstitute.org -Memahami permasalahan Palestina menjadi salah satu sikap terhadap permasalahan yang kini terjadi pada Masjid Al-Aqsha.

Hal utama yang perlu diketahui  adalah apa yang sebenarnya tengah menimpa Pelestina. Jangan sampai seseorang telah mengorbankan jiwa dan hartanya tapi tidak tahu untuk apa ia melakukan semua itu.

Lalu apa yang perlu kita pahami tentang perjuangan mulia ini?

Pertama,  perlu dipahami bahwa memahami permasalahan Palestina tidak saja berbicara masalah politik, tapi lebih mendasar dari itu, yakni masalah ideologi. Sesama umat islam sudah sewajarnya menolong saudaranya yang tertindas di wilayah lainnya. Dengan demikian, tidak adalagi perbedaan wilayah di atas tanah Palestina itu sendiri. Setiap jengkalnya telah menjadi kaum muslim sejak tahun 16H . Oleh Karena itu setiap jengkalnya pula saat itu sudah selayaknya dibebaskan.

Kedua, mengetahui pentingnya mengembalikan Al-Aqsha ke pangkuan umat Islam. Adapun di antara kemuliaan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Nama Masjid al-Aqsha disebutkan secara tekstual dalam kitab suci Alquran, yaitu surat Al-Isra ayat 1 yang menjelaskan tentang peristiwa Isra dan Mi’raj-nya Nabi Muhammad Saw.
  2. Masjid al-Aqsha berada di tanah yang disucikan (al-Ardh al-Muqaddasah), seperti yang termaktub dalam surah Al-Maidah ayat 21.  Ibnu Abbas ra. Menjelaskan bahwa tanah tersebut menjadi suci karena telah dibersihkan dari kesyirikan dan menjadi tempat tinggal para nabi dan rasul serta orang-orang mukmin
  3. Allah memerintahkan umat Islam untuk memasuki masjid ini dalam keadaan taat
  4. Tanah yang disucikan ini akan diwariskan kepada kaum yang tertindas tapi sabar (Surah Al-A’raf ayat: 137)
  5. Negeri-negeri yang diselamatkannya para nabi dan rasul dari umatnya

“Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (Q.S Al-Anbiya: 71)

  1. Tempat yang penuh keberkahan di dalamnya

“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya,…..” (Q.S Saba ayat 18)

  1. Masjid a-Aqsha adalah kiblat pertama kaum muslimin, yang pernah menyatukan berbagai ragam warna kulit, bahasa, dan ras.
  2. Menjadi tempat Nabi Muhammad melakukan Isra dan Mi’raj
  3. Tempat berkumpul dan dibangkitkannya manusia dan jin di hari kiamat nanti. Diriwayatkan dari Maimunah, ia berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, Wahai Rasululullah berikanlah kami fatwa tentang Baitul Maqdis, Rasulullah Saw. pun bersabda ‘Ia adalah tempat berkumpul, tanah tempat membangkitkannya makhluk”

Baca juga: Mengikhlaskan Perjuangan Membela Palestina untuk Allah Semata

Ketiga, memahami karakter Zionis Isael, yaitu pembohong, pengkhianat, pelanga janji , rasis, sombong, memfitnah, dan mendramatisir hal-hal sepele.

Dengan memahami tiga unsure di atas, maka tak ada lagi alasan untuk tetap berpangku tangan membiarkan penjajahan merajalela di tanah suci milik umat Islam itu. Semoga semakin tumbuh dalam diri umat Islam ghiroh Islam yang berimpilkasi pada perjuangan pembebasan al-Aqsha dan tanah Palestina. (history/internationalaqsainstitute)

Sumber: Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha oleh ASPAC for Palestine

Komentar

Share this post