Bagaimana Rasulullah Saw. Mengimami Para Nabi dan Rasul di Masjid Al-Aqsha Sementara Mereka Telah wafat?

Nabi Muhammad mengimami nabi dan Rasul

Bagaimana Rasulullah Saw. Mengimami Para Nabi dan Rasul di Masjid Al-Aqsha Sementara Mereka Telah wafat?

Aqsainstitute.org – Allah Swt. memberikan kemuliaan Masjid- al-Aqsha dengan salatnya Rasulullah Muhammad Saw. sebagai imam dari para nabi dan rasul ketika malam Isra dan Mikraj.

“Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jemaah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri salat. Dia lelaki tinggi kekar  seakan-akan ia termasuk suku Sanu’ah. Dan ada pula Isa bin Maryam ‘alaihissalam sedang berdiri salat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi. Adapula Ibrahim ‘alaihissalam sedang berdiri salat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai salat, ada yang berkata (Jibril): “Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!” Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam” (HR Muslim)

Jelas dikatakan dalam hadis di atas bahwa Rasulullah Saw.  mengimami  para nabi dan rasul ketika malam Isra di Masjid al-Aqsha. Lantas bagaimana beliau mengimami salat sedangkan para nabi dan rasul tersebut telah wafat dan bertemu mereka di langit ?

Para ulama pensyarah hadis dalam kitab mereka memberikan kemungkinan-kemungkinan jawaban atas pertanyaan tersebut, di antaranya sebagai berikut:

a. Mukjizat dari Allah Swt.

Ayat pertama surat Al-Isra, Allah SWT memulai firman-Nya dengan kalimat سُبْحَانَ, yang berarti Mahasuci Allah. Syekh asy-Sya’rawy, salah seorang ahli tafsir abad ke-20 M mengatakan bahwa setelah kata سُبْحَانَ, Allah akan menunjukan suatu mukjizat yang di luar batas kemampuan manusia. Maka dari itu, peristiwa Rasulullah yang mengimami para nabi yang walau pun sudah wafat bisa saja terjadi  .

Baca juga: Mengapa Nabi Muhammad Bermi’raj di Masjid Al-Aqsha dan Bukan di Masjid Al- Haram?

b. Nabi dan Rasul Selalu Berada di Sisi Allah Swt.

Dalam beberapa ayat dalam Alquran, Allah menyatakan bahwa orang-orang yang mati syahid di jalan Allah Swt. itu tetap hidup di sisi-Nya, seperti tertulis dalam surat Al-Baqarah: 154 dan surat Ali-Imran: 169. Kedudukan nabi dan rasul melebihi kedudukan para syuhada di sisi Allah. Salat mereka bersama Rasulullah tentu atas seizing Allah pula.

c. Nabi Musa Lebih Dulu Sampai di Langit

Nabi Muhammad Saw. ketika melihat Nabi Musa As berada di sisi kuburannya yang terletak di  bukit pasir merah ketika sebelum Nabi Musa naik ke langit dan sedang dalam perjalanan ke Bait Al-Maqdis . Kemudian ketika Rasulullah mikraj, Beliau Saw. telah mendapati Musa lebih dulu sampai di langit.

d. Bentuk Ta’dzim

Pertemuan Nabi Muhammad Saw. dengan para nabi dan rasul lainnya adalah pertemuan yang pertama kali. Pertemuan ini tidak disia-siakan dengan salatnya beliau sebagai imam bersama mereka. Oleh karenanya, mereka bertanya kepada Rasulullah tentang tujuan kepergiannya, dan memberikan ucapan selamat kepadanya.

Baca juga: Cinta Rasulullah, Cinta Al-Aqsha

e. Terjadi Setelah Rasulullah Kembali dari Sidratul Muntaha

Kumpulnya para nabi dan rasul serta salat mereka bersama Rasulullah terjadi setelah kembalinya beliau dari sidratulmuntaha.

Itulah beberapa jawaban yang dikemukakan para ulama tentang salatnya Rasulullah sebagai imam terhadap para nabi dan rasul lainnya walaupun mereka telah wafat. (history/internationalaqsainstitute)

Sumber: Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha oleh ASPAC for Palestine

Komentar

Share this post