fbpx

Keistimewaan Letak Masjid Al-Aqsha dengan Masjid Al-Haram

Keistimewaan Letak Masjid Al-Aqsha dengan Masjid Al-Haram

Aqsainstitute.org – Telah kita ketahui bahwa Al-Aqsha bukan hanya masjid yang berada di sebelah selatan (Qibli) saja, bukan pula hanya masjid berkubah emas (Qubbatush Shakhrah), tetapi seluruh bangunan yang berada dalam pagar termasuk dalam bagian Masjid Al-Aqsha.

Bukan hanya tempat solat, di dalamnya juga terdapat halaman, menara, sekolah, tempat talaqqi (menuntut ilmu) di atas perataran batu dengan berbagai bentuk dekorasi dan ornamen dari berbagai masa.

Keterangan: Mashthabah (teras batu) yang berfungsi sebagai talaqqi (tempat menuntut ilmu). (Foto: ASPAC)

Al-Haram dan Al-Aqsha

Kakbah di Masjidil Haram kini menjadi kiblat umat islam, setelah turun perintah Allah surat Al-Baqarah ayat 144.

”Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (taurat dan Injil) memang mengbetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Masjid Al-Haram dengan Masjid Al- Aqsha memiliki keistimewaan yang melebihi masjid lain. Selain banyak terjadi peristiwa bersejarah di sana, keistimewaan lainnya yaitu mengenai bentuk dan struktur bangunan.

Baca juga: Nama-Nama Tempat Shalat di Masjidil Aqsha

Pada tahun 2005, Dr. Haitsam Ar-Rathruth, seorang peneliti Palestina, menyampaikan hasil penelitiannya tentang struktur Masjid Al-Aqsha dalam majalah “Dirasat Bait Al-Maqdis Al-Akadimiyah”.

Pertama

                                             Keterangan: Foto Kompleks Masjidil Aqsha

Secara struktur bangunan, Masjid Al-Aqsha menghadap ke arah tenggara di mana Kakbah di Mekah berada. Dari awalpembangunannya,  posisi tersebut tidak pernah berubah. Hal tersebut menujukan bahwa Kakbah adalah kiblat terakhir umat. Selain itu, struktur tersebut juga memperkuat pendapat bahwa pembangun Kakbah dan Masjid Al-Aqsha adalah orang yang sama,yaitu Nabi Adam AS.

Kedua

Terdapat kesamaan bentuk antara bentuk asli Kakbah ketika dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan Masjid Al-Aqsha pada abad ke-7. Perbedaan hanya pada ukuran panjang dan lebarnya saja. Namun jika dilihat dari sudut-sudutnya, rasio kedua masjid tersebut sama.

                                   Keterangan: Foto Kakbah pada tahun 1954 (Republika)

Hal tersebut karena ketika Kakbah dibangun pada masa Nabi Ibrahim, bentuknya tidak seperti yang kita lihat saat ini. Bentuk Kakbah pada masa itu menyerupai persegi panjang, bukan kubus.(history/internationalaqsainstitute)

 

Sumber: Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha, oleh ASPAC for Palestine

Komentar

Share this post