fbpx

Cikal Bakal Meletusnya Intifadah (Perlawanan Rakyat Palestina)

Cikal Bakal Meletusnya Intifadah (Perlawanan Rakyat Palestina)

AqsaInstitute.org – Apa itu Intifadah?

Intifadah berasal dari bahasa Arab nafadha yang berarti menentang, pemberontakan, gerakan, atau goncangan.  Dalam konteks kepalestinaan, Intifadah diartikan sebagai perlawan bangsa Palestina terhadap penjajahan yang dilakukan Israel.

Gerakan ini muncul bersamaan dengan melemahnya perlawanan secara fisik oleh faksi-faksi Palestina, dan lebih memilih untuk melakukan perundingan sebagai solusi. Pilihan tersebut menumbuhkan kekecewaan di tengah masyarakat Palestina. Mereka meyakini bahwa negosiasi bukanlah pilihan yang tepat untuk menghadapi  penjajahan.

Intifadah I

Dalam sejarah Palestina, Intifadah terbagi menjadi dua peristiwa. Intifadah I (Al-Intifadhah Al-Mubarokah) yang terjadi pada tahun 1987-1993, dan Intifadah II  (Intifadah Al-Aqsha) pada tahun 2000-2001.

Dalam 13 bulan pertama Intifadah I, setidaknya 332 warga Palestina dan Israel terbunuh. Mayoritas korban adalah warga sipil, pemuda dan anak-anak.

Awal Mula Meletusnya Intifadah I

Operasi pesawat layang oleh Khalid Akram pada tanggal 25 November menjadi cikal bakal meletusnya Intifadah I. Khalid merupakan salah seorang petinggi dari Gerakan Front Rakyat (Al-Jabhah Asy-sya’biah) yang berani melakukan aksi berbahaya dengan menerbangkan pesawat tersebut dan menyerang kamp militer Israel yang bernama Jabyur.

Pesawat layang ini tak mampu dideteksi radar, sehingga berhasil menembus wilayah Israel dan menembak mati enam tentaranya. Selain itu, delapan tentara lainnya juga ikut terluka. Ia sendiri akhirnya syahid dalam peristiwa heroik tersebut.

Peristiwa ini seolah memompa kembali semangat perjuangan dalam jiwa rakyat Palestina, untuk melawan kekejian perlakuan Zionis Israel.

Faktor Pemicu Lainnya

Selain itu terdapat faktor-faktor lain yang menjadi penyebab tercetusnya Intifadah:

  1. Buruknya politik yang diterapkan oleh pihak administratif Israel setelah menginvansi bagian selatan Lebanon, politik perobohan rumah, pengusiran, pemindahan penduduk, dan penangkapan sewenang-wenang.
  2. Keputusan Israel yang menyebabkan kerugian Tepi Barat dan Jalur Gaza secara ekonomi sehingga menjadikan Gaza dan Tepi Barat sebagai pasar dari barang-barang produksi Israel.
  3. Bangsa Palestina memiliki ketergantungan dalam hal ketenagakerjaan dan ekonomi terhadap Israel, sehingga banyak dari pekerja Palestina bertugas sebagai pegawai di dalam kota dan pemukiman Yahudi. Hal tersebut dilakukan dengan terpaksa karena minimnya peluang kerja dan merebaknya pengangguran di Palestina.
  4. Berkembangnya Yahudi radikal dan meningkatnya upaya penyerbuan Al-Aqsha serta upaya Yahudisasi peninggalan sejarah milik umat Islam.
  5. Bangkitnya gerakan Islam hampir di seluruh negara Islam sehingga memberikan semangat juang lebih bagi bangsa Palestina.
  6. Kekecewaan bangsa Palestina terhadap kesepakatan damai yang telah disepakati, karena pada kenyataannya selama empat puluh tahun lebih solusi tersebut tak pernah berdampak positif.

(history/internationalaqsainstitute)

Sumber: Ensiklopedia Mini Al-Aqsha, oleh ASPAC for Palestine

 

 

Komentar

Share this post