Penyerangan Brutal Pasukan Zionis terhadap Jemaah Masjid Al-Aqsha

Penyerangan Brutal Pasukan Zionis terhadap Jemaah Masjid Al-Aqsha

International Aqsa Institute – Pasukan pendudukan Israel  menyerang dan memprovokasi jamaah Masjid al-Aqsha pada Selasa (18/09). Dilansir dari Palinfo, Badan Wakaf Masjid Al-Aqsha  menjelasakan bahwa pasukan pendudukan menghalangi akses menuju gerbang Masjid Al-Aqsha, menahan identitas, serta memeriksa  jemaah dengan brutal.

Para serdadu Zionis juga  memukuli jemaah Masjid Al-Aqsha, agar para Yahudi Ekstrimis dapat beribadah ditempat yang mereka inginkan, seperti yang diungkapkan Quds Press. Kejadian tersebut sontak menimbulkan kegaduhan dan ketegangan di sekeliling Masjid Al-Aqsha.

                    Foto: Penembakan di Dekat Gerbang Al-Amud

Kejadian lainnya terjadi pada Selasa (18/09) sore, di mana pasukan Zionis melancarkan aksi penembakan terhadap para pemuda Palestina di dekat gerbang Al-Amud, Al-Quds wilayah jajahan. Penyerangan tersebut dihalalkan pasukan Zionis dengan tuduhan para pemuda  hendak melakukan aksi penikaman. Sementara itu, Organisasi Bulan Sabit Merah mengatakan, tentara Zionis melarang petugasnya mengevakuasi korban.

Hari Selasa (18/09) menjadi hari yang mencekam di al-Aqsha, karena peristiwa penistaan belum selesai pada dua kasus tersebut.

Pada sore di hari yang sama, ribuan pemukim Yahudi terus berdatangan ke Masjid Al-Aqsha dari berbagai penjuru, dan  akhirnya membanjiri area Tembok al-Buraq (Tembok Ratapan).

Penyerbuan besar-besaran tersebut dilakukan dalam rangka penyambutan hari raya “Yom Kippur” atau “ Hari Raya Perdamaian”. Hari tersebut dianggap paling kudus, karena merupakan hari pembersihan dari pelanggaran-pelanggaran, kejahatan, dan dosa-dosa.

Foto: Pada Saat Ritual yang Dilakukan oleh Zionis

Ritual dilakukan dengan melakukan “Puasa Yom Kippur”, yang berlangsung selama 24 jam. Selama waktu tersebut orang yahudi dilarang minum, mandi, memakai sepatu kulit dan bekerja.

Meski bukan pertama kalinya Ekstrimis Yahudi menyerbu Al-Aqsha, tetapi penyerbuan kali ini tidak biasa mengingat jumlahnya yang mencapai ribuan orang.

Peristiwa-peristiwa di atas menambah daftar panjang penistaan Zionis Israel terhadap Al-Aqsha. Masih pantaskah jika kita tetap berdiam diri? (history/internationalaqsainstitute)

 

Sumber: Palinfo

Komentar

Share this post