fbpx

Kekejaman Bani Israil Lenyapkan Nyawa Tiga Nabi yang Diutus Kepadanya  

Kekejaman Bani Israil Lenyapkan Nyawa Tiga Nabi yang Diutus Kepadanya  

AqsaInstitute.org – Kondisi Bani Israil pada saat itu sudah berada pada penyelewengan agama yang berat, hingga Allah SWT mengutus tiga Rasul sekaligus dalam satu waktu dan tempat. Ketiga Rasul  yang berasal dari keluarga Imran itu diutus untuk mengingatkan Bani Israil tetang penyelewengannya terhadap isi Taurat.  Keluarga Imran adalah keluarga terakhir dari Bani Israil yang berada pada jalan kebenaran yaitu Zakaria, Yahya, dan Isa.

Bahkan Allah mengutus Isa sebagai Rasul sejak dalam buaian lalu mengajaran isi Taurat dan Injil. Firman Allah SWT: “Dan dia (Isa) berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang shaleh”  (Q.S Ali Imran:46)

Bani Israil pada waktu itu mengubah Al-Aqsa menjadi pasar, transaksi jual beli.  Tempat itu pula yang dijadikan tempat kumpulnya para begal. Kemudian Isa mendatangi mereka dan berusaha mengusir para pedagang seraya mengatakan “Di dalam kitab” kata-Nya kepada mereka “tertulis begini Allah SWT berkata ‘Rumahku akan menjadi tempat berdoa.’ Namun kalian menjadikannya sarang penyamun!”.

Perlakuan Bani Israil kepada nabi-nabi sungguh kejam. Mereka membunuh Nabi Zakaria danYahya . Zakaria dibunuh dengan digergaji sedangkan Yahya dibunuh dengan dipengal. Bani Israil juga berencana untuk membunuh Isa, tapi Allah menyelamatkannya. Inilah puncak kejahatan Bani Israil sehingga Allah memutus risalah mereka dan menggantikannya dengan risalah baru, yaitu islam.

Padahal Isa telah memperingati mereka tentang kondisi tanah Suci dan Masjid Al-Aqsa setelah nanti ditinggalkannya, oleh sebab perbuatan mereka yang telah membunuh para nabi tanpa hak. Dalam injil disebutkan “ Engkau akan mengalami suatu masa, di mana musuhmu membuat rintangan-rintangan disekelilingmu. Mereka akan mengepungmu dan mendesakmu dari segala sudut. Mereka akan menghancurkan engkau bersama seluruh pendudukmu dan tidak satu batu pun akan mereka  biarkan tinggal tersusun pada tempatnya, sebab engkau tidak memperhatikan ketika Allah datang untuk menyelamatkan Engkau!”

Pada tahun 33 M orang-orang Yahudi mulai mengadakan pemberontakan pada kekaisaran Romawi setelah Allah menyelamatkan Isa. Mereka meyebut pemberontakan ini sebagai Revolusi Yahudi. Mereka menghadang, merampas, dan berusaha membatalkan transaksi kafilah dagang Romawi. Hal ini membuat kekaisaran Romawi marah dan mengutus bala tentara untuk menindak Revolusi itu.

Ketika kaisar Titus dari Romawi berkuasa (79-81 M),  ia mengepung, menyerang,  dan menghancurkan Al-Quds dan rumah-rumah Yahudi. Para penduduk Yahudi akhirnya diusir dari kota tersebut. Tak ada satu batu pun yang ia biarkan berada di atas tanah Masjid Al-Aqsa. Jadilah Al-Quds hamparan kosong, terlebih di mana tempat Masjidil Aqsa berada.

Pada tahun 135 M, disebutkan bahwa Kaisar Hadrianus memerintahkan untuk membangun kota baru dengan nama Ealia Capitolina, bertempat di Al-Quds dengan meniadakan Masjil Al-Aqsa dalam petanya. Al-Aqsa menjadi kota mati yang ditinggalkan, tidak terdapat apa-apa di sana kecuali As-Sakhrah. (history/internationalaqsainstitute)

Sumber: Ensiklopedi Mini Masjid  Al-Aqsa, Disusun oleh ASPAC for Palestine.

Komentar

Share this post