fbpx

Palestina Di Gempa Lombok

Aqsa Institute

Palestina Di Gempa Lombok

Oleh:
Ahmad Musyafa’, Lc.,M.Pd.I
(Direktur International Aqsa Institute, Dept. Keummatan Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM), MPO Indonesia for Palestine)

Aqsa Institute – Akhir bulan Juli tahun 2018, Indonesia diguncang gempa berkekuatan dahsyat. Akibatnya Lombok menjadi kota mati. Ratusan anak manusia meninggal di sana. Puluhan jasad manusia tertimbun reruntuhan bangunan. Evakuasi belum bisa dilaksanakan. Bantuan masih minim. Bau busuk mayat pun tidak bisa dihindari. Ribuan luka yang harus mendapatkan perawatan medis.

Dalam kondisi ini, salah seorang delegasi Palestina, Syaikh Prof. Dr. Moraweh Mousa Nassar yang menjabat sebagai Sekretaris di Komite Al-Quds, di bawah organisasi keulamaan terbesar dunia, Asosiasi Ulama Muslim Internasional yang diketua oleh Syaikh Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradlawy, mendatangi langsung lokasi bencana.

Palestina di Gempa Lombok

Syekh Prof. Dr. Muraweh Mousa Nassar (tengah) mengunjungi tenda pengungsian

Kedatangan beliau di Lombok dalam rangka menyampaikan bantuan dari Rakyat Palestina. Menyampaikan bantuan yang diberikan oleh organisasi kemanusiaan kelas dunia, yang selama ini menjadi mitra bagi lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia, ketika mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Lembaga itu bernama Hayat Yolu pimpinan Dr. Abdul Basith.

Bahkan ketika terjadi gempa susulan, pihak Hayat Yolu meminta International Aqsa Institute (IAI) untuk meng-update perkembangan jumlah kerugian materi dan korban bencana. Dimaksudkan untuk disampaikan kepada para donator dunia agar bisa membantu Indonesia.

Fenomena ini cukup menarik. Karena Palestina dalam kondisi terjajah tetapi tidak menyurutkan kepedulian mereka terhadap sahabat akrabnya, Indonesia. Palestina sangat mengapresiasi kerja keras Indonesia selama ini dalam memberikan dukungan kepada Palestina. Negera berpenduduk Muslim terbesar dunia, dengan jarak yang sangat jauh dari Palestina, tetapi bantuannya rutin tersalurkan untuk Palestina. Terlebih lagi sikap-sikap tegas Pemerintah Indonesia dalam menentang penjajahan sangat diapresiasi Palestina.

Bahkan dalam beberapa momentum besar seperti konferensi ulama internasional, ulama-ulama terkemuka Palestina dengan jelas mengatakan, menaruh harapan besar untuk Indonesia menjadi Negara besar dan maju, sehingga berpeluang besar memberikan kontribusi lebih besar untuk kemerdekaan Palestina.

Palestina di Gempa Lombok

Kenyataan ini juga membuktikan bahwa Palestina tidak pernah melupakan Indonesia. Dari dahulu hingga hari ini sejarah membuktikannya. Ketika delegasi mencari dukungan kemerdekaan RI di Dunia Arab-Islam, yang pertama kali mengakui kemerdekaan RI adalah seorang tokoh ulama terkemuka, mempunyai jabatan tertinggi dalam hal keagamaan, beliau adalah Syaikh Muhammad Amin Husaini, Mufti Palestina. Beliau juga yang mengeluarkan fatwa kewajiban berjihad, bagi umat Muslim dunia dalam membantu Indonesia yang ketika itu masih berada di bawah penjajahan.

Dalam momentum-momentum prestasi Indonesia di kancah dunia, orang-orang Palestina sangat sigap menyampaikan apresiasi dan ucapa selamat untuk Indonesia. Terakhir kemarin ketika Indonesia tampil sebagai juara pertama lomba lari 100 meter. Kebahagiaan ditunjukkan warga Palestina di Gaza, direkam dalam video dan diviralkan di jagad social media. Semua ini menunjukkan bahwa Palestina mempunyai perhatian dan harapan besar kepada Indonesia.

Sebagai bangsa Indonesia kita bersyukur. Sebagai sahabat karib Palestina kita tentu malu jika perhatian kita kepada mereka terabaikan. Apalagi kita belum mampu membayar hutang kepada Palestina, yang mempunyai andil besar dalam sejarah kemerdekaan RI yang kita cintai. Sementara negeri ini masih berada dalam penjajahan Zionis Israel.

Komentar

Share this post