fbpx

Al-Aqsha Dalam Bahaya: Aqsha Yang Dijajah, Kini Juga Dibelah

Al-Aqsha dalam Bahaya

Al-Aqsha Dalam Bahaya: Aqsha Yang Dijajah, Kini Juga Dibelah

Aqsainstitute.org – Berbagai aturan dibuat Yahudi untuk menghalangi masuknya umat islam ke Al-Aqsha dan memperluas nuansa keyahudi-an di sana. Seperti saat ini, di manaYahudi berupaya membagi Al-Aqsha berdasarkan tempat dan waktu seperti aturan yang mereka terapkan pada Masjid Ibrahimi, di Hebron. Isi aturan tersebut menyatakan bahwa Yahudi berkuasa penuh atas Al-Aqsha dari pukul 7-11, serta sehari penuh pada hari sabtu sabtu. Di luar dari waktu tersebut barulah orang Islam boleh masuk ke dalam Al-Aqsha. Bagian masjid yang diperbolehkan untuk orang islam pun terbatas hanya bagian kubah Ash-shakhrah saja.

Upaya Zionis-Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsha sudah lama diketahui dunia. Mereka berkeinginan untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidil Aqsha.

Berbagai upaya dilakukan kaum Zionis dalam mewujudkan cita-citanya tersebut. Seperti perkataan juru bicara Patriarkat Yunani Ortodoks di al-Quds, Bapa Issa Musleh, Yahudi telah merencanakan misi-misinya tersebut dengan matang.

Bersumber dari Palinfo, sudah dua puluh ribu lebih kaum Yahudi menyerbu Al-Aqsha sejak awal tahun. Hampir setiap hari terutama pada hari-hari besar Yahudi, Al-Aqsa tak pernah sepi dari serbuan Yahudi baik dari kalangan ekstrimis, pejabat resmi, pihak keamanan dan lainnya.

Ada lagi usaha penggalian bawah tanah Al-Aqsha dengan dalih pencarian bukti kehadiran Yahudi kuno yang bisa menyebabkan  Al-Aqsha runtuh kapan saja. Begitulah kira-kira kekhawatiran yang disampaikan oleh Direktur Masjid Al-Aqsha, Umar Kiswani kepada koresponden Shafa.

Penyerangan terhadap jama’ah solat Jum’at di Masjidil Aqsha juga membuat ketidak adilan Israel terhadap kaum muslim semakin terlihat jelas. Dengan tak memperdulikan sisi kemanusiaan, Zionis Israel mengusir, menggencarkan tembakan, bahkan mengunci jama’ah yang tengah melaksanakan salat. Padahal mereka dengan mudah berbondong-bondong memasuki Al-Aqsha pada hari-hari besarnya.

Bagi umat Islam sendiri, kedudukan Masjidil Aqsha sangatlah penting. Selain sebagai kiblat pertama, awal kehidupan manusia, hingga akhir kehidupan dunia, semua terkait erat dengan Masjid Al-Aqsha. Maka tidak ada alasan bagi umat islam untuk tetap berdiam diri mendengar kabar Masjidnya, Kiblat pertamanya, dinistakan dan berusaha dihancurkan oleh kaum Zionis.

Penistaan terhadap Masjid Suci Al-Aqsha kian hari kian mengkhawatirkan. Fenomena ini sangat kuat memanggil kami untuk mengambil peran.

Al-Aqsha dalam Bahaya

masjid jami taman cileungsi, Bogor (Jumat 04/08)

Roadshow Ulama Palestina menjadi salah satu program unggulan Internasional Aqsa Institute dalam upaya memperjuangkan eksistensi Al-Aqsha. Syekh DR Muraweh Mousa Nassar, seorang ulama besar Palestina yang juga sekretaris khusus Komite Al-Quds Asosiasi Ulama Muslim Internasional menjadi narasumber utama dalam roadshow tersebut.

Dengan tema besar “Al-Aqsha Dalam Bahaya”, diharapkan dapat menghimpun dukungan untuk Al-Aqsha dan para penjaganya serta memberi informasi terbaik tentang bagaimana keadaan Al-Aqsha yang kini dijajah dan semakin mengkhawatirkan. Roadshow diselenggrakan di sepuluh wilayah di seluruh penjuru negeri dengan jadwal sebagai berikut:

  • DKI Jakarta 2-3 Agustus
  • Bekasi dan Bogor 4-5 Agustus
  • Yogjakarta 9-10 Agustus
  • Jawa Timur 12-13 Agustus
  • Jawa Tengah 14-15 Agustus
  • Sumatera Barat 17-19 Agustus
  • Bandung 21 Agustus
  • Sumatera Utara 24-26 Agustus
  • Riau 28-30 Agustus
  • Jakarta 1 September
Al-Aqsha Dalam Bahaya

Masjid Al Ikhlas Jl.Duta Indah Jati makmur Bekasi (Sabtu 04/08)

Kesempatan untuk mengadakan roadshow di daerah lain pun sangat terbuka lebar dengan menghubungi nara hubung kami 0831 1683 1514 (WA/Call/SMS).

Komentar

Share this post