fbpx

Al-Aqsha Kembali Dinodai, Israel Membuka Pusat Yahudisasi di Selatan Masjidil Aqsha

Pusat Yahudisasi

Al-Aqsha Kembali Dinodai, Israel Membuka Pusat Yahudisasi di Selatan Masjidil Aqsha

 Aqsainstitute.org – Penistaan tak hentinya dilakukan Yahudi terhadap masjidil Aqsa. Penistaan yang dilakukan Zionis selalu hadir dalam berbagai macam bentuk. Tidak hanya penistaan dengan senjata, Zionis juga secara terus menerus menyerang Al-Aqsha dengan berbagai misi Yahudisasi.

Seperti yang terjadi pada Rabu petang (1/8/2018), otoritas penjajah Zionis membuka pusat yahudisasi bernama Pusat Warisan Yahudi Yaman (Yemen Jewish Heritage Center) di Desa Silwan, selatan Masjid Al-Aqsha.

Hana Isa, sekertaris jenderal Lembaga Tinggi Islam dan Kristen untuk Membela Al-Quds dan Tempat-tempat Suci, dalam palinfo mengatakan bahwa tindakan ilegal tersebut termasuk kejahatan Israel yang dialakukan intens dan terprogram. Beliau menuturkan, semua aktivitas permukiman Israel di tanah Palestina di Tepi Barat, termasuk di dalamnya kota Al-Quds, merupakan tindakan ilegal dan merupakan pelanggaran berat pasal 49, paragraf 6, dari Konvensi Jenewa Keempat tahun 1949.

“Aktivitas ini merupakan kejahatan perang sebagaimana diatur dalam pasal 85, ayat 4, dari Protokol Tambahan I tahun 1977, yang dilampirkan pada Konvensi Jenewa tahun 1949, dan pasal 8, paragraf B, Statuta Roma tahun 1998.” tutur Hana.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan sejumlah resolusi yang dikeluarkan Majlis Umum PBB (resolusi no. 2851 tahun 1977, resolusi no. 160/42 tahun 1987, resolusi no. 48/44 tahun 1989, resolusi no. 74/45 tahun 1990, dan resolusi no. 47/46 tahun 1991) aktivitas pembangunan permukiman Yahudi dan proses penyitaan tanah, perebutan dan pembangunan permukiman Israel di wilayah Tepi Barat, termasuk al-Quds atau Yerusalem, melanggar dan bertentangan dengan legitimasi internasional.

Penghancuran Al Aqsa

Seorang ekstrimis Yahudi Israel menunjukan model kuil solomon yang mereka percaya pernah berdiri diatas tanah Al-Aqsha

“Aktivitas pembangunan permukiman Yahudi dan proses pendudukan demografi di wilayah Palestina yang diduduki ini, juga melanggar aturan paling dasar dari hukum internasional dan khususnya Konvensi Den Haag tahun 1907. Di mana dalam peraturan tersebut secara global menekankan pentingnya melindungi kepentingan rakyat di bawah pendudukan”, Hana menambahkan.

Menurutnya, selain pelanggaran yang disebutkan di atas, lebih jauh Israel juga telah menguasai tanah pribadi di Tepi Barat. Penguasaan tersebut jelas-jelas melanggar konvensi internasional yang menyatakan bahwa  tanah tersebut dilindungi, mulai dari Konvensi Den Haag tahun 1907 hingga Konvensi Jenewa Keempat tahun 1949 yang mana keduanya mengisyaratkan larangan total penyitaan tanah pribadi.

Hana juga mengingatkan, kejahatan pemukiman Israel yang sedang berlangsung ini adalah salah satu kejahatan yang memiliki konsekuensi berat di mata Internasional. Ia meminta agar Israel bertanggung jawab atas segala kajahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. Dia menyerukan agar Dewan Keamanan PBB segera menindak lanjuti “kelakuan” zionis ini dengan mendesak penegakkan aturan Hukum Internasional. (history/internationalaqsainstitute)

Sumber: Palinfo

 

 

 

 

Komentar

Share this post