Indonesia- Palestina: Di Tengah  Ujian, Bersatu Dalam Hakikat Persaudaraan

Indonesia

Indonesia- Palestina: Di Tengah  Ujian, Bersatu Dalam Hakikat Persaudaraan

Aqsainstitute.org – Kita adalah mereka, mereka adalah kita. Berkumpul dalam satu tubuh bernama ukhuwah. Iman dan taqwa menjadi hati, di mana apabila salah satu dari kita sakit maka yang lain akan sama merasakannya.

Dunia Islam sedang berduka, Nusa Tenggara Barat  gempa, Al-Aqsha dihina, Gaza masih sengsara.  Kejadian akhir-akhir ini membuat pilu, dilansir dari Tribun News, 16 orang menjadi korban gempa NTB di mana lima di antaranya anak-anak. Ratusan orang terluka tertimpa reruntuhan bangunan, rumah hancur rata dengan tanah. Di Al-Aqsha tak jauh beda, disiarkan di Quds News, ratusan jama’ah salat Jum’at diserang dengan senjata hingga puluhan terluka bahkan sebagian jama’ah dikunci di dalam masjid. Perlakuan Israel tersebut banyak mengundang kutukan.

Penyerangan Israel ke Al-Aqsha Jum’at 27 Juli

Indonesia dan Palestina menyimpan sejuta aset kekayaan umat islam. Namun mereka kini sedang diuji.  Kedua saudara dekat, tapi jauh secara jarak ini sedang sama-sama saling menguatkan.

NTB dijuluki sebagai bumi seribu masjid karena banyaknya masjid di wilayah tersebut. Masyarakatnya begitu memuliakan masjid dan di matanya, rumah Allah itu begitu penting sebagai pusat syiar islam. Begitu juga dengan penjaga Al-Aqsha di Palestina, mereka begitu memuliakan dan melindungi Al-Aqsha. Baginya, kehormatan  Al-Aqsha jauh lebih penting daripada nyawanya sendiri. Begitulah yang dikatakan Abu Dahuk, seorang penduduk Yerussalem kepada Paltoday.

Rumah warga yang telah hancur akibat gempa yang mengguncang NTB.

Nusa Tenggara Barat (NTB) juga diketahui sebagai salah satu gudangnya ulama-ulama Indonesia. Dalam sejarah persebaran Islam, NTB  menjadi salah satu poros pengembangan Islam Ahlussunnah wal jamaah di Indonesia Timur. Banyak muncul ulama-ulama besar dari NTB yang telah berperan dalam berdirinya NKRI, sebagaimana yang dituturkan oleh  panglima Santri Nusantara, Abdul Muhaimin Iskandar .

Indonesia dan Palestina menyimpan sejuta aset kekayaan umat islam. Dari sini kita dapat melihat bagaimana mereka yang sedang diuji ini bukan sembarang manusia. Mereka diuji karena ketaqwaannya yang tinggi kepada Allah SWT.

Tak lupa, Lombok juga sebagai pembela Al-Quds yang sama-sama geram ketika tanah suci-nya di Al-Aqsha dihina. Seperti dikutip dari Republika, ketika keputusan Donald Trump pada Yerussalem yang ketika itu dianggap menghina umat Islam, dengan sigap muslim Lombok menyiapkan aksi pembelaan Palestina dan tabligh Akbar untuk menyadarkan betapa pentingnya umat islam menjaga Al-Aqsha.

Begitu juga dengan Palestina, turut berbela sungkawa atas bencana alam yang menimpa saudaranya ini. Seorang Syekh Palestina menyatakan “”Kami menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada saudara-saudara kami  masyarakat Indonesia atas musibah yang terjadi di Lombok. Semoga Allah Yang Maha Kuasa menyayangi para korban, menyembuhkan yang terluka, dan menyembuhkan yang sakit.

Rakyat Palestina bersama kalian, semoga Allah menyelamatkan Indonesia dan rakyatnya. Amin”. Saudaramu, Syekh Amjad Khalifa- Gaza.

(history/internationalaqsainstitute)

Indonesia

Foto: Tribunnews.com

Komentar

Share this post