fbpx

Batu Tembok Ratapan Runtuh, Pemerintah Yerusalem Tutup Akses

Ratapan

Batu Tembok Ratapan Runtuh, Pemerintah Yerusalem Tutup Akses

 

Aqsa Institute – Pemerintah Yerusalem akhirnya tutup akses ke Tembok Ratapan untuk para peziarah. Sebuah batu besar dari dinding Masjid Al-Aqsha yang berada di bagian runtuh pada Senin (23/7). Dinding ini sering dikunjungi umat Yahudi  untuk beribadah. Dalam istilah islam, tembok ratapan dikenal sebagai Dinding Al-Buroq.

 

“Batu itu seberat 100 kilogram, jatuh dekat seorang perempuan yang sedang berdoa, namun tidak menimpanya,” kata Wali Kota Yerusalem, Nir Barkat, dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan AFP, Selasa (24/7/2018). Barkat mengatakan, fakta bahwa tidak ada yang terluka dalam insiden itu adalah keajaiban besar. Setelah peristiwa itu, dia mengunjungi lokasi dengan insinyur dan pejabat keamanan Kota Yerusalem. Mereka menyatakan tempat itu berbahaya dan menutupnya untuk publik sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Tembok Ratapan

Bongkahan batu dari tembok ratapan yang runtuh

Rabi yang bertugas di Tembok Ratapan, Shmuel Rabinowitz, mengaku tidak bisa menjelaskan insiden itu secara spesifik. Namun kecelakaan itu terjadi sehari setelah pertemuan besar di Tembok Ratapan yang disebut “pencarian jiwa”. Rabinowitz mencatat, batu di atas bagian utama Tembok Ratapan diperiksa oleh para profesional dua kali setahun.

 

Direktur Masjid Al-Aqsha, Umar Kiswani kepada koresponden Shafa mengatakan, Jatuhnya batu ini diperkirakan akibat penggalian demi penggalian yang dilakukan Zionis di wilayah Museum Islam yang sebelumnya telah kami khawatirkan.

Video jatuhnya batu tembok ratapan

Sebelumnya, pemerintah Zionis melarang para insinyur khusus bidang bangunan di lembaga Wakaf Islam meninjau tempat tersebut untuk memastikan penyebabnya. Jatuhnya batu ini sudah diperkirakan sebelumnya, terutama karena banyaknya penggalian-penggalian yang dilakukan Zionis. Mereka menuntut agar Komite Internasional melakukan penyelidikan atas galian-galian tersebut.

 

Sementara itu, direktur pariwisata dan purbakala Masjid Al-Aqsha, Yusuf Netsyah mengatakan jatuhnya batu tersebut seolah-olah sudah direncanakan sebagai test of the water untuk mengetahui sejauh mana reaksi kekuatan dari dinding Al-Aqsa serta bagaimana efek fisikanya pada dinding.

Lembaganya menganggap bahwa Israel bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini karena diyakini ada sebuah terowongan bawah tanah yang terus digali pihak Israel.

“Mengganggunya (Al-Aqsa) sama dengan mengganggu aqidah ummat Islam dan sampai sekarang ini menjadi hal yang sangat sensitif”, ungkapnya. (history/internationalaqsainstitute)

 

Sumber: Middleeastmonitor

 

Apa itu tembok ratapan?

Baca disini! 

 

 

 

Komentar

Share this post