fbpx

Hibbat Zion: Gerakan Kebangkitan Bangsa  Yahudi

Zion

Hibbat Zion: Gerakan Kebangkitan Bangsa  Yahudi

 

International Aqsa Institute – Ideologi  dunia banyak terlahir dari para pemikir Yahudi. Komunis lahir dari seorang pemikir Yahudi yang kemudian mendunia. Zionisme lahir dari seorang wartawan yang prihatin melihat kondisi masyarakat Yahudi yang mendapat perlakuan diskriminatif dari berbagai negara di Eropa. Semua ide ini akhirnya mengerucut pada bangkitnya kekuatan Yahudi dunia.

Zionisme adalah gerakan yang mencita-citakan negara yang murni ras Yahudi. Ideologi ini tidak memberikan ruang sama sekali kepada bangsa lain untuk untuk bersama secara damai. Ideologi ini pada awalnya ditolak oleh sebagian besar  masyarakat Yahudi, tapi salam perkembangannya kemudian diterima atas dasar banyak peristiwa.

Pada masa sebelum Zionis menggema, sudah ada gerakan nasionalisme Yahudi yang bernama Hovevei  Zion (Hibbat Zion/Cinta Zion) yang menci ta-citakan kebangkitan nasional bangsa Yahudi dan mendirikan Negara Palestina. Gerakan ini berkembang  di masyarakat Yahudi Eropa Timur (Rusia, Polandia, Rumania) atau yang disebut dengan Askhenazi.

Sebagaimana masyarakat Yahudi lainnya, gerakan ini muncul karena merasa dikucilkan, serta rindu akan adanya juru selamat dan mempunyai ikatan spiritual dengan tanah Palestina .  Gerakan ini tidak menjadikan politik sebagai bagian dari perjuangan dan cenderung menjadikan “kedatangan juru selamat atau messiah” sebagai kunci kembalinya kaum Yahudi ke Palestina tanpa keterlibatan manusia, politik, dan lain-lain. Keterlibatan manusia dalam hal ini berarti mengingkari takdir Tuhan.

Gagasan-gagasan gerakan ini mulai disebarkan dalam forum-forum diskusi, jurnal, dan buku. Rabi Zevi Kalicher dan Judah Al-Kalai telah mempromosikan ide untuk bermukim di Palestina sejak tahun 1840. Sebelumnya Kalicher juga telah melakukan konsultasi  dengan beberapa tokoh dan ketua masyarakat Yahudi di Eropa sebagai usaha meraih dukungan.

 

Zion

(Rabbi Zevi Hirsch (1795-1874), salah satu tokoh penggagas

“Hebbat Zion”, sumber: dbs.bh.org.il)

Tidak ada dukungan yang signifikan pada awal-awal perjalanannya dari masyarakat Yahudi di Eropa Timur. Para Yahudi Haskalah (gerakan pencerahan dan propembaruan) menentang dengan keras gagasan itu karena pada saat yang sama sedang digalakkan  pembaharuan masyarakat  Yahudi dengan negara tempat mereka bernaung.

Momentum gerakan ini adalah saat terjadinya aksi kekerasan di Rusia dan terbunuhnya Tsar Alexander II tahun 1881. Sikap tulus para pembaharuan dan sikap kaum muda Yahudi yang mulai merasa  dekat dengan bangsa Rusia, tiba-tiba menghadapi gelombang kebencian masyarakat dan pemerintah Rusia.

Pembatasan yang ketat dalam akses ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain yang diberlakukan kepada orang-orang Yahudi Rusia mengakibatkan mereka terpicu untuk menghadirkan kembali identitas keyahudiannya dan mulai kembali dekat dengan agamanya.

Kejadian yang menimpa Yahudi Rusia ini membuat orang-orang Yahudi Eropa Timur berpikir ulang tentang usaha mereka untuk berbaur dengan masyarakat asli Eropa. Pada akhirnya, visi misi Hebbat Zion diterima secara luas di Eropa Timur dan kerinduan untuk kembali ke Palestina menjadi cita-cita mereka.

 

 

Komentar

Share this post