AL-QURAN DAN MASJID AL-AQSHA

Al-Quran

AL-QURAN DAN MASJID AL-AQSHA

 [Foto: kompleks masjidil Aqsha Al-Haram Asy-Syarief]

Oleh:
Ahmad Musyafa’, Lc.*

 

aqsainstitute.org – Allah Swt. menciptakan dan memilih sesuatu untuk diistimewakan. Ada waktu-waktu tertentu yang dipilih Allah, mempunyai kiistimewaan dibanding yang lain.

Waktu pilihan itu bisa harian, pekanan, bulanan, dan tahunan. Di situlah Allah berikan kesempatan kita untuk menangkap peluang.

Selain waktu, Allah juga memilih orang. Dari sekian banyak manusia ciptaan-Nya, ada hamba-hamba Allah pilihan, seperti para nabi dan rasul.

Begitu juga Allah memilih tempat yang dimuliakan, dihormati, diberkahi, dan disucikan. Seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawy, dan Masjid Al-Aqsha.

Tempat-tempat pilihan Allah itu kita dapatkan penjelasannya langsung dari Allah Swt. melalui ayat-ayat-Nya. Melalui Al-Quran sebagai sumber utama Islam. Selain dari hadis Rasulullah Saw.

Masjid Al-Aqsha namanya langsung diberikan oleh Allah di dalam Al-Quran, Al-Masjid Al-Aqsha dalam QS. Al-Isra’ ayat pertama. Disandingkan dengan Al-Masjid Al-Haram, seperti saudara kembar.

Kita mengenal keberkahan Masjid Al-Aqsha yang disebutkan enam kali, dari Al-Quran. Tentang kesucian masjid ini juga dari Al-Quran. Bahkan seluruh surat dalam Al-Quran ada kaitannya dengan Masjid Al-Aqsha, dari Al-Fatihah hingga surat At-Tin.

Kita pasti tahu jalan dari rumah kita menuju Masjid terdekat rumah kita. Kita pun mesti tahu jalan menuju Masjid Al-Aqsha. Masjid kecintaan Nabi Muhammad Saw.

Jalan menuju Masjid Al-Aqsha adalah Al-Quran. Lebih rinci lagi ada di dalam Surat Al-Isra’. Subhanallah, Allah juga meletakkan kata “Al-Quran” paling banyak ada di Surat Al-Isra’.

Diantara karakter pembebas Al-Aqsha yang disebutkan dalam Qs. Al-Isra’, mereka yang ahli ibadah, totalitas penghambaan hanya kepada Allah. Diikuti berikutnya dengan karakter birrul walidain, berbakti kepada kedua orang tua (QS. Al-Isra’: 23).

Tidak ada ceritanya penakluk Baitul Maqdis yang durhaka kepada orang tuanya. Tidak mungkin mencintai Masjid Al-Aqsha yang tidak mencintai kedua orang tuanya.

Tidak mungkin memuliakan Masjid Al-Aqsha, orang yang tau bagaimana cara memuliakan kedua orang tua. Dan banyak karakter lain yang memenuhi kualifikasi pembebas Al-Aqsha, di dalam QS. Al-Isra’.

Tidak hanya karakter pembebasnya, karakter perusak Al-Aqsha pun dijelaskan, sebagai bahan antisipasi dan kehati-hatian. Sehingga Al-Isra’ menjadi kunci pembuka jalan menuju Masjid Al-Aqsha. Setiap tilawah kita, ingatlah dengan Masjid Al-Aqsha. Wallahu A’lam bish-shawab.

* Penulis adalah: 1). Direktur International Aqsa Institute (IAI), 2). MPO Indonesia for Palestine, 3). Anggota Koalisi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis

 

 

 

Komentar

Share this post