fbpx

Aa Gym: Dunia Sudah Melihat Kekejian Israel Tinggal Berbuat untuk Menghentikannya

Aa Gym: Dunia Sudah Melihat Kekejian Israel Tinggal Berbuat untuk Menghentikannya

 

 

BANDUNG – Berbagai nama jalan di sekitar komplek Masjid Al Aqsha sudah diganti dengan nama-nama Yahudi. Tak hanya itu, komplek makam Sahabat Nabi Muhammad SAW yang berada di kota Al Quds atau biasa disebut Jerussalem pun dirusak oleh zionis Israel.

Kondisi ini terjadi tak lama setelah Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya ke Jerussalem sekaligus mendeklarasikan bahwa Jerussalem merupakan ibukota Israel. Hal ini juga berdampak terhadap syahidnya 52 warga Gaza yang ditembak oleh sniper tentara Israel.

Jumlah korban ini tidak termasuk dengan seratusan korban meninggal sebelumnya dalam Aksi Protes Damai yang bertajuk The Great Return March.
‘’Dunia sudah menyaksikan tindakan brutal para tentara Israel ini. Dunia sudah menyaksikan kejadian (penembakan peserta aksi demonstrasi damai,red) ini merupakan pertumbahan darah orang yang tidak bersalah.

Semoga, masyarakat dunia bisa melihat kekejian ini dan berbuat sesuatu untuk menghentikan kedzaliman ini,’’ungkap Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar usai menerima kunjungan dari dua ulama Palestina, Syekh Prof Mukhlis Yahya Barzah dan Syekh DR Mahmud Abubakar dan Direktur International Aqsha Institute, Ahmad Musyafa di Masjid Daarut Tauhid, Minggu (20/5/2018).

Menurut Aa, dirinya selalu memantau perkembangan di Palestina, khususnya di Al Quds. Tapi, dari informasi yang disampaikan oleh Syekh Mukhlis dan Syekh Mahmud, ternyata banyak informasi yang tidak disampaikan oleh media. Salah satunya, kata Aa, dampak dari pemindahan kedubes Amerika ke Al Quds itu telah berakibat syahidnya 52 lebih warga Palestina yang melakukan aksi protes dengan damai pada Senin (14/5/2018). Jumlah ini belum termasuk dengan seratusan lebih warga Gaza yang ditembak oleh sniper di perbatasan Gaza.

Tak hanya itu, tambah Aa, Israel pun telah seperti dengan leluasa dan seperti ingin secepatnya mengambil alih Masjid Al Aqsha. Itu terlihat dari pembatasan penduduk Al Quds yang beribadah di Masjid Al Aqsha, hingga perusakan berbagai monument di sekitar Masjid Al Aqsha.
‘’Ini sangat memprihatinkan. Saya sangat terpanggil untuk bersama-sama mensosialisasikan kepahitan ini sehingga semua bisa ikut bertanggung jawab atas Masjidil Aqsha,’’ungkap Aa.

Dikatakan Aa Gym, membebaskan Al Aqsha adalah amanat agama. Dan bagi yang non muslim, membantu perjuangan masyarakat Palestina merupakan amanah pembukaan UUD 1945. Sedangkan bagi masyarakat dunia secara luas, membebaskan Palestina dari penjajahan Israel merupakan komitmen semua pihak untuk menghapuskan penjajahan dari muka bumi. Oleh karena itu, kata Aa, tidak ada alasan apakah itu berkaitan agama, Negara, ataupun benua dalam hal memerdekakan bangsa Palestina.
‘’Kita harus bersama-sama membebaskan MAsjidil Aqsha dari penjajahan Israel,’’ungkap Aa Gym.

Selama ini, kata Aa, pihaknya telah turun tangan untuk membantu penderitaan sesama saudara muslim di Palestina. Salah satunya dengan membuka cabang DT di Gaza, Palestina. Meski demikian, kata dia, pihaknya di Gaza hanya fokus pada penanganan persoalan sosial dan kemanusiaan. Ke depan, tambah Aa, pihaknya akan mempetimbangkan tawaran untuk membuka cabang di Al Quds untuk mempermudah pengiriman bantunan dari para donatur untuk masyarakat Palestina.

Sementara itu, Anggota Ikatan Ulama Muslim Internasional, Syeikh Mahmud Abubakar, sangat berterimakasih kepada Aa Gym dan masyarakat Indonesia pada umumnya atas segala respon positif yang pihaknya tidak dapatkan negara-negara lain, khususnya Negara-negara muslim di sekitar Palestina. Dikatakan Syekh Mahmud, dirinya sudah 10 kali ke Indonesia dan sejak dari awal ingin ketemu Aa Gym.
‘’Alhamdulillah, hari ini dipertemukan oleh Allah,’’ungkap dia.

Sebulan yang lalu, kata Syekh Mahmud, telah digelar Multaqa Al Quds Amanati yang bertempat di Istanbul, Turki. Perwakilan dari seluruh Negara hadir. Indonesia mengirimkan 70 delegasinya, beberapa diantaranya Ustad Bachtiar Nasir (UBN), Habib Rizieq, tokoh dari Persis, dan berbagai lembaga dan Ormas yang berasal dari Indonesia. Hal ini membuktikan Indonesia dan tokoh-tokohnya menjadikan Al Aqsha sebagai permasalahan utama. Salah satu hasil dari Multaqa ini adalah pembentukan koalisi besar yang menyatukan seluruh non government organization (NGO) yang bergerak di bidang sosial kemanusian, khususnya terkait dengan Palestina.

Di Indonesia sendiri telah berdiri Koalisi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis.
‘’Koalisi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada 11 Mei lalu melakukan aksi damai di Jakarta memprotes rencana pemindahan kedubes AS sekaligus deklarasi sepihak Amerika bahwa Jerussalem merupakan ibukota Israel,’’jelas dia.
Pihankya berharap, koalisi ini terus berkembang sehingga lebih besar. Apalagi jika Aa Gym bisa bergabung dan memberikan kontribusi pemikiran sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina, dan membebaskan Baitul Maqdis.

Komentar

Share this post