Eksekusi Keputusan Trump, Hadiah Ultah Ke-70 Deklarasi Israel

rencana pemindahan Kedubes AS

Eksekusi Keputusan Trump, Hadiah Ultah Ke-70 Deklarasi Israel

Aqsainstitute.org – Rencana pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem sudah ditentukan. 14 Mei 2018. Dunia seharusnya waspada dan marah. Apabila rencana terealisasi, Al-Aqsha berada di ujung tanduk. Israel akan menguasi Yerusalem dan menghancurkan Al-Aqsha.

Berkaitan dengan peringatan besar ini, Kasih Palestina menanyai beberapa pakar kepalestinaan (para ulama), untuk menanyakan pandangan mereka terkait isu 14 Mei dan kondisi terkini di Palestina, terutama setelah adanya pernyataan sewenang-wenang Donald Trump.

Kita Harus Bangkit, Bersatu dan Bergerak!

Ustaz Rachmat Soji mengungkapkan bahwa keputusan Donald Trump merupakan penghinaan terhadap umat Islam, yang berjumlah lebih dari 1,5 miliar jiwa. 

“Kita harus bangkit, harus bersatu dan kita harus bergerak. Selamatkan Al-Quds!” Ucapnya.

Bela Palestina

Aksi bela Palestina di Jawa Barat (15/12/2017)

Dirinya juga menambahkan, bahwa kita harus memberikan dukungan secara ekonomi, politik, media, dan sebagainya. Salah satu hal sederhana yang dapat dilakukan adalah membantu dengan harta.

“Dorong dan dukung pemimpin, juga calon pemimpin yang siap memerdekakan Palestina,” tambahnya.

Kemudian, berkaitan dengan situasi masyarakat di Palestina setelah pernyataan Trump, dirinya mengatakan, “Bagi mereka, Palestina tidak ada artinya tanpa Al-Quds. Maka, mereka hanya memiliki dua pilihan, hidup mulia atau mati syahid.”

Bentuk Provokasi dan Pemberian Legitimasi bagi Penjajah Israel

Ustaz Awwab Saefullah menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Donald Trump adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah AS terhadap penjajahan Israel atas bumi Palestina. Itu sekaligus menunjukkan sikap arogansi Amerika atas rakyat Palestina khususnya, dan umat Islam pada umumnya, di mana kota Yerusalem (Al-Quds) merupakan kota suci umat Islam, yang di dalamnya terdapat masjid suci Al-Aqsha.

Ia menambahkan, pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, adalah bentuk provokasi dan pemberian legitimasi bagi penjajah Israel. Israel akan memiliki wewenang untuk melakukan apapun terhadap kota Yerusalem, termasuk di dalamnya menghancurkan Masjidil Aqsha, sebagaimana cita-cita mereka untuk membangun Haikal Sulaiman di atasnya.

Pasca pengumuman Trump, ia mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak diam begitu saja. Rakyat melakukan penentangan terhadap keputusan tersebut.

“Kita mendengar bahwa aksi protes dan penolakan meletus di berbagai wilayah di Palestina, bahkan sampai menelan beberapa korban jiwa di pihak Palestina. Penolakan ini juga muncul dari berbagai unsur kekuatan politik yang ada di Palestina,” jelasnya.

Gerakan Massa dari Seluruh Dunia untuk Membela Al-Aqsha

“Apa yang terjadi hari ini, seharusnya menyadarkan masyarakat dunia bahwa kaum Yahudi sangat serius untuk menghancurkan Al-Aqsha,” ungkap Ustaz Ahmad Musyaffa.

Akan tetapi, kita sebagai muslim yakin betul bahwa kemenangan akan kembali ke tangan umat Islam. Menurutnya, hari ini Allah SWT menjadikan Al-Aqsha sebagai pemersatu umat Islam di dunia.

“Seperti yang terjadi pada 14-15 Juli 2017. Setelah peristiwa itu terjadi, isu Palestina atau Al-Aqsha berubah menjadi isu muslim dunia, dan itulah yang ditakutkan oleh Israel,” jelasnya.

Dia menambahkan, apabila Trump benar-benar merealisasikan rencananya, masyarakat Palestina sendiri pasti membela mati-matian. Kemudian, semangat itu akan menular pada muslim di dunia untuk bergerak membela Al-Aqsha.

rencana pemindahan kedubes AS

Aksi Bela Palestina Bandung, Jawa Barat (15/12/2017)

“Jika itu terealisasi, akan terjadi gerakan massa dari seluruh dunia untuk membela Al-Aqsha. Itu akan dimulai dari penjaga-penjaga Al-Aqsha, juga orang-orang di dalam dan di sekitar Al-Quds,” tambahnya.

Para pakar telah memberitahukan bahwa kondisi saat ini benar-benar genting. Suara dan kesadaran kita menjadi salah satu penentu bagaimana nasib Al-Aqsha ke depannya. Tentu kita tidak ingin penjajah berhasil menghancurkan salah satu masjid suci, bukan? Maka, bukalah mata dan bergeraklah dalam barisan. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber: Kasih Palestina

 

 

Komentar

Share this post