fbpx

Fatwa Zakat untuk Palestina

Zakat untuk Palestina

Fatwa Zakat untuk Palestina

International Aqsa Institute – Permasalahan Palestina masih menempati permasalahan utama bagi umat Islam. Akibat lemahnya lembaga-lembaga pemerintah dalam membantu menyelesaikan permasalahan Palestina, maka umat Islam tergerak untuk membantu Palestina dengan mengirimkan shadaqah dan donasi. Akan tetapi ada pertanyaan yang tersisa, “Bolehkah mengirimkan Zakat Mal yang diberikan kepada rakyat Palestina, baik kepada rakyat sipil atau kepada para mujahid? Karena negara muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) lebih utama daripada Palestina?”Jumhur ulama fikih kontemporer berpendapat, bahwa mengeluarkan zakat yang diberikan kepada rakyat Palestina sebagai dukungan terhadap Palestina hukumnya MUBAH (boleh).

Bahkan harta kaum Muslimin yang diberikan untuk Palestina merupakan jihad dengan harta, disertai dengan keinginan untuk berjihad dengan jiwa. Hal ini merupakan dukungan dan turut serta bejuang bersama rakyat Palestina. Oleh karenanya banyak para ulama yang berfatwa, beberapa diantaranya (bukan untuk membatasi):

1) Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi (Ketua Ikatan Ulama Internasional): “Rakyat Palestina adalah tempat untuk menyalurkan zakat. Mereka adalah para mustahiq zakat dari banyak sisi.” Al-Qaradhawi juga pernah berfatwa ketika menjawab pertanyaan tentang jihad dengan harta dan jiwa untuk Al-Quds,

“Sesungguhnya Allah Swt. mewajibkan kepada kaum Muslimin untuk berjihad dengan jiwa dan harta mereka, ketika negeri mereka dijajah oleh musuh sementara penduduk negerinya tidak mampu memerdekakan tanah airnya. Jika seorang Muslim tidak mampu pergi berjihad, maka wajib baginya untuk melakukan jihad dengan hartanya, dengan lisannya, mendoakan saudaranya yang sedang berjihad dan menjaga Masjid Al-Aqsha. Demikian itu merupakan dukungan dan bantuan bagi mereka.

Saya sering mengingatkan, bahwa harta yang diberikan oleh seorang Muslim kepada saudaranya yang sedang berjihad dan ribath (berjaga) di Palestina, bukanlah donasi sukarela, bukan pula belas kasihan, bukan pula sisa harta, akan tetapi itu menunaikan sebagian kewajiban baginya.”

Lebih detil Al-Qaradhawi menjelaskan tentang zakat untuk rakyat Palestina, “Adapun membayar zakat untuk rakyat Palestina, Allah Swt. telah menjelaskan dalam Al-Quran [Sesungguhnya zakat itu (diberikan) kepada orang fakir, miskin, amil, mu’allaf (baru masuk islam), hamba sahaya, gharim (banyak hutang), fi sabilillah, dan ibnu sabil, merupakan kewajiban dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahi dan Bijaksana.] (QS. At-Taubah: 60).  Maka orang-orang Palestina termasuk tempat untuk menyalurkan zakat. Mereka berhak menerima zakat dari banyak sisi; banyak diantara mereka yang fakir, miskin, dan Ibnu Sabil (dalam perjalanan untuk beribadah). Mereka juga para mujahid di jalan Allah. Sedangkan Allah Swt. menjadikan kalimat “fi sabilillah”, maksudnya adalah berjihad di jalan Allah. Para mujahid itu diberi zakat, meskipun yang bersangkutan kaya, sebagai pengokohan dan bantuan kepadanya.”

2) Syaikh Dr. Sa’id Hawwa (Guru Besar Syariah di Universitas Mu’tah Yordania): “Tidak ada larangan untuk mengeluarkan zakat yang diberikan kepada para mujahid di Palestina, bahkan dianggap sebagai amal yang pahalanya terbesar insya Allah.”

3) Syaikh Dr. Ajel Al-Nashme (Dekan Fakultas Syariah di Univeritas Kuwait): Al-Nashme memberikan dalil dari apa yang disampaikan oleh ulama fikih yang bermadzhab Maliki, Hanafi, dan yang lainnya tentang memprioritaskan pengalihan zakat, “Jika zakat yang dialihkan kepada mereka yang paling membutuhkan dan paling fakir, maka lebih baik sebagian besar zakat dialihkan kepada mereka. Sesungguhnya mengalihkan seluruh zakat kepada mereka lebih banyak pahalanya.”

4) Syaikh. Dr. Ali Sayed Ahmad (Guru Besar Tafsir dan Ilmu Al-Quran di Universitas Al-Azhar Mesir):Berpendapat bahwa, mengeluarkan zakat untuk warga Palestina melahirkan hukum baru. Dibolehkan mengeluarkan nilai zakat dalam bentuk barang untuk warga Palestina selagi mereka membutuhkannya, seperti makanan pokok atau kebutuhan bahan lainnya, sebagai bantuan yang diambil dari zakat untuk rakyat Palestina secara umum. Beliau juga berpendapat, bahwa mengeluarkan zakat untuk Muslim Palestina hukumnya MUBAH (boleh), dalam bentuk barang seperti makanan atau bentuk lain dengan syarat mereka sangat membutuhkannya.

 

5) Syaikh Dr. Muraweh Mousa Nassar (Sekjend Ikatan Ulama Internasional Komite Al-Quds dan Pendiri Ikatan Ulama Palestina di Luar Palestina): Berpendapat bahwa, rakyat Palestina berhak menerima zakat karena mereka adalah tempat untuk menyalurkan zakat, bahkan berhak dengan alasan 4 golongan yang berhak menerima zakat ada di Palestina dari 8 golongan yang Allah sebutkan dalam Al-Quran, [Sesungguhnya zakat itu (diberikan) kepada orang fakir, miskin, amil, mu’allaf (baru masuk islam), hamba sahaya, gharim (banyak hutang), mujahid fi sabilillah, dan ibnu sabil, merupakan kewajiban dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahi dan Bijaksana.] (QS. At-Taubah: 60).

Banyak diantara mereka adalah orang-orang fakir, miskin, ibnu sabil, dan mereka adalah para mujahid di jalan Allah. Jihad mereka sangat jelas tidak ada keraguan, mereka berhadapan langsung dengan Zionis Israel yang menjajah dan merampas tanah air mereka. Karena itu saya berpendapat, bahwa rakyat Palestina lebih prioritas diberikan zakat, bahkan kewajiban yang paling wajib adalah memberikan zakat mal kepada mereka. Untuk itu saya mengajak kepada kaum Muslimin untuk mengeluarkan zakatnya kepada Palestina, khususnya untuk program Gaza dan Baitul Maqdis.

Gaza diembargo selama lebih dari sepuluh tahun, sedangkan Al-Quds dan Baitul Maqdis mengalami yahudisasi dan tanahnya dirampas. Maka zakat yang diberikan kepada mereka akan mengokohkan mereka dalam menghadapi serangan Zionis Israel. Terlebih lagi Zionis seluruh dunia mengumpulkan bantuan sebesar $2 Milyar US Dolar setiap tahun, untuk yahudisasi Al-Quds dan menghancurkan Al-Aqsha.Selasa, 30 Mei 2017 Allâhu a’lam wa ahkam wa ajall

Prof. Dr. Muraweh Mousa Nassar

(Sekjend Ikatan Ulama Internasional Komite Al-Quds)

Dialihbahasakan oleh: International Aqsa Institute

 

 

Komentar

Share this post