Ketika Stephen Hawking Mendukung Perjuangan Palestina

Stephen Hawking

Ketika Stephen Hawking Mendukung Perjuangan Palestina

International Aqsa Institute – Dunia Sains berduka, ilmuan terkenal Stephen Hawking meninggal dunia. Namun tidak hanya dunia sains saja yang akan mengenangnya. Namannya juga akan tercatatat dalam lembaran sejarah atas dukungannya untuk Rakyat Palestina.

Rabu (14/03/2018) Hawking menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 76 tahun. Hawking menderita penyakit motor neurone.

Suatu ketika Hawking diundang sebuah acara akademik yang diadakan di Yerusalem oleh Zionis Israel Shimon Peres. Namun Hawking menolaknya dengan mengirimkan surat balasan kepada panitia acara pata tanggal 3 Mei. Dalam surat tersebut ia mengatakan bahwa “kebijakan pemerintah Israel cenderung menimbulkan bencana.”

“Saya menerima undangan untuk Konferensi Presiden tersebut dengan maksud agar saya dapat mengungkapkan pendapat saya mengenai prospek penyelesaian perdamaian, tetapi juga karena hal itu memungkinkan saya untuk memberikan ceramah di Tepi Barat.
“Namun, saya telah menerima sejumlah email dari akademisi Palestina.
“Saya telah memperhatikan pendapat saya bahwa kebijakan pemerintah Israel cenderung mengarah pada bencana,” tulisanya dalam surat tersebut.

Dan, dengan persetujuan Hawking, Komite Inggris untuk Universitas di Palestina, sebuah organisasi akademisi yang berbasis di Inggris untuk mendukung boikot akademis Israel, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada saat itu,

“Ini adalah keputusan independen untuk menghormati boikot tersebut, berdasarkan pengetahuannya tentang Palestina, dan dengan suara bulat dari kontak akademisnya di sana.”

Putusan tersebut lantas populerkan oleh aktivis Palestina dan para akademisi.

“Orang-orang Palestina sangat menghargai dukungan Stephen Hawking untuk boikot akademis Israel,” kata Omar Barghouti, anggota pendiri gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi, BDS.

“Kami pikir ini akan menghidupkan kembali minat di antara akademisi internasional dalam boikot akademis yang hadir dalam perjuangan melawan apartheid di Afrika Selatan.”

Ali Abunimah, seorang jurnalis Palestina-Amerika, menulis: “Ketika kita melihat ke belakang dalam beberapa tahun, keputusan Hawking untuk menghormati BDS mungkin datang sebagai titik balik – saat memboikot Israel sebagai sikap untuk keadilan menjadi mainstream”.

 

Dukungan Stephen Hawking untuk Pendidikan Palestina

Tahun lalu, dia meminta follower nya untuk donasi ke Sekolah Tinggih Fisika Palestina – sebuah rangkaian seminar fisika untuk para guru di Tepi Barat.

Stephen Hawking

“Saya mendukung hak ilmuwan di manapun untuk kebebasan bergerak, publikasi dan kolaborasi,” tulisnya.

Hawking juga secara terbuka memposting video ucapan selamat pada Hanan al-Hroub seorang wanita Palestina yang memenangkan Global Teacher Prize tahun 2016.

“Anda adalah inspirasi bagi semua orang,” tuturnya.

“Dalam kondisi masyarakat yang mengalami konflik, di mana anak-anak secara terus mendapatkan kekerasan, Hanan Al Hroub membangun kepercayaan dan mendukung anak-anak yang menderita trauma psikologis – dari lubuk hati yang paling dalam di kelasnya.” (bee/aqsainstitute)

Diterjemahkan dari: How Stephen Hawking supported the Palestinian cause 

 

 

 

Komentar

Share this post