fbpx

Haikal Sulaiman, Kuil Dongeng yang Zionis Ciptakan

Haikal Sulaiman,

Haikal Sulaiman, Kuil Dongeng yang Zionis Ciptakan

International Aqsa Institute – Sepeninggalan nabi Dawud as, kekuasaan daulah Yahudi beralih ke tangan putranya, Sulaiman as. Nabi Sulaiman memiliki kelebihan yang manusia terdahulu tidak memilikinya, Allah menundukan kekuatan-kekuatan alam unuknya, seperti; angin. Sulaiman juga menundukan bangsa jin, burung, dan hewan. Sehingga Sualiman dapat memerintahkan mereka untuk membuat bangunan-bangunan tinggi, patung, istana, dan lainya.

“Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman dengan apa yang dikehendakinya diantaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur” (Saba’ 34:13).

Orang-orang Yahudi sangat meyakini bahwa apa yang dibangun oleh Sulaiman adalah rumah ibadah dibuat khusus untuk mereka, yang letaknya tepat di bawah Masjid Al Aqsha. Hal tersebut yang mendasari orang-orang Yahudi untuk menghancurkan Al-Aqsha dan menggantinya dengan Haikal Sulaiman.

Haikal sulaiman,

Namun dalam sumber-sumber Islam tertera bahwa nabi Sulaiman tidak membangun kuil, melainkan merenovasi bagunan kuno Masjid Al-Aqsha, yang telah lama di bangun oleh nabi Adam as. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Dzar al-Ghifari radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan,

“Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun di muka bumi?” Beliau menjawab, “Masjid al-Haram.” Aku kembali bertanya, “Kemudian?” Beliau menjawab, “Masjid al-Aqsha.” Kutanya lagi, “Berapa tahunkah jarak pembangunan keduanya?” Beliau kembali menjawab, “40 tahun. Dimanapun engkau menjumpai waktu shalat, maka shalatlah, karena tempat (yang engkau jumpai itu) adalah masjid.”

Penjelasan Haikal Sulaiman tercatat dalam beberapa poin yang juga sebagian tertera dalam kitab-kitab suci Yahudi.

Pertama, Rumah Ibadah Palsu

Rumah ibadah palsu dibangun oleh para prajurit dan pekerja bangunan yang selanjutnya dikenal dengan dengan nama Masoni (pekerja bangunan). Inilah cikal-bakal kata Masoni dari kata para pembangunan rumah ibadah (Haikal). Seangkan Mason (Freemasonry) adalah sebuah gerakan Yahudi berbahaya yang menyimpang. Gerakan ini bertujuan untuk membentangkan kekuasaan Yahudi dan pengikut-pengikutnya diseluruh dunia. Gerakan ini memusuhi islam dan agama apapun selain Yahudi.

 

Kedua, Tidak ada Bukti Jelas Tentang Bagunan Haikal Sulaiman

Riwayat sejarah menunjukan bawa rumah ibadah ini dibangun di tanah Quds di samping Aqsha. Namun tidak ada bukti yang jelas menunjukan keberadaan bangunan ini seara persis. Ciri-ciri detail bangunan ini baik bagian dalam dan bagian luar hanua yeryera di dalam kitap Yahudi saja.

Ketiga, Kuil Khayalan

Ciri-ciri bangunan rumah ibadah yang tertera dalam kitab-kitab Yahudi lebih mendekati fiksi dari pada fakta. Menurut keterangan kitab-kitab Yahudi bangunan ini berupa rumah besar dan lengkap terbuat dari emas.

 

Keempat, Tempat Ritual

Tabut diletakan didalam benda paling suci (mihrab) di dalam rumah ibadah pada saat penyelenggaraan peserta besar-besaran. Untuk tujuan ini, banyak sekali sapi dan kambing yang disembeli.

 

Kelima, Haikal Sulaiman Diragukan Para Ahli Sejarah 

Para ahli sejarah meragukan kebenaran riwayat terkait rumah ibadah (Haikal), karena kitab-kitab suci Yahudi baru ditulis 700 tahun setelah era nabi Musa. Penulisan kitab-kitab tersebut tentu mengalami banyak penyelewengan dan perubahan berdasaran pengakuan para tokoh Yahudi sendiri.

Keenam, Tidak Ada Jejak Peninggalan

Yahusi saat ini mencari-cari keberadaan rumah ibadah ini. Dalam riwayat dan berita dalam kitab-kitab para ahli sejarah bahwa rumah ibadah ini sudah dihancurkan dan dibakar secara keseluruhan, hingga tidak lagi menyisahkan dua bongkah batupun.

 

Ketujuh, Klaim Sejarah

Disebutkan dalam kitab-kitab para ahli sejarah bahwa tiang-tiang rumah ibadah ini terbuat dari perak dan bebatuan, bukan dari emas seperti yang diklaim Yahudi.

Sejarah ini tercatat dalam kitab-kitab suci Yahudi dan juga buku-buku sejarah barat, seperti halnya tertera dalam buku-buku sejarah arab. Terlebih Al quran juga menuturkan banyak sekali rincian peristiwa –peristiwa ini. (bee/aqsa institute)

 

Sumber: Ensiklopedia Palestina dan berbagai sumber lain

 

 

 

Komentar

Share this post