Kilas Balik, Mandat LBB Pada Britania Untuk Palestina

Britanian di Palestina

Kilas Balik, Mandat LBB Pada Britania Untuk Palestina

IAI- Britania (Inggris) mulai masuk ke Palestina sejak 9 Desember 1917 M dipimpin oleh Edmund Allenby. Saat memasuki tanah suci, Allenby menyampaikan dalam pidato pertamanya di depan pintu gerbang Benteng al Quds: “ Sekarang, baru selesai Perang Salib!”.

Kemudian Liga Bangsa-Bangsa (Kini PBB)  memberi mandat kepada Britania pada Juli 1929. Isi mandatnya sebagai berikut:

  1. Mengkondisikan secara politik, ekonomi, dan administrai yang memastikan pelaksanaan pembangunan rumah bagi penduduk Yahudi di Palestina dengan mengakui eksistensi bangsa Yahudi.
  2. Mempermudah eksodus bangsa Yahudi ke Palestina
  3. Menetapkan undag-undang kewarganegaraan bagi bangsa Yahudi sehingga memudahkan mereka mendapatkan kewarganegaraan Palestina.
  4. Menjadikan bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi selain bahasa Arab dan Inggris.

Mandat Britani ini berpengaruh pada Yahudi pada kala itu. Populasi mereka kala itu sebanya 56.000. tahun 1929 meningkat menjadi 150.000 dan 355.000 orang tahun 1935. Pada tahun 1939 meningkat menjadi 445.457 orang atau 30% dari jumlah keseluruhan penduduk Palestina.

Tahun 1927, Yahudi menyerang Masjid Al Aqsa dibawah lindungan tentara Britania. Mereka menguasai dinding Buraq dan mengakuisisi dinding tersebut. Hasilnya, muncullah penyerangan balasan pada Yahudi -dinamakan- “Revolusi al Buraq” pada 15 Agustus 1929. Penyerangan diredam Britania kala itu karena pro terhadap Yahudi.

Salah satu pemimpin revolusi tersebut ialah ‘Izzuddin Al Qassam. Beliau berhasil mengumpulkan pasukan rahasia sebanyak 200-800 orang dan mendirikan “Gerakan Jihad” untuk menghadapi Britania. Pada 15 November 1935, Britania mengetahui kelompok itu dan pada 20 November 1935, ‘Izzuddin Al Qassam meninggal dunia. Namanya kini dikenang sebagai nama salah satu sayap militer Hamas (Kelompok Gerakan Perlawanan Islam).

Revolusi Arab di Palestina semakin meluas antara tahun 1936-1939. Rakyat Palestina juga mengadakan aksi mogok nasional selama 178 hari dimulai dari  bulan April1936 untuk menuntut hak rakyat Palestina diantaranya pembentukkan pemerintahan Palestina melalui parlemen terpilih, penghentian imigrasi Yahudi, pelarangan penjualan tanah pada Yahudi.

Britania mulai frustasi dengan tanggapan baik dari rakyat Palestina dari segala solusi politik: Pembentukan Komisi Peel (1936-1937), Komisi Woodhead (1938), dan pembuatan Buku Putih (1939). Padahal secara diam-diam Yahudi sudah mulai menyiapkan organisasi militernya dan dibantu Britania. Padahal Britania sedang krisis ekonomi.

Pada April 1947, Britania menarik diri dari kasus Palestina dan menarik pasukannya pertanggal 15 Mei 1948 serta mmenyerahkan perkara ini pada Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Nuh/aqsanstitute)

 

 

 

Komentar

Share this post