MASJID AL-AQSHA DIBANGUN NABI ADAM A.S.

Masjid Al-Aqsha

MASJID AL-AQSHA DIBANGUN NABI ADAM A.S.

Oleh:
Ahmad Musyafa’, Lc.
(Direktur International Aqsa Institute)

 

Tulisan ini khusus untuk orang Islam. Tapi seandainya bermanfaat untuk saudara-saudara di luar Islam, semoga menjadi tambahan pertimbangan.

Karena kita Muslim, maka yang menjadi rujukan utama kita adalah teks suci. Terutama dalam membicarakan tentang peristiwa zaman dahulu, peristiwa kenabian sejak manusia pertama, Nabi Adam a.s.

Kita sepakat, bahwa teks suci itu adalah wahyu ilahi, wahyu pertama dan wahyu kedua, yaitu Al-Quran dan As-Sunnah An-Nabawiyyah atau sering disebut Hadis Rasul. Setiap yang keluar dari Rasulullah Saw. sesuai dengan bimbingan dan arahan Allah yang mengutusnya.

Maka membahas Palestina, rujukan kita adalah Al-Quran dan Sunnah. Karena Palestina yang di dalamnya ada kota Al-Quds (Yerussalem) dan Masjid Al-Aqsha, merupakan peradaban tua sejak zaman kenabian awal.

Masjid Al-Aqsha merupakan tempat yang dipilih Allah, digunakan untuk aktivitas penyembahan kepada-Nya dari atas bumi. Pertama di dunia setelah Masjidil Haram. Hanya berjarak 40 tahun.

Rasulullah Saw. ditanya oleh sahabat Abu Dzar r.a., “Masjid apa yang pertama kali dibangun?”, Rasulullah Saw. menjawab, “Masjidil Haram,” Kemudian Sahabat Abu Dzar r.a. bertanya lagi, “Setelah itu masjid apa?” Beliau menjawab, “Masjid Al-Aqsha.” Kemudian bertanya lagi, “Berapa jarak pembangunan antar keduanya?” Nabi menjawab, “Empat puluh tahun.” (HR. Bukhari)

Hadis di atas menjadi penjelas dari ayat Al-Quran yang menyebutkan, bahwa Masjid yang pertama di bangun di bumi Allah ini adalah Masjidil Haram di Makkah, 40 tahun berikutnya dibangun Masjid Al-Aqsha.

Empat puluh tahun adalah masa yang sangat singkat untuk ukuran usia manusia zaman dahulu. Sehingga para ulama menguatkan pendapat, bahwa yang membangun Masjidil Haram adalah sama orangnya yang membangun Masjid Al-Aqsha. Yaitu Nabi Adam a.s. bukan Nabi Ibrahim a.s.

Karena Nabi Ibrahim a.s. disebutkan didalam Al-Quran dengan bahasa, يرفع, yang berarti mengangkat atau meninggikan bangunan pondasi dasarnya yang sudah ada sebelumnya.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿البقرة:١٢٧﴾
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail” (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 127)

 

Ayat lain menunjukkan hal yang sama, bahwa sebelum diutusnya Nabi Ibrahim a.s. berdakwah di Jazirah Arab, sudah ada Baitullah Al-Haram atau Masjidil Haram di Makkah. Allah Swt. berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (إبراهيم: ٣٧)
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).

Sehingga dapat disimpulkan, bahwa Nabi Ibrahim a.s. bukan yang pertama kali membangun Masjidil Haram. Tapi menambah bangunan di atas pondasi yang sudah ada sebelumnya, yang dibangun oleh Nabi Adam a.s.

Jika digabungkan dengan hadis di atas, maka Nabi Adam a.s. juga yang membangun Masjid Al-Aqsha, 40 tahun setelah membangun Masjidil Haram.

Selain landasan ideologis ini, bukti fisik semakin menguatkan bahwa yang membangun kedua Masjid suci ini adalah orang yang sama, diperintahkan oleh Dzat yang sama, Allah Sang Khaliq subhanahu wa ta’aalaa.

Baca Juga: MENGAPA WARGA PALESTINA TIDAK HIJRAH?

 

 

 

 

Komentar

Share this post