fbpx

Inilah Kota Abu Dis Sebagai Ganti Jika Yerusalem Menjadi Ibu kota Israel!

Yerusalem

Inilah Kota Abu Dis Sebagai Ganti Jika Yerusalem Menjadi Ibu kota Israel!

International Aqsa Institute – Untuk memuluskan jalannya ‘menghadiahkan’ Kota Yerusalem kepada Israel, A.S menjanjikan sebuah kota untuk kemudian dijadikan sebagai Ibu kota Palestina di masa depan. Lantas seperti apa kota Abu Dis yang dijajakan Paman Sam untuk warga Palestina itu?

Abu Dis, kota kecil berbatasan dengan Yerusalem Timur. Kota tersebut berjarak sekitar 45 menit dari Yerusalem dan mayoritas penduduknya beragama Islam. Dengan Populasi 12 ribu penduduk pada sensus yang di lakukan tahun lalu. Sekilas, kota ini tak berbeda dengan wilayah lainnya, kecuali Tembok besar yang dikenal sebagai tembok ‘Rasial’ mengelilingi Yerusalem mengisolasi kota tersebut, selain itu juga terdapat lembah yang dalam mengitari kota Abu dis. Itu berarti jika Yerusalem di kuasai oleh Israel, penduduk Palestina akan terisolasi dari Masjid Al-Aqsha yang berada di Yerusalem dan mereka (Israel) dengan leluasa dapat mewujudkan rencana besar mereka untuk membangun Kuil Solomon di reruntuhan Al-Aqsha.
Itu adalah alasan utama rakyat Palestina melakukan perlawanan hingga rela mengorbankan nyawanya.

Dikutip dari Al-Jazeera, Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Berbicara pada sebuah pertemuan dengan para pemimpin Palestina.
“Saat ini, AS masih menawarkan penawaran dan terus berada di tangan Otoritas Palestina dengan cara apa pun, untuk memberi mereka modal atau entitas di wilayah Abu Dis.”

“Abu Dis jauh dari Baitulmaqdis, dengan jembatan yang menghubungkan Masjid al-Aqsa membenarkan kebebasan salat,” ujar Haniyeh

Di kota itu berdiri Sebuah masjid tua Maqam Salah ad-Din dan di dalamnya terdapat makam tua dengan naskah puisi yang dibuat 1878. Di sana juga terdapat satu fasilitas pendndikan terkemuka yakni Al Quds University. Kantor pemerintahan Palestina dan sejumlah parlemen juga berdiri di kota tersebut sejak 1996.

Meskipun perekonomian di kota Abu dis bisa dibilang cukup maju, tetapi di kota itu tidak terdapat rumah sakit. Fasilitas kesehatan terdekat berjarak kurang lebih 30 kilometer dari Abu Dis.

Hal tersebut membuat warga harus berobat ke Yerusalem atau kota sekitar untuk mendapatkan perawatan medis. Meski demikian, untuk memasuki kawasan kota suci guna mendapatkan pengobatan pun, mereka harus mendapatkan izin dari otoritas Israel terlebih dahulu.

Minimnya waduk air membuat kota tersebut bergantung pada suplai dari Perusahaan Air Minum Pemerintah Israel yang menguasai Tep Barat. Ini membuat negara zionis itu mengatur arus air ke kota tersebut. Warga kerap mengeluhkan kurangnya pasokan air.

Kabar Abu Dis akan jadi ibu kota Palestina sudah lama jadi bahan pembahasan Saudi, Palestina, dan Amerika. Namun Abbas maupun Hamas mengeluarkan pernyataan tegas bahwa Yerusalem menjadi ibu kota Palestina, selamanya.

Sumber: Republika

Komentar

Share this post