fbpx

SKENARIO PENGHANCURAN AL-AQSHA

Penghancuran Al-Aqsha

SKENARIO PENGHANCURAN AL-AQSHA

 

Pengakuan Donald Trump, yang menyatakan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibukota Israel membuat gempar tak hanya Negara-negara dengan Agama Islam sebagai Mayoritas, tetapi mengejutkan seluruh dunia bahkan masyarakat A.S sendiri.
Tetapi hal ini, sudah dirancang dan direncanakan sedemikian rupa oleh Zionis Israel sejak lama.

Penguasaan Kota Al-Quds, Hanyalah sebagai tahap awal untuk mewujudkan rencana besar mereka
membangun kembali Kuil ketiga ‘Kuil Solomon’ atau Kuil sulaiman diatas reruntuhan Masjid Al-Aqsha.
Itu berarti, Masjid Al-Aqsha akan mereka hancurkan dan membangun ‘Kuil Khayalan’ yang telah mereka cari sejak lama, namun tak ada satupun bukti sejarah otentik yang menunjukkan eksistensi dari kuil tersebut. Berikut Upaya-upaya Zionis Israael untuk Menghancurkan Al-Aqsha:

1. Penggalian Terowongan Di bawah Fondasi Masjid Al-Aqsha

Terowongan-terowongan yang telah mereka gali, sejak tahun 1967 hingga kini di tahun 2017 di Palestina telah mencapai 2-3 km. Dan semua lokasi penggalian mengarah pada pondasi kompleks Masjid Al-Aqsha. Sudah jelas jika misi utama mereka adalah ‘Runtuhnya Masjid Al-Aqsha’.

Puluhan tahun sudah, para arkeolog yahudi mencari jejak peninggalan sejarah kuil ‘Khayalan’ yang mereka yakini. Namun, tak ada satu pun bukti peninggalan yang mereka temukan. Penggalian tersebut juga telah merusak sebagian wilayah Masjid Al-Aqsha dan peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada disana seperti bangunan-bangunan di wilayah Ruwaq al-Gharbi (lorong barat), juga teras kompleks Masjid Al-Aqsha yang banyak terdapat lubang bekas penggalian.

Penghancuran Al Aqsha

Karena Khawatir akan mendapat kecaman dari berbagai pihak, dan masih tak terbukti satu pun jejak kuil tersebut, mereka beralih dengan membuat-buat istilah dan penamaan versi mereka atau menghubung-hubungkan nama-nama penginggalan yang ada. Upaya itu mereka lakukan
untuk menghadirkan nuansa Yahudi di wilayah Al-Quds, juga membuat-buat sejarah baru bagi Al-Aqsha dan Palestina dengan memisahkan Palestina dari identitas aslinya.
Semua itu mereka lakukan untuk menegaskan bahwa kota Al-Quds adalah milik Yahudi.

2. Yahudisasi Kota AL-Quds

Penjajahan Israel di Palestina pada umumnya dan Yerusalem pada khususnya adalah salah satu bentuk kolonialisme dan rasisme yang paling umum yang telah dikenal manusia dalam sejarah. Pendudukan Israel telah menjadi model negatif dalam pelanggaran hukum dan keputusan internasional dan manipulasi undang-undang.

Dilansir dari melayu.palinfo.com Yayasan Al-Quds Internasional mempresentasikan puluhan fakta proyek yahudisasi Israel di Al-Quds dalam laporannya yang berjudul “50 Fakta Mencengangkan Soal Realita Yahudisasi di Al-Quds”.

Penghancuran Al-Aqsha

Berikut beberapa fakta yang diungkap:
– Menguasai seluas mungkin tanah dan mengusir warganya; usir warga Al-Quds, tempatkan warga pemukim, ubah identitas, itu jargon Israel.
– Tujuan Israel paling utama membuat sabuk pengaman di sekitar Al-Quds, menjaga pos militer penting, membuat jalan khusus warga yahudi, integrasi permukiman, halangi pertumbuhan warga Arab Palestina, tingkatkan warga yahudi, isolasi kota Al-Quds dan berusaha jadikan sebagai ibukota Israel
– Kuasai dan tetapkan kedaulatan atas Al-Aqsha, atur jadwal penggerekan warga Yahudi, melarang berjaga di Al-Aqsha, membagi jadi dua waktu dan tempat di Al-Aqsha.
– Kerjasama organisasi yahudi pembela kuil untuk membidik Al-Aqsha.
– Terbitkan undang-undang mengukuhan kedaulatan Israel atas Al-Aqsha.
– Bangun kota Yahudi bawah tanah kota Tua.
– Terdapat lebih dari 63 galian hingga akhir tahun 2016. .
– Membangun puluhan unit hunian pemukiman Yahudi di sekitar Al-Aqsha dan di dalam Al-Quds.
– Mencabut kartu identitas atau izin tinggal bagi warga Al-Quds dalam kasus tertentu.
– Penangkapan, pembunuhan dan pengusiran, tahanan rumah bagi warga Al-Quds.
– Di bidang ekonomi, Israel memblokade warga dan merampas sumber rizki mereka sehingga tinggal pengangguran mencapai 31 persen dan tingkat kemiskinan mencapai 76 persen.

Sejak berhasil menjajah bagian barat Yerusalem pada tahun 1948, penjajah Israel secara masif
meyahudikan kota Al-Quds. Mereka berusaha mengentalkan nuansa Yahudi di wilayah yang mereka duduki. Sasaran utamanya adalah Masjid Al-Aqsha yang kaya akan sejarah umat Islam dan Nasrani, memanipulasi sejarah pada peninggalan di Al-Aqsha versi mereka sendiri agar kental Nuansa Yahudi disana, serta meniadakan semua aktivitas jemaat Muslim sebelum akhirnya menghilangkan pengaruh umat Islam dan menjadikan Al-Aqsha hanya milik mereka.

berlanjut ke nomor 3…

Komentar

Share this post