fbpx

HAL INI YANG MEMBUAT ZIONIS, KINI MENGINCAR ANAK PALESTINA

HAL INI YANG MEMBUAT ZIONIS, KINI MENGINCAR ANAK PALESTINA

Internationa Aqsa Institute – Hari anak Internasional, diperingati oleh seluruh Negara di muka bumi untuk meningkatkan kepedulian terhadap generasi-generasi muda penerus kita. Pertumbuhan serta perkembangan tentu menjadi perhatian para orang tua yang menginginkan masa depan yang cerah bagi sang anak.

Namun miris, dimana hari ini diperingati untuk seluruh anak di muka bumi, dunia seakan menutup mata dengan yang terjadi di Negeri Palestina. Saat masa kanak-kanak mereka di renggut, ditangkap dan dipenjarakan oleh Zionis, bahkan tak jarang mereka ditembak hingga mati. Dari data yang kami kumpulkan, pada empat bulan pertama di tahun 2016 saja sebanyak 1.260 anak Palestina yang masih di bawah umur ditahan di penjara Zionis. Dan bahkan pada Tahun 2017 ini sebanyak 14 anak Palestina ditembak mati oleh Pasukan Zionis. Apa yang membuat Zionis hingga tega melakukan hal sekeji itu pada anak-anak?

Pemuda Palestina, dikenal sebagai kaum yang pemberani. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya aksi perlawanan yang mereka lakukan pada pasukan bersenjata lengkap bahkan tank tempur penjajah Zionis, Hanya dengan bersenjatakan batu. Itu karena, para pemuda yang melakukan perlawanan semuanya telah menyiapkan perbekalan mereka di akhirat nanti. Mereka semua adalah Hafizul Qur’an dan cita-cita terbesar mereka adalah Syahid, mati di jalan Allah dengan memperjuangkan Masjid Al-Aqsha dan memerdekakan Palestina.
Hal itulah, yang membuat Zionis berfikiran untuk mencegah bibit-bibit para ‘Syuhada’ pemberani itu tumbuh menjadi sosok yang paling mereka takutkan, menjadi Pejuang yang tak takut mati.

Generasi para pemberani itu terlahir, tentu karena peran penting orang tua mereka.
Sejak kecil mereka telah di perkenalkan dengan Al-Qur’an serta diajarkan untuk mencintai bangsa dan tanah airnya dan meskipun ditengah ekonomi yang sangat sulit, para orangtua Palestina selalu mengutamakan pendidikan bagi anaknya. Bayangkan saja, dalam keadaan yang serba sulit seperti itu, rata-rata anak Palestina telah menghafal seluruh isi Al-Qur’an pada umur 5 tahun. Dan Pemuda Palestina yang telah berumur 18 tahun, kebanyakan telah menjadi seorang Sarjana (S1)
Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari perjuangan saudara-saudara kita di Palestina,
salah satunya adalah cara untuk mendidik para penerus kita untuk menjadi Manusia yang mencintai Agama, mengharumkan nama bangsa, dan membanggakan orang tuanya. (Sidiq)

Komentar

Share this post