fbpx

Syeikh Raed Shalah: “Kita akan tetap ada selama Zaitun dan Zaktar ada”

Syaikhul Aqsha

Syeikh Raed Shalah: “Kita akan tetap ada selama Zaitun dan Zaktar ada”

Syaikh Raed Shalah yang lebih dikenal dengan “Syaikul Al-Aqsha” dilahirkan di desa Al-Lajun dekat kota Ummu Fahm, Palestina terjajah (yang dikuasai Israel) sebelah utara pada tahun 1958. Sebuah desa yang diwarisi dari generasi ke generasi namun mereka diusir Israel pada tahun 1948 pasca perang berdarah dengan zionis Israel. Zionis Israel membumihanguskan semua rumah di sana dan menguasai tanahnya sehingga warganya pergi meninggalkannya dan mengungsi ke Umm Al-Fahm dengan harapan mereka akan kembali ke desa mereka suatu hari.

 

Kecintaannya yang besar terhadap Agamanya dan tempat suci Umat Islam, membuat Ia terpilih menjadi ketua Lembaga Penjagaan Tempat Suci Islam “Al-Aqsha” yang memiliki peran penting dalam membela masjid-masjid di seluruh wilayah Palestina dan berhasil mengungkap usaha musuh zionis Israel berkali-kali untuk menggali terowongan di bawah masjid Al-Aqsha.

 

“Kami yakin bahwa pada akhirnya kemenangan akan diberikan kepada orang bertakwa. Dalam waktu dekat kita yakin di Al-Quds akan memperingati akhir dari penjajahan terhadap Al-Quds dan masjid Al-Aqsha.”  ungkap Syaikh Raed Salah.

Beliau sangat di awasi oleh Zionis, karena ia mampu membakar semangat warga Palestina melalui kata katanya.
Kini beliau di tahan di penjara Zionis, dan masa penahanannya kembali di tambahkan

Komentar

Share this post