fbpx

SHAFAR, ANTARA KHAIBAR DAN NAKSAH

Khaibar

SHAFAR, ANTARA KHAIBAR DAN NAKSAH

Oleh:

Ahmad Musyafa’

(Direktur International Aqsa Institute)

 

Bulan Shafar menjadi bukti peristiwa besar dalam sejarah Islam. Tahun ke-7 hijrah, sepulangnya Rasulullah Saw. dari perjanjian Hudaibiyah, Allah Swt. menjanjikan kaum Muslimin harta rampasan perang terbanyak (QS. Al-Fath: 20).

Allah Swt. menyegerakan kaum Muslimin untuk menjemputnya. Rampasan perang terbanyak itu ada di Yahudi Khaibar. Pusat kekuatan Yahudi terbesar.

Bukan tanpa alasan. Yahudi Khaibar kontributor terbesar dalam memobilisasi pasukan perang Ahzab. Pusat konspirasi terhadap kaum Muslimin. Menggalang Yahudi Bani Quraidhah untuk berkhianat kepada Rasulullah Saw. Bahkan merencanakan eksekusi pembunuhan terhadap Rasul Mulia Saw.

Khaibar adalah kota besar berbenteng kokoh dan lahan tanaman terhampar. Berjarak 80 mil dari Madinah ke arah utara. Khaibar dibagi dua bagian. Bagian pertama terdiri dari lima tembok pertahanan, bagian kedua ada 3 tembok pertahanan. Selain itu banyak benteng-benteng kecil.

Tentu ini menunjukkan kekuatan pertahanan Khaibar. Di dalamnya terdapat harta yang melimpah. Berupa makanan, perhiasan, binatang ternak, pakaian, hingga tawanan wanita.

Khaibar

Ilustrasi Perang Khaibar
sumber: Mozaik-inilah.com

Ketika pasukan Rasulullah Saw. menaklukannya di bulan Shafar tahun ke-7 hijrah, bertepatan dengan bulan Juni 628 M, Allah membuktikan kebenaran janjinya sesuai termaktub dalam Al-Quran.

Jatuhnya Khaibar ke tangan kaum Muslimin, menjadi titik akhir perlawanan Yahudi kepada Islam. Setelah sebelumnya terusir dari Madinah; Bani Nadlir, Bani Qainuqa’, dan Bani Quraidhah.

Kekalahan yang sangat menyakitkan bagi Yahudi. Dendam membara Yahudi terhadap umat Muhammad Saw. sepanjang hidup. Akan dibalas kembali oleh anak cucu Khaibar.

Ketika kita menyaksikan kebrutalan Yahudi di Palestina hari ini, kejahatan kemanusiaan lebih dari 100 tahun, dan penistaan agama lebih dari 50 tahun. Semuanya tidak lepas dari peristiwa Naksah. Perang enam hari antara Israel dan koalisi Arab tahun 1967. Berakhir dengan kekalahan Arab-Islam.

Mulai hari itu kota Al-Quds jatuh ke tangan Yahudi Israel. Termasuk di dalamnya simbol kesucian umat Islam, Masjid Al-Aqsha pun dinodai. Ternyata, peristiwa Naksah ini punya keterikatan sejarah dengan Khaibar. Terjadi di bulan yang sama, bulan Juni, atau juga sama di bulan Shafar tahun 1387 H.

Apakah ini kebetulan? Saya yakin tidak. Kepedihan di Khaibar betul-betul Yahudi muntahkan dalam peristiwa Naksah.

 

Adalah Husein Syafei, Wakil Presiden Mesir Jamal Abdul Naser, saat itu bersaksi dalam Acara “Saksi Hidup” di chanel Al-Jazeera mengatakan, bahwa atribut tentara Israel perang 1967 adalah Khaibar.

Moses Dayan, Menteri Pertahanan Israel di hari penyerangan itu, berulang kali menyebut, “Hari Ini adalah pembalasan atas Khaibar.”

Perdana Menteri Israel saat itu, Golda Meire pun menyatakan hal yang senada, “Sungguh aku mencium aroma Yatsrib (Madinah) dan Khaibar.”

Tidak cukup begitu. Yel-yel yang terus disuarakan para pasukan Israel adalah, “Muhammad mati, Muhammad mati, tidak meninggalkan generasi, kecuali kaum perempuan,” maksudnya generasi yang lemah.

 

Adakah kita melupakan ajaran Rasulullah Saw.? Apakah kita lupa dengan sejarah perjuangan Nabi Mulia? Tidakkah Palestina juga disayang dan dimulyakan Rasulullah Saw? Semoga kita bisa menjadi penerus Rasulullah Saw. Amin.

 

 

 

Komentar

Share this post