fbpx

Harapanku untuk Mendirikan Sholat di Masjid Al-Aqsha

Al-Aqsha

Harapanku untuk Mendirikan Sholat di Masjid Al-Aqsha

 (Sumber gambar : http://www.presstv.com)

Masjid Al-Aqsha atau Baitul Maqdis merupakan salah satu masjid yang dirindukan oleh umat muslim untuk dapat mendirikan shalat di dalamnya. Keutamaan Masjid Al-Aqsa disebutkan didalam banyak hadis dan atsar.

Masjid Al-Aqsha terletak di Palestina. Masjid ini menjadi salah satu masjid dari tiga masjid yang disucikan dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Selain itu, Masjid Al-Aqsha menjadi salah satu masjid tertua di dunia.

Dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, Masjid Al-Aqsha atau Baitul Maqdis merupakan tempat yang disinggahi beliau sebelum diangkat ke Sidratul Muntaha. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 1 :

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau mendapatkan perintah secara langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk mendirikan sholat bagi kaun muslim. Kiblat pertama kaum muslim adalah Masjid Al-Aqsha hingga 17 bulan setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam hijrah ke Madinah. Setelah itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada Rasulullah untuk menghadapkan wajahnya ke arah Masjidil Haram. Hal ini Allah firmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 142 yang memiliki arti :

Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata : ‘Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari keblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?’ Katakanlah : ‘Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.”

Masjid Al-Aqsha dijadikan kiblat pertama karena pada saat itu kondisi Masjidil Haram belum berupa bangunan masjid dan dipenuhi berhala-berhala dengan jumlah yang mencapai 309 buah dan senantiasa disembah oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam. Oleh karena itu, bila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melaksanakan shalat dengan menghadap ke Masjidil Haram, hal itu akan menjadi kebanggaan bagi kaum kafir Quraisy seolah-olah Rasulullah mengakui berhala-berhala mereka sebagai Tuhan.

Keutamaan Masjid Al-Aqsha juga diterangkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam sebagai berikut :

Tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar untuk mengejar pahala ibadah) kecuali menuju tiga masjid: Al-Masjidil Al-Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, dan Masjid Al-Aqsa.

(Muttafaq’Alaih, dari hadis Abu Hurairah)

Diriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah bin Mar radhiallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Saalam bersabda :

Ketika Nabi Sulaiman merampungkan pembangunan Baitul Maqdis, beliau memohon kepada Allah tiga permintaan : (1) Memberi putusan hukum yang sesuai dengan hukum Allah, (2) Diberikan kerajaan yang tidak patut dimiliki oleh seorang pun setelah dirinya, (3) dan agar tak seorang pun yang datang ke Masjid Al-Aqsha dengan keinginan menunaikan shalat di dalamnya, kecuali dihapuskan segala kesalahannya, (sehingga suci) seperti saat hari kelahirannya.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melanjutkan, “Permintaan pertama dan kedua telah diberikan, dan aku berharap yang tiga pun Allah kabulkan.”

(HR. Ibnu Majah No.1408. Al-Albani mengatakan hadits ini shahih)

Dari segi pahala, melakukan shalat di Masjid Al-Aqsha pahalanya lebih besar dari tempat-tempat lainnya, kecuali dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dari Abu Darda dan Jabir radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :

Keutamaan shalat di Masjidil Haram adalah seratus ribu kali shalat atas masjid selainnya. Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) adalah seribu shalat. Sedangkan di Masjid Baitul Maqdis adalah 500 kali lipat.

(HR. Al-Baihaqi di Al Sunan Al-Shugra No.1821 dan sihahihkan Al-Albani di Shahih Al-Jami’ No.4211)

Mengetahui segala keutamaan Masjid Al-Aqsha tentu membuat hati setiap umat muslim rindu untuk mendirikan shalat di dalamnya. Rindu untuk bertemu saudaranya di sana. Rindu untuk merasakan dan membayangkan detik-detik keberangkatan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam menuju langit ke tujuh, ke Sidratul Muntaha. Dengan rasa rindu ini pula semoga mampu mengantarkan kita untuk bersemangat membantu memerdekakan Palestina! Allahu Akbar!

 

Roidah Zihni Adzani

 

 

 

Komentar

Share this post