AWAL MULA MENINGKATNYA POPULASI YAHUDI DI PALESTINA

Balfour

AWAL MULA MENINGKATNYA POPULASI YAHUDI DI PALESTINA

Dibuatnya deklarasi Balfour pada 2 November 1917, sangat berpengaruh terhadap bertambahnya
jumlah populasi Yahudi di Palestina pada masa pendudukan Britania.

Setelah itu, Liga Bangsa-Bangsa memberikan mandat kepada Britania pada bulan Juli 1922.
Yang isinya:

1.Mengkondisikan secara politik, ekonomi dan administrasi yang dapat memastikan pelaksanaan pembangunan rumah bagi penduduk Yahudi di Palestina, dengan mengakui eksistensi bansa Yahudi.
2.Mempermudah eksodus bangsa Yahudi ke Palestina.
3.Menetapkan undang-undang kewarganegaraan bagi bangsa Yahudi sehingga memudahkan mereka mendapatkan kewarganegaraan Palestina.
4.Menjadikan bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi, selain bahasa Arab dan Inggris.

Mandat ini sangat berpengaruh terhadap populasi Yahudi di Palestina kala itu.
Ketika mulai penjajahan Britania sekitar 56.000 orang, Tahun 1929 jumlahnya meningkat menjadi 150.000 orang, dan pada tahun1939 menjadi 445.457 orang atau sekitar 30% dari jumlah keseluruhan penduduk di Palestina kala itu.

Ketika Britania mengumumkan penarikan diri atas kasus dari Palestina, dan menarik pasukannya pada 15 Mei 1948 serta menyerahkan keputusan atas perkara di Palestina pada PBB untuk di selesaikan,
Zionis mulasi merencakan pendirian negara Israel. Di sisi lain PBB juga telah memutuskan untuk membagi wilayah Palestina menjadi 55% bagi Yahudi dan 45% bagi bangsa Arab dan Kota al-Quds menjadi wilayah Internasional.

Perang Arab-Israel pun terjadi pada tahun 1948.
Akibatnya sebanyak 800 ribu rakyat Palestina terusir dari kampung halamannya sendiri, hingga terpaksa mengungsi di negara-negara tetangga. Tak hanya itu, terhitung sedikitnya 34 pembantaian yang dilakukan terhadap rakyat Palestina selama perang.

Komentar

Share this post